alexametrics
29.7 C
Jayapura
Monday, May 16, 2022

Kebangkitan Seni dan Budaya Harus Dimulai dari Merauke

SERAHKAN PATAKA: Ketua KSBN Papua, Klemen Tinal, SE., MM.,  saat menyerahkan  pataka kepada Ketua KSBN Merauke  Yohanes Gebze  pada pelantikan  pengurus KSBN Merauke periode 2019-2024 di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Jumat (10/5).( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE-Pengurus Komite  Seni dan Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Merauke   periode 2019-2024   dilantik  oleh Ketua KSBN Provinsi Papua,  Klemen Tinal, SE., MM., di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Jumat (10/5). 

  Pelantikan ini disaksikan langsung Ketua   KSBN Pusat  Drs. Hendarji Supanji, SH.,    yang  datang ke Papua melantik pengurus KSBN  Papua di Jayapura, Bupati  Merauke Frederikus Gebze, Forkopimda Kabupaten Merauke dan Ketua PAI Papua Ny. Yolanda Tinal, SE.  

    Klemen Tinal  yang juga Wakil Gubernur Papua menjelaskan bahwa pelantikan ini sangat istimewa karena dihadiri langsung Ketua KSBN Pusat. “Jarang pelantikan di kabupaten seperti ini dihadiri langsung oleh  pengurus dari pusat sehingga  pelantikan ini sangat istimewa,” katanya.   

    Klemen Tinal menyampaikan terima kasih karena Merauke mengambil inisiatif yang lebih luar biasa. Sebab setelah dikukuhkan sebagai ketua   KSBN Papua,  Kamis (9/5) malam, dirinya langsung melantik pengurus KSBN Meraukek. Padahal setelah dilantik, kata  Klemen Tinal, pihaknya baru akan melakukan konsolidasi. “Memang Merauke luar biasa,” jelasnya.    

     Karena  itu, semua yang telah dilantik  tersebut, Klemen Tinal  meminta untuk tidak main-main namun  harus bekerja dengan sungguh-sungguh  untuk    memajukan  seni dan budaya di  Kabupaten Merauke.  “Majukan seni budaya daerah. angkat. Bukan hanya milik Merauke dan Papua, tapi kalau bisa menjadi  milik Indonesia  bahkan dunia,” pintanya. 

   Menurutnya, Merauke  memiliki hal-hal yang luar biasa menyangkut budaya.  Karena itu,  harus mulai bangkit. Karena motto dan visi misi   secara umum dalam konteks provinsi adalah bangkit, mandiri untuk sejahtera.  “Kita harus bangkit dalam  segala aspek kehidupan  terutama dalam seni budaya,” jelasnya. 

Dikatakan, jika ada yang tidak mengerti tentang KSBN ini adalah KONI-nya olahraga.  “Kalau ada yang mau menari-nari, pukul   tifa, dayung perahu maka rumahnya adalah KSBN. Jadi tidak boleh ada yang liar sekarang tapi harus masuk supaya kita sama-sama  bangkit untuk mengangkat seni budaya kita ini,’’ terangnya.  

Baca Juga :  Isolasi Daerah, Bupati Befa Jamin Kebutuhan Bama Masyarakat

Di Papua, menurut Klemen Tinal,   harus bangga.   Jika tidak pernah bangga dengan Papua dan bangga menjadi orang Merauke  maka semuanya baru bisa maju. ‘’Untuk maju di zaman modern ini tidak perlu sekolah tinggi. Profesor   kita bisa bayar. Tapi kapasitas dan pengalaman hidup,     waktu melalui susah senang dan badai itu yang bisa menjadi orang  yang besar dan luar bisa,” tuturnya. 

Klemen Tinal juga meminta agar  kebangkitan seni dan budaya harus dimulai dari  Merauke.  “Ibukota provinsi boleh ada di Jayapura sana dan itu fakta. Tapi seni dan budaya harus tumbuh dan bangkit dari Selatan, Merauke.  Jadi saya bangga  dan yakin  kebangkitan seni dan budaya harus dimulai dari Selatan Papua, Merauke,” tandasnya.      

Ditambahkan, Merauke merupakan salah satu  tuan rumah dari  pelaksanaan PON XX tahun 2020. “Sekarang tugas pertama KSBN setelah dilantik hari ini adalah mendukung dan mempromosikan PON dengan mengangkat  seni budaya yang  ada di  tanah ini ,” ujarnya.    

Iapun meminta  untuk mengangkat dan mempromosikan seni dan budaya di Merauke  dimulai dari pembuatan tifa dulu.  Bahkan Klemen Tinal   berjanji akan membeli seluruh tifa yang dibuat  di Meruake. Karena menurutnya, tifa  Merauke  berbeda dengan tifa di  bagian Utara Papua. Kalau  di Merauke dan Selatan Papua umumnya tifanya lebih panjang dan  besar.  ‘’Semua tifa yang jadi akan kita beli,’’ pungkasnya.  

