Saat menunggu itulah, pemuda yang ditinggalkan tersebut diduga diganggu hingga dianiaya oleh sekelompok pemuda yang berada di sekitar lokasi. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarganya di Angkasa Pura. Dan puncaknya pada Selasa tadi malam, korban bersama keluarganya mendatangi Argapura.
Kedatangan mereka memicu emosi dan berujung pada pertikaian antarwarga. Bentrokan pun tidak dapat dihindari dan situasi sempat memanas. Merespons kejadian itu, personel Polresta Jayapura Kota segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Karena massa semakin sulit dikendalikan dan terjadi aksi saling lempar, bahkan ada warga yang membawa senjata tajam sehingga aparat kepolisian terpaksa tembakan peringatan ke udara untuk mengurai massa.
“Sempat ada tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Itu dilakukan untuk mengamankan situasi,” tegas Fredrickus.
Untungnya situasi bisa dikendalikan meski aparat nampak masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.
Sementara itu, pihak kepolisian juga tengah melakukan pencarian terhadap pelaku penganiayaan serta sejumlah barang milik korban yang dilaporkan sempat diambil oleh kelompok pelaku.
“Kami masih fokus mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terutama berkaitan dengan kronologis awal soal pemuda yang menunggu motor tadi,” pungkas Kombes Pol Fredrickus.
Saat menunggu itulah, pemuda yang ditinggalkan tersebut diduga diganggu hingga dianiaya oleh sekelompok pemuda yang berada di sekitar lokasi. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarganya di Angkasa Pura. Dan puncaknya pada Selasa tadi malam, korban bersama keluarganya mendatangi Argapura.
Kedatangan mereka memicu emosi dan berujung pada pertikaian antarwarga. Bentrokan pun tidak dapat dihindari dan situasi sempat memanas. Merespons kejadian itu, personel Polresta Jayapura Kota segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Karena massa semakin sulit dikendalikan dan terjadi aksi saling lempar, bahkan ada warga yang membawa senjata tajam sehingga aparat kepolisian terpaksa tembakan peringatan ke udara untuk mengurai massa.
“Sempat ada tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Itu dilakukan untuk mengamankan situasi,” tegas Fredrickus.
Untungnya situasi bisa dikendalikan meski aparat nampak masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.
Sementara itu, pihak kepolisian juga tengah melakukan pencarian terhadap pelaku penganiayaan serta sejumlah barang milik korban yang dilaporkan sempat diambil oleh kelompok pelaku.
“Kami masih fokus mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terutama berkaitan dengan kronologis awal soal pemuda yang menunggu motor tadi,” pungkas Kombes Pol Fredrickus.