Monday, January 12, 2026
27.5 C
Jayapura

Baru Delapan Hari Sudah 16 Korban Tewas

Pencarian Korban Tenggelam di Sarmi Ditutup

JAYAPURA–Proses pencarian terhadap Oktariani (18), pelajar yang dilaporkan hilang akibat terseret arus di Pantai Taronta SP 2 Bonggo, Kabupaten Sarmi, Papua, resmi ditutup oleh Tim SAR Gabungan. Penutupan operasi pencarian dilakukan pada Rabu (7/1) setelah upaya pencarian selama delapan hari tidak membuahkan hasil.

Koordinator Pos SAR Sarmi, Yohanis Muay, menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam operasi SAR.

“Operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal selama delapan hari. Namun hingga hari terakhir pencarian, korban belum berhasil ditemukan.

Oleh karena itu, sesuai aturan yang berlaku dan hasil koordinasi bersama keluarga, operasi SAR resmi ditutup dan korban dinyatakan hilang,” ujar Yohanis dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1).

Baca Juga :  Status Tanggap Darurat Diturunkan, Senin Kembali Sekolah

Ia menambahkan, sebelum penutupan operasi, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu berkoordinasi dan bersepakat dengan pihak keluarga bahwa upaya pencarian sudah tidak efektif lagi untuk dilanjutkan.

Pada hari terakhir operasi, Rabu (7/1), Tim SAR Gabungan melaksanakan sejumlah tahapan pencarian. Dimulai pukul 06.30 WIT dengan persiapan peralatan dan perlengkapan SAR, dilanjutkan briefing dan pergerakan tim menuju lokasi kejadian perkara (LKP) pukul 06.40 WIT.

Pencarian Korban Tenggelam di Sarmi Ditutup

JAYAPURA–Proses pencarian terhadap Oktariani (18), pelajar yang dilaporkan hilang akibat terseret arus di Pantai Taronta SP 2 Bonggo, Kabupaten Sarmi, Papua, resmi ditutup oleh Tim SAR Gabungan. Penutupan operasi pencarian dilakukan pada Rabu (7/1) setelah upaya pencarian selama delapan hari tidak membuahkan hasil.

Koordinator Pos SAR Sarmi, Yohanis Muay, menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam operasi SAR.

“Operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal selama delapan hari. Namun hingga hari terakhir pencarian, korban belum berhasil ditemukan.

Oleh karena itu, sesuai aturan yang berlaku dan hasil koordinasi bersama keluarga, operasi SAR resmi ditutup dan korban dinyatakan hilang,” ujar Yohanis dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1).

Baca Juga :  Perlu Segera Dilakukan Mitigasi

Ia menambahkan, sebelum penutupan operasi, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu berkoordinasi dan bersepakat dengan pihak keluarga bahwa upaya pencarian sudah tidak efektif lagi untuk dilanjutkan.

Pada hari terakhir operasi, Rabu (7/1), Tim SAR Gabungan melaksanakan sejumlah tahapan pencarian. Dimulai pukul 06.30 WIT dengan persiapan peralatan dan perlengkapan SAR, dilanjutkan briefing dan pergerakan tim menuju lokasi kejadian perkara (LKP) pukul 06.40 WIT.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya