Operasi pencarian melibatkan dua Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU laut dan SRU darat. SRU I menggunakan satu unit Landing Craft Rubber (LCR) dengan empat personel untuk melakukan penyisiran permukaan laut dan pantai sesuai peta SAR. SRU II melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir Pantai Taronta dengan dukungan pesawat tanpa awak (drone).
Namun hingga pukul 16.30 WIT, hasil pencarian tetap nihil. Operasi SAR kemudian dihentikan dan pada pukul 17.30 WIT dilakukan debriefing akhir. Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya satu unit truk personel, satu unit Rescue D-Max, satu unit LCR, dua unit speedboat, satu unit AquaEye, dua unit drone, serta peralatan SAR air dan pendukung lainnya.
Unsur yang terlibat dalam pencarian meliputi Basarnas, Polsek Bonggo, Koramil Bonggo, Yonif TP/809 NTM Sarmi, Polair Polres Sarmi, serta keluarga korban.
“Selama proses pencarian, kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan berawan,” jelasnya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WIT. Korban Oktariani bersama dua temannya mandi di Pantai Taronta SP 2 Bonggo. Ketiganya berenang agak jauh dari bibir pantai.
Sekitar pukul 12.30 WIT, ketiganya terseret arus laut yang cukup kuat hingga tenggelam. Dua teman korban berhasil diselamatkan oleh warga setempat, namun Oktariani tidak berhasil ditemukan. Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya nihil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Pos SAR Sarmi untuk mendapatkan bantuan pencarian.