Di tempat yang sama Ketua   KSBN Pusat  Drs. Hendarji Supanji, SH., menjelaskan  bahwa dengan UU Nomor 5 tahun 2017   tentang pembangunan  kebudayaan, dimana   UU    dimaksudkan untuk mengangkat  kearifan lokal. Di era moderisasi, kata dia, semua boleh berubah. Namun satu yang tidak boleh berubah yaitu jati diri bangsa. 

Baca Juga :  Kapolda : Kasus Ini Menarik, Pelaku Seorang Kandidat Bupati

“Kalau kita bicara tentang kebudayaan maka itulah jati diri bangsa dan identitas kita. Identitas kita Pancasila yang berangkat dari  nilai-nilai  lokal  termasuk nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di Papua. Sehingga Pancasila berasal dari seluruh kearifan lokal  yang ada di negeri ini,” ungkapnya. 

Bung Karno, penggali Pancasilan, menurutnya dari Sabang sampai Merauke yang digali 3000 tahun sebelum masehi dan lahirlah Pancasila. 

“Tahun depan, Papua menjadi tuan rumah PON. Kami berharap agar selama PON berlangsung 2 minggu   sejak pembukaan dan penutupan diwarnai dengan kearifan lokal. Sehingga kearifan lokal itu menjadi tontotan dan  tuntunan,” jelasnya. 

Dikatakan, tontonan merupakan sesuatu  yang menarik untuk dilihat. Karena memiliki nilai-nilai emstrik diangkat.  Karena banyak orang bisa membuat     tontotan. Namun tontotan  tersebut belum tentu dapat menjadi tuntunan. 

Di Merauke, menurutnya   bagaimana membuat  tuntunan menjadi tontotan. Tuntunan di Merauke adalah rumah semut yang dalam Bahasa lokal setempat dinamai Musamus.  “Filosofinya dari  rumah semut ini, jangan lihat kerjaku tapi lihatlah   hasil kerjanya, menjulang tinggi tanpa merusak. Karena dalam satu malam, orang tidak lihat bekerja dan dalam bekerja tidak sendiri. Tapi dalam satu malam rumah semut  itu berdiri tegak .Lalu ketika hutan itu terbakar,  rumah semut tidak ikut terbakar.  Artinya   jati diri Musamus itu  sangat kuat.Meski moderisasi dilakukan, tapi karena kita punya jati diri kuat  yaitu Pancasila dan nilai -nilai luhur yang ada di Papua ini maka kita tidak bergeser dari nilai-nilai tersebut,’’ pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE., M.Si., memberikan apresiasi dan terima kasih  dengan pelantikan ini. Menurutnya dengan adanya UU NOPmor 5 tahun 2017, maka penggiat dan pemerhati seni, pendalaman seni sudah ada roh dan jati dirinya melalui    UU tersebut. (ulo/nat)  

SERAHKAN PATAKA: Ketua KSBN Papua, Klemen Tinal, SE., MM.,  saat menyerahkan  pataka kepada Ketua KSBN Merauke  Yohanes Gebze  pada pelantikan  pengurus KSBN Merauke periode 2019-2024 di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Jumat (10/5).( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE-Pengurus Komite  Seni dan Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Merauke   periode 2019-2024   dilantik  oleh Ketua KSBN Provinsi Papua,  Klemen Tinal, SE., MM., di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Jumat (10/5). 

  Pelantikan ini disaksikan langsung Ketua   KSBN Pusat  Drs. Hendarji Supanji, SH.,    yang  datang ke Papua melantik pengurus KSBN  Papua di Jayapura, Bupati  Merauke Frederikus Gebze, Forkopimda Kabupaten Merauke dan Ketua PAI Papua Ny. Yolanda Tinal, SE.  

    Klemen Tinal  yang juga Wakil Gubernur Papua menjelaskan bahwa pelantikan ini sangat istimewa karena dihadiri langsung Ketua KSBN Pusat. “Jarang pelantikan di kabupaten seperti ini dihadiri langsung oleh  pengurus dari pusat sehingga  pelantikan ini sangat istimewa,” katanya.   

    Klemen Tinal menyampaikan terima kasih karena Merauke mengambil inisiatif yang lebih luar biasa. Sebab setelah dikukuhkan sebagai ketua   KSBN Papua,  Kamis (9/5) malam, dirinya langsung melantik pengurus KSBN Meraukek. Padahal setelah dilantik, kata  Klemen Tinal, pihaknya baru akan melakukan konsolidasi. “Memang Merauke luar biasa,” jelasnya.    

     Karena  itu, semua yang telah dilantik  tersebut, Klemen Tinal  meminta untuk tidak main-main namun  harus bekerja dengan sungguh-sungguh  untuk    memajukan  seni dan budaya di  Kabupaten Merauke.  “Majukan seni budaya daerah. angkat. Bukan hanya milik Merauke dan Papua, tapi kalau bisa menjadi  milik Indonesia  bahkan dunia,” pintanya. 

   Menurutnya, Merauke  memiliki hal-hal yang luar biasa menyangkut budaya.  Karena itu,  harus mulai bangkit. Karena motto dan visi misi   secara umum dalam konteks provinsi adalah bangkit, mandiri untuk sejahtera.  “Kita harus bangkit dalam  segala aspek kehidupan  terutama dalam seni budaya,” jelasnya. 

Dikatakan, jika ada yang tidak mengerti tentang KSBN ini adalah KONI-nya olahraga.  “Kalau ada yang mau menari-nari, pukul   tifa, dayung perahu maka rumahnya adalah KSBN. Jadi tidak boleh ada yang liar sekarang tapi harus masuk supaya kita sama-sama  bangkit untuk mengangkat seni budaya kita ini,’’ terangnya.  

Baca Juga :  Kapolda : Kasus Ini Menarik, Pelaku Seorang Kandidat Bupati

Di Papua, menurut Klemen Tinal,   harus bangga.   Jika tidak pernah bangga dengan Papua dan bangga menjadi orang Merauke  maka semuanya baru bisa maju. ‘’Untuk maju di zaman modern ini tidak perlu sekolah tinggi. Profesor   kita bisa bayar. Tapi kapasitas dan pengalaman hidup,     waktu melalui susah senang dan badai itu yang bisa menjadi orang  yang besar dan luar bisa,” tuturnya. 

Klemen Tinal juga meminta agar  kebangkitan seni dan budaya harus dimulai dari  Merauke.  “Ibukota provinsi boleh ada di Jayapura sana dan itu fakta. Tapi seni dan budaya harus tumbuh dan bangkit dari Selatan, Merauke.  Jadi saya bangga  dan yakin  kebangkitan seni dan budaya harus dimulai dari Selatan Papua, Merauke,” tandasnya.      

Ditambahkan, Merauke merupakan salah satu  tuan rumah dari  pelaksanaan PON XX tahun 2020. “Sekarang tugas pertama KSBN setelah dilantik hari ini adalah mendukung dan mempromosikan PON dengan mengangkat  seni budaya yang  ada di  tanah ini ,” ujarnya.    

Iapun meminta  untuk mengangkat dan mempromosikan seni dan budaya di Merauke  dimulai dari pembuatan tifa dulu.  Bahkan Klemen Tinal   berjanji akan membeli seluruh tifa yang dibuat  di Meruake. Karena menurutnya, tifa  Merauke  berbeda dengan tifa di  bagian Utara Papua. Kalau  di Merauke dan Selatan Papua umumnya tifanya lebih panjang dan  besar.  ‘’Semua tifa yang jadi akan kita beli,’’ pungkasnya.  

Di tempat yang sama Ketua   KSBN Pusat  Drs. Hendarji Supanji, SH., menjelaskan  bahwa dengan UU Nomor 5 tahun 2017   tentang pembangunan  kebudayaan, dimana   UU    dimaksudkan untuk mengangkat  kearifan lokal. Di era moderisasi, kata dia, semua boleh berubah. Namun satu yang tidak boleh berubah yaitu jati diri bangsa. 

Baca Juga :  Perusahaan dan Tenaga Kerja Harus Jeli Lihat Permenaker JHT

“Kalau kita bicara tentang kebudayaan maka itulah jati diri bangsa dan identitas kita. Identitas kita Pancasila yang berangkat dari  nilai-nilai  lokal  termasuk nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di Papua. Sehingga Pancasila berasal dari seluruh kearifan lokal  yang ada di negeri ini,” ungkapnya. 

Bung Karno, penggali Pancasilan, menurutnya dari Sabang sampai Merauke yang digali 3000 tahun sebelum masehi dan lahirlah Pancasila. 

“Tahun depan, Papua menjadi tuan rumah PON. Kami berharap agar selama PON berlangsung 2 minggu   sejak pembukaan dan penutupan diwarnai dengan kearifan lokal. Sehingga kearifan lokal itu menjadi tontotan dan  tuntunan,” jelasnya. 

Dikatakan, tontonan merupakan sesuatu  yang menarik untuk dilihat. Karena memiliki nilai-nilai emstrik diangkat.  Karena banyak orang bisa membuat     tontotan. Namun tontotan  tersebut belum tentu dapat menjadi tuntunan. 

Di Merauke, menurutnya   bagaimana membuat  tuntunan menjadi tontotan. Tuntunan di Merauke adalah rumah semut yang dalam Bahasa lokal setempat dinamai Musamus.  “Filosofinya dari  rumah semut ini, jangan lihat kerjaku tapi lihatlah   hasil kerjanya, menjulang tinggi tanpa merusak. Karena dalam satu malam, orang tidak lihat bekerja dan dalam bekerja tidak sendiri. Tapi dalam satu malam rumah semut  itu berdiri tegak .Lalu ketika hutan itu terbakar,  rumah semut tidak ikut terbakar.  Artinya   jati diri Musamus itu  sangat kuat.Meski moderisasi dilakukan, tapi karena kita punya jati diri kuat  yaitu Pancasila dan nilai -nilai luhur yang ada di Papua ini maka kita tidak bergeser dari nilai-nilai tersebut,’’ pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE., M.Si., memberikan apresiasi dan terima kasih  dengan pelantikan ini. Menurutnya dengan adanya UU NOPmor 5 tahun 2017, maka penggiat dan pemerhati seni, pendalaman seni sudah ada roh dan jati dirinya melalui    UU tersebut. (ulo/nat)  

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/