alexametrics
29.7 C
Jayapura
Monday, May 16, 2022

Pemkab Jayawijaya Minta Maaf

Salah satu sudut kota Wamena ibukota Kabupaten Jayawijaya yang Kamis (10/12) kemarin genap berusia 64 tahun. ( FOTO: Denny/Cepos)

Pendemi Covid-19, HUT Kota Wamena Tak Dirayakan

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jayawijaya lantaran pada HUT ke-64 Tahun kota Wamena tak ada perayaan khusus. Seperti yang dilakukan tahun-tahun yang lalu sebelum terjadinya kerusuhan  tahun 2019.

Tahun 2020 ini, Pemkab Jayawijaya kembali tidak menggelar perayaan HUT kota Wamena, lantaran pandemi Covid-19. 

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jayawijaya. Karena pemerintah tak merayakan HUT kota Wamena ke 64 tahun. Pasalnya dengan adanya pandemi Covid-19 ini, diketahui bersama ada peraturan yang keluar dari maklumat Kapolda Papua maupun dari pemerintah daerah sendiri untuk tidak mengumpulkan massa.

“Saya atas nama Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya menyampaikan permintaan maaf kepada segenap masyarakat karena tidak melakukan perayaan HUT kota Wamena ke-64 tahun. Hal ini tidak terlepas dari situasi Covid -19 yang ada saat ini,”ungkapnya, Kamis (10/12). 

Menurutnya, dengan adanya edaran pemerintah daerah, instruksi Mendagri serta Maklumat Kapolda untuk tidak kumpul-kumpul orang, maka tidak ada peringatan HUT kota Wamena. 

Diakuinya, apabila pemerintah daerah membuat kegiatan dalam rangka HUT kota Wamena, maka bisa dipastikan akan ada kerumuman massa. Apabila hal itu sampai terjadi, maka pemerintah daerah menurut Jhon Banua melakukan pelanggaran dari aturan yang telah dikeluarkan dalam pandemi Covid -19 ini.

Baca Juga :  Gereja Ikut Terbakar, Puluhan Jemaat Menangis Histeris

“Kami tidak lakukan acara  apa-apa karena situasi Covid. Apalagi kasus di sini lagi meningkat. Jadi tidak ada kegiatan dalama rangka HUT kota tahun ini. Oleh karena itu, sekali lagi saya sampaikan permintaan maaf kepada masyarakat,”jelas Bupati Jhon Banua.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah memberikan ucapan dan sumbangsi dalam stabilitas perekonomian.

Dirinya berharap ke depan, Wamena sebagai ibukota Kabupaten Jayawijaya harus bisa lebih maju lagi dari sisi kebersihan, keamanan dan selalu menjadi kota yang beriman dalama menjaga toleransi umat beragama.

“Dalam momen ini saya mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersihan. Selain itu, pemerintah melalui OPD teknis juga bertanggung jawab untuk mewujudkan kota Wamena yang bersih. Saat ini kami terus berupaya bagaimana agar kota ini tetap bersih,” ucapnya. 

Dikatakan, pemerintah telah mengganggarkan untuk OPD teknis guna menjaga kebersihan lingkungan di Jayawijaya. Bupati juga mengaku telah melakukan penambahan armada truk pengangkut sampah dalam APBD 2020. Bahkan sudah ada tambahan 4 unit truk sampah untuk membantu petugas kebersihan yang selalu beroperasi dengan kendaraan yang usang.

Baca Juga :  Kalau DPR Mundur, Petahana juga Harus Mundur

“Momentum HUT kota Wamena ke 64 dan menjelang Natal, kami dari Pemda Jayawijaya terus berbenah untuk menjadikan kota Wamena yang bersih. Upaya ini juga harus didukung dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang tempat,” pinta Jhon Banua.

Ia juga menyatakan, masalah kebersihan ini harus menjadi nomor satu dalam lingkungan masyarakat. Apalagi saat ini Jayawijaya masih dalam pandemi Covid -19, sehingga masyarakat dituntut untuk menjaga kebersihan lingkunganya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Jhon Banua mewarning pemilik warung makan dan pertokoan untuk tidak membuang sampahnya di drainase.

“Kita lihat di dalam kota kalau hujan deras masih ada drainase yang meluap, hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat yang masih kurang membuang sampah pelastik dan sebagainya dalam saluran ini akibatnya saat juhan ari juga meluap,”tutupnya. (jo/nat)

Salah satu sudut kota Wamena ibukota Kabupaten Jayawijaya yang Kamis (10/12) kemarin genap berusia 64 tahun. ( FOTO: Denny/Cepos)

Pendemi Covid-19, HUT Kota Wamena Tak Dirayakan

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jayawijaya lantaran pada HUT ke-64 Tahun kota Wamena tak ada perayaan khusus. Seperti yang dilakukan tahun-tahun yang lalu sebelum terjadinya kerusuhan  tahun 2019.

Tahun 2020 ini, Pemkab Jayawijaya kembali tidak menggelar perayaan HUT kota Wamena, lantaran pandemi Covid-19. 

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jayawijaya. Karena pemerintah tak merayakan HUT kota Wamena ke 64 tahun. Pasalnya dengan adanya pandemi Covid-19 ini, diketahui bersama ada peraturan yang keluar dari maklumat Kapolda Papua maupun dari pemerintah daerah sendiri untuk tidak mengumpulkan massa.

“Saya atas nama Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya menyampaikan permintaan maaf kepada segenap masyarakat karena tidak melakukan perayaan HUT kota Wamena ke-64 tahun. Hal ini tidak terlepas dari situasi Covid -19 yang ada saat ini,”ungkapnya, Kamis (10/12). 

Menurutnya, dengan adanya edaran pemerintah daerah, instruksi Mendagri serta Maklumat Kapolda untuk tidak kumpul-kumpul orang, maka tidak ada peringatan HUT kota Wamena. 

Diakuinya, apabila pemerintah daerah membuat kegiatan dalam rangka HUT kota Wamena, maka bisa dipastikan akan ada kerumuman massa. Apabila hal itu sampai terjadi, maka pemerintah daerah menurut Jhon Banua melakukan pelanggaran dari aturan yang telah dikeluarkan dalam pandemi Covid -19 ini.

Baca Juga :  Gagal Lanjutkan Tren Positif

“Kami tidak lakukan acara  apa-apa karena situasi Covid. Apalagi kasus di sini lagi meningkat. Jadi tidak ada kegiatan dalama rangka HUT kota tahun ini. Oleh karena itu, sekali lagi saya sampaikan permintaan maaf kepada masyarakat,”jelas Bupati Jhon Banua.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah memberikan ucapan dan sumbangsi dalam stabilitas perekonomian.

Dirinya berharap ke depan, Wamena sebagai ibukota Kabupaten Jayawijaya harus bisa lebih maju lagi dari sisi kebersihan, keamanan dan selalu menjadi kota yang beriman dalama menjaga toleransi umat beragama.

“Dalam momen ini saya mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersihan. Selain itu, pemerintah melalui OPD teknis juga bertanggung jawab untuk mewujudkan kota Wamena yang bersih. Saat ini kami terus berupaya bagaimana agar kota ini tetap bersih,” ucapnya. 

Dikatakan, pemerintah telah mengganggarkan untuk OPD teknis guna menjaga kebersihan lingkungan di Jayawijaya. Bupati juga mengaku telah melakukan penambahan armada truk pengangkut sampah dalam APBD 2020. Bahkan sudah ada tambahan 4 unit truk sampah untuk membantu petugas kebersihan yang selalu beroperasi dengan kendaraan yang usang.

Baca Juga :  Pengusaha dan Penyedia Jasa Trasportasi Siap

“Momentum HUT kota Wamena ke 64 dan menjelang Natal, kami dari Pemda Jayawijaya terus berbenah untuk menjadikan kota Wamena yang bersih. Upaya ini juga harus didukung dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang tempat,” pinta Jhon Banua.

Ia juga menyatakan, masalah kebersihan ini harus menjadi nomor satu dalam lingkungan masyarakat. Apalagi saat ini Jayawijaya masih dalam pandemi Covid -19, sehingga masyarakat dituntut untuk menjaga kebersihan lingkunganya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Jhon Banua mewarning pemilik warung makan dan pertokoan untuk tidak membuang sampahnya di drainase.

“Kita lihat di dalam kota kalau hujan deras masih ada drainase yang meluap, hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat yang masih kurang membuang sampah pelastik dan sebagainya dalam saluran ini akibatnya saat juhan ari juga meluap,”tutupnya. (jo/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/