alexametrics
29.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

Dibujuk Tak Mengungsi ke Hutan

Warga Mengungsi Karena KKTB Serang Pos TNI 

JAKARTA—Serangan kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) ke Pos Koramil Kisor, Distrik Aifat, Maybrat berdampak besar. Sebagian warga mengungsi ke hutan akibat serangan tersebut. Belum diketahui dengan pasti berapa jumlah warga yang mengungsi. 

Namun, Polda Papua Barat berupaya untuk menghentikan pengungsian tersebut. Kabidhumas Polda Papua Barat Kombespol Adam Erwindi menuturkan sedang membujuk warga untuk bisa kembali ke pemukiman warga. ”Agar tidak mengungsi ke hutan-hutan,” ujarnya. 

Dia mengatakan, TNI dan Polri juga sedang menegakkan hukum ata pelaku penyerangan Pos Koramil Kisor. Warga tidak perlu takur dengan upaya penegakan hukum tersebut. ”Kalau jumlah warga yang mengungsi belum diketahui,” ujarnya. 

Baca Juga :  Pasar Ikan Hamadi Dianggap Mulai Tak Layak

Sementara Kapolda Papua Barat Irjen Tomagogo Sihombing menuturkan bahwa penyerangan Pos Koramil Kisor diduga terencana. Karena itu kasus tewasnya empat anggota TNI itu akan dijerat dengan pasa pembunuhan berencana. 

”Saya telah meninjau lokasi, akan membuktikan apa yang terjadi. Semua pembuktian itu akan disampaikan ke public. Penyerangan ini mengakibatkan gugurnya anggota terbaik bangsa,” jelasnya kemarin. 

Bagian lain, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, penyerangan itu akan terus terjadi karena perang ini akan sangat panjang. ”Kecuali, Presiden Jokowi mau membuka diri,” tuturnya. 

Apa yang dimaksud membuka diri? Dia menuturkan bahwa pihaknya mengiginkan perundingan dengan ditengah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). Dengan begitu rakyat Papua bisa kembali mendapatkan hak politiknya. ”Itu yang kami inginkan,” ujarnya. 

Baca Juga :  Komnas HAM : Jangan Ada Komflik di PSU Yalimo!

Terkait pengungsian, dia mengklaim bahwa pengungsian itu terjadi karena warga yang takut dengan kehadiran dari pasukan TNI dan Polri. Jumlah pasukan terus bertambah. ”Itu informasi yang kami dapat. Karenanya warga mengungsi ke hutan,” tuturnya. (idr/JPG)

Warga Mengungsi Karena KKTB Serang Pos TNI 

JAKARTA—Serangan kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) ke Pos Koramil Kisor, Distrik Aifat, Maybrat berdampak besar. Sebagian warga mengungsi ke hutan akibat serangan tersebut. Belum diketahui dengan pasti berapa jumlah warga yang mengungsi. 

Namun, Polda Papua Barat berupaya untuk menghentikan pengungsian tersebut. Kabidhumas Polda Papua Barat Kombespol Adam Erwindi menuturkan sedang membujuk warga untuk bisa kembali ke pemukiman warga. ”Agar tidak mengungsi ke hutan-hutan,” ujarnya. 

Dia mengatakan, TNI dan Polri juga sedang menegakkan hukum ata pelaku penyerangan Pos Koramil Kisor. Warga tidak perlu takur dengan upaya penegakan hukum tersebut. ”Kalau jumlah warga yang mengungsi belum diketahui,” ujarnya. 

Baca Juga :  Dua Anggota TNI Kembali Tertembak di Nduga

Sementara Kapolda Papua Barat Irjen Tomagogo Sihombing menuturkan bahwa penyerangan Pos Koramil Kisor diduga terencana. Karena itu kasus tewasnya empat anggota TNI itu akan dijerat dengan pasa pembunuhan berencana. 

”Saya telah meninjau lokasi, akan membuktikan apa yang terjadi. Semua pembuktian itu akan disampaikan ke public. Penyerangan ini mengakibatkan gugurnya anggota terbaik bangsa,” jelasnya kemarin. 

Bagian lain, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, penyerangan itu akan terus terjadi karena perang ini akan sangat panjang. ”Kecuali, Presiden Jokowi mau membuka diri,” tuturnya. 

Apa yang dimaksud membuka diri? Dia menuturkan bahwa pihaknya mengiginkan perundingan dengan ditengah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). Dengan begitu rakyat Papua bisa kembali mendapatkan hak politiknya. ”Itu yang kami inginkan,” ujarnya. 

Baca Juga :  Komnas HAM : Jangan Ada Komflik di PSU Yalimo!

Terkait pengungsian, dia mengklaim bahwa pengungsian itu terjadi karena warga yang takut dengan kehadiran dari pasukan TNI dan Polri. Jumlah pasukan terus bertambah. ”Itu informasi yang kami dapat. Karenanya warga mengungsi ke hutan,” tuturnya. (idr/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/