alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, May 27, 2022

39 Sampel Positif Omicron

33 Sampel di Kota Jayapura, 6 Sampel di Merauke

JAYAPURA-Kasus positif Covid-19 di Provinsi Papua terus mengalami kenaikan. Bahkan kabarnya, jumlah kasus Covid-19 varian Omicron terus bertambah.

Selain bertambah, kasus Omicron yang sebelumnya ditemukan di Kota Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya berdasarkan hasil pemeriksaan Litbangkes Pusat Kemenkes beberapa waktu lalu, laporan terbaru menyebutkan varian Omicron juga sudah ditemukan di Kabupaten Merauke.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) yang dihubungi Cenderawasih Pos, Kamis (10/2) membenarkan adanya laporkan kasus Omicron dan Delta berdasarkan hasil pemeriksaan WGS ( whole genomic sequencing) – Sarscov-2, tertanggal 9 Februari tahun 2022 yang diperiksa pada Litbangkes Papua dan telah di konfirmasi oleh Litbangkes Pusat Kemenkes.

Menurut dr. Silwanus Sumule, dari 40 sampel  yang layak diperiksa, sebanyak  33 sampel positif Omicron di Kota Jayapura. Sementara 7 sampel lainnya berasal dari Kabupaten Merauke. “Ada 7 sampel positif yang terdiri dari 6 Omicron dan 1 Delta di Kabupaten Merauke,” jelasnya.

Terkait hal ini, dr. Silwanus Sumule tak henti-hentinya mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan (Prokes) yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, masyarakat yang hingga sampai saat ini belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 baik itu dosis 1 dan 2 maupun booster untuk segera mendatangi tempat-tempat yang mengadakan vaksinasi Covid-19.

Saat disinggung soal jumlah kasus, dr. Silwanus Sumule menyebutkan, berdasarkan data tanggal 9 Februari 2022, kasus aktif Covid- 19 di Provinsi Papua telah mencapai 1.264 kasus .

“Kota Jayapura tercatat 551 kasus, Kabupaten Mimika tercatat 298 kasus, Kabupaten Jayapura 102 kasus,  Kabupaten Kepulauan Yapen 79 kasus ,  Kabupaten Jayawijaya 34 kasus,  Kabupaten Merauke 96 kasus, Mappi 15 kasus, Asmat 23 kasus, Boven Digoel 4 kasus dan Nabire 62 kasus,” bebernya.

Diakuinya, dengan kondisi saat ini dr. Silwanus Sumule kembali mengingatkan agar masyarakat tidak kendor dalam menerapkan Prokes dan harus melakukan vaksinasi.

“Jika semua pihak bisa menjalankan prokes dengan baik, tidak kendor maka sesuai dengan moto kita, Papua Bisa  Barang apa jadi,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita membenarkan bahwa varian Omicron sudah masuk di Kabupaten Merauke.

Kepastian tersebut, setelah 8 sampel swab dari pasien Covid-19 yang dikirim ke Litbangkes Jayapura, ternyata 6 di antaranya adalah varian Omicron. Sementara 1 sampel varian Delta. Sedangkan 1 sampel lainnya hasilnya negatif. “Sampel swab yang kita kirim ke Litbangkes Jayapura hasilnya sudah kita terima. Dari  8 sampel tersebut, 6 di antaranya merupakan varian Omicron,” tuturnya ketika dihubungi via ponselnya, Kamis (10/2).

Menurut Nevile Muskita bahwa penyebaran varian Omicron ini jauh lebih cepat 5 kali dari  varian Delta. Sehingga yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah tetap menjalankan protokol kesehatan, yakni  menghindari kerumuman dan penggunaan masker.  “Harus  lebih prokes lagi,” pintanya.

Baca Juga :  Jangan Sampai Anak-anak Papua Tidak Dapat Akses Pendidikan!

Adapun sehubungan dengan momen HUT Kota Merauke di antaranya  kegiatan hiburan malam yang menimbulkan kerumuman, Nevile R Muskita menjelaskan bahwa salah satu yang akan menjadi masukan ke Tim Satgas  Covid Kabupaten Merauke untuk kembali mempertimbangkan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumuman banyak orang.  “Kalau  kegiatan yang menimbulkan kerumuman tetap dilaksanakan  apalagi dengan Prokes yang longgar, maka penyebaran Covid ini akan cepat,” ucapnya.

Namun diakui Nevile  Muskita bahwa  varian  Omicron ini  lebih ringan dibandingkan dengan Delta.  Hanya jika varian ini  terpapar kepada orang yang memiliki  komorbid atau penyakit bawaan, dapat membuat gejala  sedang maupun berat.

Dikatakan, dari 96  pasien Covid aktif saat ini, hanya 1   yang menjalani isolasi terpusat di Hotel Akat. Sementara 5 pasien di RSUD Merauke dengan gejala sedang dan berat karena ada penyakit bawaan. Sedangkan 90 pasien Covid lainnya  menjadi isolasi mandiri  (Isoman) di rumah masing-masing.   

Nevile mengajak masyarakat yang  Isoman untuk taat, jangan sampai menjadi sumber penularan   bagi masyarakat lainnya. “Jangan sampai Isoman, tapi masih jalan-jalan dan tidak pakai lagi  masker sehingga dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain. Kalau Isoman, betul-betul harus Isoman di rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kamis kemarin, terdapat tambahan kasus baru sebanyak 35  orang yang terkonfirmasi Covid-19. Dengan tambahan ini, maka jumlah kasus aktif di Merauke menjadi 131 kasus.

Adapun penyampaian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan soal Covid 19 varian Omicron dimana para lanjut usia (Lansia) perlu lebih waspada apalagi yang belum pernah melakukan vaksin ternyata benar adanya.

Dari angka kematian karena Covid di Jayapura disebutkan bahwa yang paling banyak adalah terpapar dan akhirnya meninggal adalah para lansia. Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., tak membantah hal ini. Dimana menurutnya dari angka 474 yang terpapar, ada 68 yang dirawat di rumah sakit dan sebagian besar adalah lansia.

Para lansia ini menurutnya kebanyakan belum melakukan vaksin dan terdapat komorbit. “Angka vaksin untuk usia lansia di Jayapura juga masih rendah, yakni baru 33 persen. Jadi saya pikir tidak heran jika yang terpapar paling banyak itu lansia. Tapi bukan berarti yang usia muda lebih kebal juga,” kata Rustan kepada Cenderawasih  Pos di ruang rapatnya, Rabu (9/2).

Ia mengatakan jika dulu publik dibuat pusing dengan varian Delta, kini muncul varian Omicron dimana keduanya memiliki perbedaan namun tetap perlu diwaspadai. “Untuk Delta penyebarannya  lambat namun ganas dan banyak yang meninggal. Sedangkan Omicron ini tidak terlalu ganas namun yang tertular banyak dan sangat cepat,” tuturnya.

Baca Juga :  Selamat Jalan Sang Maestro Bola Basket Indonesia

“Yang terpapar ini rata – rata OTG dan dimulai dengan flu kemudian batuk dan itu cepat sekali berpindah,” sambungnya.

Untuk itu, Rustan Saru  meminta apabila ada yang mulai flu dan batuk – batuk sebaiknya langsung melapor dan meminta obat ke Puskesmas untuk diberi vitamin, suplemen dan itu gratis. “Jadi untuk  Omicron ini saya harus sampaikan bahwa penyebarannya jauh leih cepat dan bagi yang sudah vaksin tentu proses penyembuhannya lebih cepat, yang bahaya adalah bila belum divaksin apalagi lansia dan memiliki komorbit. Ini yang bahaya,” wanti Rustan.

Iapun meminta warga tidak takut untuk melakukan vaksin sebab sebelumnya  pasti dilakukan scerning lebih dulu. “Dan ini untuk keselamatan orang  tua kita agar tidak terpapar dan meninggal, jadi sebaiknya jika punya orang tua coba diajak untuk vaksin sebab di Jayapura 69 persen yang meninggal lansia dan yang terpapar banyak adalah angkata kerja dan remaja,” tutupnya.

Sementara itu, pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kamis (10/2) siang berjalan seperti biasanya. Meski 10 tenaga kesehatan (Nakes) terpapar Covid-19.

Direktur RSUD Abepura, dr. Dessy Urbinas menyampaikan, kondisi 10 Nakes yang terpapar Covid ada sebagian yang isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, ada juga yang sedang mendapatkan penangan medis di RSUD Abepura.

“Kondisi mereka membaik dan sedang menjalani isolasi mandiri, lainnya dalam penanganan medis di RSUD Abepura,” kata dr Dessy kepada Cenderawasih Pos.

Sementara untuk sejumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RS Abepura kata dr Dessy, rata-rata kondisi ringan dan sedang. Sebagaimana tersisa 18 pasien Covid-19 yang saat ini sedang dirawat di RSUD Abepura dari sebelumnya 22 pasien Covid yang mereka tangani. “Kondisi pasien Covid  rata-rata ada di kondisi ringan dan sedang,” ucapnya.

Sementara itu, terkait stok obat-obatan yang ada di RSUD Abepura, dr Dessy mengaku untuk Februari hingga Juni, stok obat-obatan tidak ada masalah di RSUD Abepura. Yang dikhawatirkan pihaknya jika nantinya terjadi lonjakan pasien Covid-19.

“Kita hanya khawatir jika terjadi lonjakan kasus Covid yang tinggi dan berlangsung lama, itu akan memungkinkan kita kekurangan stok obat untuk 6 bulan ke atas,” kata dr. Dessy.

Ia berharap tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Dan masyarakat tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), hindari kerumunan.

“Oksigen kami sementara aman jika tidak ada lonjakan kasus Covid di RS Abepura, kita berharap tidak ada kasus berat,” harapnya. (fia/ulo/ade/ana/nat)

33 Sampel di Kota Jayapura, 6 Sampel di Merauke

JAYAPURA-Kasus positif Covid-19 di Provinsi Papua terus mengalami kenaikan. Bahkan kabarnya, jumlah kasus Covid-19 varian Omicron terus bertambah.

Selain bertambah, kasus Omicron yang sebelumnya ditemukan di Kota Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya berdasarkan hasil pemeriksaan Litbangkes Pusat Kemenkes beberapa waktu lalu, laporan terbaru menyebutkan varian Omicron juga sudah ditemukan di Kabupaten Merauke.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) yang dihubungi Cenderawasih Pos, Kamis (10/2) membenarkan adanya laporkan kasus Omicron dan Delta berdasarkan hasil pemeriksaan WGS ( whole genomic sequencing) – Sarscov-2, tertanggal 9 Februari tahun 2022 yang diperiksa pada Litbangkes Papua dan telah di konfirmasi oleh Litbangkes Pusat Kemenkes.

Menurut dr. Silwanus Sumule, dari 40 sampel  yang layak diperiksa, sebanyak  33 sampel positif Omicron di Kota Jayapura. Sementara 7 sampel lainnya berasal dari Kabupaten Merauke. “Ada 7 sampel positif yang terdiri dari 6 Omicron dan 1 Delta di Kabupaten Merauke,” jelasnya.

Terkait hal ini, dr. Silwanus Sumule tak henti-hentinya mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan (Prokes) yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, masyarakat yang hingga sampai saat ini belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 baik itu dosis 1 dan 2 maupun booster untuk segera mendatangi tempat-tempat yang mengadakan vaksinasi Covid-19.

Saat disinggung soal jumlah kasus, dr. Silwanus Sumule menyebutkan, berdasarkan data tanggal 9 Februari 2022, kasus aktif Covid- 19 di Provinsi Papua telah mencapai 1.264 kasus .

“Kota Jayapura tercatat 551 kasus, Kabupaten Mimika tercatat 298 kasus, Kabupaten Jayapura 102 kasus,  Kabupaten Kepulauan Yapen 79 kasus ,  Kabupaten Jayawijaya 34 kasus,  Kabupaten Merauke 96 kasus, Mappi 15 kasus, Asmat 23 kasus, Boven Digoel 4 kasus dan Nabire 62 kasus,” bebernya.

Diakuinya, dengan kondisi saat ini dr. Silwanus Sumule kembali mengingatkan agar masyarakat tidak kendor dalam menerapkan Prokes dan harus melakukan vaksinasi.

“Jika semua pihak bisa menjalankan prokes dengan baik, tidak kendor maka sesuai dengan moto kita, Papua Bisa  Barang apa jadi,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita membenarkan bahwa varian Omicron sudah masuk di Kabupaten Merauke.

Kepastian tersebut, setelah 8 sampel swab dari pasien Covid-19 yang dikirim ke Litbangkes Jayapura, ternyata 6 di antaranya adalah varian Omicron. Sementara 1 sampel varian Delta. Sedangkan 1 sampel lainnya hasilnya negatif. “Sampel swab yang kita kirim ke Litbangkes Jayapura hasilnya sudah kita terima. Dari  8 sampel tersebut, 6 di antaranya merupakan varian Omicron,” tuturnya ketika dihubungi via ponselnya, Kamis (10/2).

Menurut Nevile Muskita bahwa penyebaran varian Omicron ini jauh lebih cepat 5 kali dari  varian Delta. Sehingga yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah tetap menjalankan protokol kesehatan, yakni  menghindari kerumuman dan penggunaan masker.  “Harus  lebih prokes lagi,” pintanya.

Baca Juga :  Diduga Ditembak dan Dikubur Massal

Adapun sehubungan dengan momen HUT Kota Merauke di antaranya  kegiatan hiburan malam yang menimbulkan kerumuman, Nevile R Muskita menjelaskan bahwa salah satu yang akan menjadi masukan ke Tim Satgas  Covid Kabupaten Merauke untuk kembali mempertimbangkan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumuman banyak orang.  “Kalau  kegiatan yang menimbulkan kerumuman tetap dilaksanakan  apalagi dengan Prokes yang longgar, maka penyebaran Covid ini akan cepat,” ucapnya.

Namun diakui Nevile  Muskita bahwa  varian  Omicron ini  lebih ringan dibandingkan dengan Delta.  Hanya jika varian ini  terpapar kepada orang yang memiliki  komorbid atau penyakit bawaan, dapat membuat gejala  sedang maupun berat.

Dikatakan, dari 96  pasien Covid aktif saat ini, hanya 1   yang menjalani isolasi terpusat di Hotel Akat. Sementara 5 pasien di RSUD Merauke dengan gejala sedang dan berat karena ada penyakit bawaan. Sedangkan 90 pasien Covid lainnya  menjadi isolasi mandiri  (Isoman) di rumah masing-masing.   

Nevile mengajak masyarakat yang  Isoman untuk taat, jangan sampai menjadi sumber penularan   bagi masyarakat lainnya. “Jangan sampai Isoman, tapi masih jalan-jalan dan tidak pakai lagi  masker sehingga dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain. Kalau Isoman, betul-betul harus Isoman di rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kamis kemarin, terdapat tambahan kasus baru sebanyak 35  orang yang terkonfirmasi Covid-19. Dengan tambahan ini, maka jumlah kasus aktif di Merauke menjadi 131 kasus.

Adapun penyampaian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan soal Covid 19 varian Omicron dimana para lanjut usia (Lansia) perlu lebih waspada apalagi yang belum pernah melakukan vaksin ternyata benar adanya.

Dari angka kematian karena Covid di Jayapura disebutkan bahwa yang paling banyak adalah terpapar dan akhirnya meninggal adalah para lansia. Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., tak membantah hal ini. Dimana menurutnya dari angka 474 yang terpapar, ada 68 yang dirawat di rumah sakit dan sebagian besar adalah lansia.

Para lansia ini menurutnya kebanyakan belum melakukan vaksin dan terdapat komorbit. “Angka vaksin untuk usia lansia di Jayapura juga masih rendah, yakni baru 33 persen. Jadi saya pikir tidak heran jika yang terpapar paling banyak itu lansia. Tapi bukan berarti yang usia muda lebih kebal juga,” kata Rustan kepada Cenderawasih  Pos di ruang rapatnya, Rabu (9/2).

Ia mengatakan jika dulu publik dibuat pusing dengan varian Delta, kini muncul varian Omicron dimana keduanya memiliki perbedaan namun tetap perlu diwaspadai. “Untuk Delta penyebarannya  lambat namun ganas dan banyak yang meninggal. Sedangkan Omicron ini tidak terlalu ganas namun yang tertular banyak dan sangat cepat,” tuturnya.

Baca Juga :  Sidang Daerah GPDP Digelar di Serui

“Yang terpapar ini rata – rata OTG dan dimulai dengan flu kemudian batuk dan itu cepat sekali berpindah,” sambungnya.

Untuk itu, Rustan Saru  meminta apabila ada yang mulai flu dan batuk – batuk sebaiknya langsung melapor dan meminta obat ke Puskesmas untuk diberi vitamin, suplemen dan itu gratis. “Jadi untuk  Omicron ini saya harus sampaikan bahwa penyebarannya jauh leih cepat dan bagi yang sudah vaksin tentu proses penyembuhannya lebih cepat, yang bahaya adalah bila belum divaksin apalagi lansia dan memiliki komorbit. Ini yang bahaya,” wanti Rustan.

Iapun meminta warga tidak takut untuk melakukan vaksin sebab sebelumnya  pasti dilakukan scerning lebih dulu. “Dan ini untuk keselamatan orang  tua kita agar tidak terpapar dan meninggal, jadi sebaiknya jika punya orang tua coba diajak untuk vaksin sebab di Jayapura 69 persen yang meninggal lansia dan yang terpapar banyak adalah angkata kerja dan remaja,” tutupnya.

Sementara itu, pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kamis (10/2) siang berjalan seperti biasanya. Meski 10 tenaga kesehatan (Nakes) terpapar Covid-19.

Direktur RSUD Abepura, dr. Dessy Urbinas menyampaikan, kondisi 10 Nakes yang terpapar Covid ada sebagian yang isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, ada juga yang sedang mendapatkan penangan medis di RSUD Abepura.

“Kondisi mereka membaik dan sedang menjalani isolasi mandiri, lainnya dalam penanganan medis di RSUD Abepura,” kata dr Dessy kepada Cenderawasih Pos.

Sementara untuk sejumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RS Abepura kata dr Dessy, rata-rata kondisi ringan dan sedang. Sebagaimana tersisa 18 pasien Covid-19 yang saat ini sedang dirawat di RSUD Abepura dari sebelumnya 22 pasien Covid yang mereka tangani. “Kondisi pasien Covid  rata-rata ada di kondisi ringan dan sedang,” ucapnya.

Sementara itu, terkait stok obat-obatan yang ada di RSUD Abepura, dr Dessy mengaku untuk Februari hingga Juni, stok obat-obatan tidak ada masalah di RSUD Abepura. Yang dikhawatirkan pihaknya jika nantinya terjadi lonjakan pasien Covid-19.

“Kita hanya khawatir jika terjadi lonjakan kasus Covid yang tinggi dan berlangsung lama, itu akan memungkinkan kita kekurangan stok obat untuk 6 bulan ke atas,” kata dr. Dessy.

Ia berharap tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Dan masyarakat tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), hindari kerumunan.

“Oksigen kami sementara aman jika tidak ada lonjakan kasus Covid di RS Abepura, kita berharap tidak ada kasus berat,” harapnya. (fia/ulo/ade/ana/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/