JAYAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menyebut, belum ada yang signifikan persoalan kesehatan akibat bencana alam kekeringan yang terjadi di Distrik Agandume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak.
“Khusus menyangkut kesehatannya, sampai saat ini belum ada yang signifikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. S Sumule kepada Cenderawasih Pos.
Dr Sumule menyampaikan, beberapa langkah telah dilakukan oleh Pemerintah setempat. Bahkan, dr Sumule sendiri sebelumnya sudah turun langsung ke lokasi. Termasuk sudah ada komunikasi dengan teman teman di Kementrian Kesehatan, bahwa ada sekitar 2 atau 3 ton makanan tambahan akan didorong ke lokasi.
“Tetapi kami memberi catatan, jika kita tidak melakukan perbaikan menyangkut bencana kekeringan dan kelaparan. Ini akan berdampak pada pelayanan kesehatan di sana (puncak-red),” kata Sumule.
Terkait hal itu, Sumule mengaku telah melaporkan kepada ibu Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk. Dengan begitu, ada langkah dan upaya yang harus dilakukan.
Disinggung bagaimana kondisi di dua distrik tersebut saat ini, Sumule menyampaikan jika setelah pihaknya masuk di lokasi bencana. Dengan perlahan lahan sudah mulai ada akses bagi BNPB dan pihak Kementrian masuk ke lokasi.
“Catatan kami juga kejadian di sana (puncak-red) bukan kejadian yang pertama, sehingga akan ada pertemuan pertemuan khusus bagaimana mencegah kondisi ini jangan berulang,” kata dr Sumule.
Kata dr Sumule, ada beberapa petugas medis di lokasi tersebut dan ditopang dengan teman teman dari Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak.
“Kita akan bersama sama mengatasi kondisi ril di lapangan, memang perlu ada upaya untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat di sana (Agandume dan Lambewi-red). Pelayanan pelayanan kesehatan juga harus kita buat, namun permintaan dari masyarakat setempat bahwa yang memberikan pelayana harus anak asli di daerah tersebut. Hal ini agar lebih memudahkan,” bebernya.
Sebelumnya, Pj Gubernur Papua Tengah, DR Ribka Haluk, S.Sos., MM tegaskan bahwa pihaknya masih mampu mengatasi masalah bencana alam kekeringan yang terjadi di Distrik Agandume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia serta 7.500 orang kelaparan.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah masih mampu mengatasi masalah bencana ekstrem yang terjadi di Kabupaten Puncak. Yang terpenting, dibutuhkan koordinasi semua pihak,” kata Ribka kepada wartawan di Jayapura, Jumat (4/8). (fia/wen)