Wednesday, January 14, 2026
24.7 C
Jayapura

Operasi SAR di Yapen Resmi Ditutup

Pihak keluarga korban sempat meminta perpanjangan waktu pencarian. Namun setelah dilakukan pencarian tambahan selama dua hari tanpa hasil, keluarga bersama tim SAR gabungan akhirnya sepakat untuk menutup operasi. “Kami telah berupaya semaksimal mungkin, baik melalui laut, udara, maupun darat. Setelah evaluasi bersama keluarga dan instansi terkait, operasi SAR kami nyatakan ditutup,” kata Richard.

Meski demikian, Richard menegaskan bahwa penutupan operasi bersifat fleksibel. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban oleh nelayan atau masyarakat setempat, maka operasi SAR dapat dibuka kembali. Menandai berakhirnya operasi pencarian, suasana haru menyelimuti perairan Tanjung Andei.

Keluarga korban bersama masyarakat setempat dan personel Tim SAR Gabungan menggelar ritual tabur bunga dari atas Kapal KN SAR Wibisana 243 di lokasi kejadian. Isak tangis keluarga pecah saat bunga dilarung ke laut sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bagi para korban yang belum ditemukan.

Baca Juga :  Tim  Rescuer Pos SAR Sarmi Berikan Dukungan BBM Kepada Speed Boad Roman Mandira

Sementara itu, untuk kejadian seorang pelajar Oktariani (18) yang tenggelam di Kabupaten Sarmi, hingga hari keenam belum juga ditemukan. Oktariana dilaporkan tenggelam di Pantai Taronta atau Muara Kali Dormas, Kampung Taronta, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi. Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, meski hingga Minggu (4/1) hasilnya masih nihil.

“Kondisi alam menjadi kendala utama, gelombang tinggi dan arus laut yang kuat menyulitkan proses pencarian,” ujar Silvia melalui pesan WhatsApp, Selasa (6/1).

Pihak keluarga korban sempat meminta perpanjangan waktu pencarian. Namun setelah dilakukan pencarian tambahan selama dua hari tanpa hasil, keluarga bersama tim SAR gabungan akhirnya sepakat untuk menutup operasi. “Kami telah berupaya semaksimal mungkin, baik melalui laut, udara, maupun darat. Setelah evaluasi bersama keluarga dan instansi terkait, operasi SAR kami nyatakan ditutup,” kata Richard.

Meski demikian, Richard menegaskan bahwa penutupan operasi bersifat fleksibel. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban oleh nelayan atau masyarakat setempat, maka operasi SAR dapat dibuka kembali. Menandai berakhirnya operasi pencarian, suasana haru menyelimuti perairan Tanjung Andei.

Keluarga korban bersama masyarakat setempat dan personel Tim SAR Gabungan menggelar ritual tabur bunga dari atas Kapal KN SAR Wibisana 243 di lokasi kejadian. Isak tangis keluarga pecah saat bunga dilarung ke laut sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bagi para korban yang belum ditemukan.

Baca Juga :  Di  Puncak, Rumah Seorang Pendeta Terbakar

Sementara itu, untuk kejadian seorang pelajar Oktariani (18) yang tenggelam di Kabupaten Sarmi, hingga hari keenam belum juga ditemukan. Oktariana dilaporkan tenggelam di Pantai Taronta atau Muara Kali Dormas, Kampung Taronta, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi. Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, meski hingga Minggu (4/1) hasilnya masih nihil.

“Kondisi alam menjadi kendala utama, gelombang tinggi dan arus laut yang kuat menyulitkan proses pencarian,” ujar Silvia melalui pesan WhatsApp, Selasa (6/1).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya