alexametrics
25.7 C
Jayapura
Thursday, May 19, 2022

Warga yang Mengamankan Diri Bertambah

JAYAPURA – Jumlah warga yang mengamankan diri di Mapolres Yahukimo, gereja GIDI Evanhastia dan Koramil Dekai semakin bertambah, dari sebelumnya 1.000 orang menjadi 3.609 jiwa.

Warga yang mengamankan diri di beberapa tempat tersebut akibat aksi penyerangan sekelompok orang terhadap suku tertentu. Dimana, akibat penyerangan yang terjadi Minggu (3/10) lalu mengakibatkan enam orang meninggal dunia, 41 orang luka luka dan rumah warga dibakar.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, logistik untuk masyarakat yang mengamankan diri tersebut kebutuhanya dipenuhi oleh pemerintah daerah, dibantu TNI-Polri dan masyarakat dari luar Kabupaten Yahukimo.  

“Polres Yahukimo sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan dengan langkah-langkah pemeriksaan kepada para saksi dan tersangaka serta olah TKP pasca kejadian penyerangan,” terang Kamal, Rabu (6/10).

Baca Juga :  Tanah Ulayat Tak Kunjung Terpetakan, Potensi Konflik Masih Terbuka

Dikatakan Kamal, 56 orang yang sebelumnya diamankan oleh Polres Yahukimo, 22 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan sisanya masih dalam pemeriksaan intensif Penyidik Satuan Reskrim Polres Yahukimo.

“Setelah dilakukan olah TKP di tempat kejadian, terdapat 5 unit mobil, 11 unit motor dan 7 unit rumah warga dalam keadaan terbakar,” kata Kamal.

Diketahui pada Minggu (3/10) sekira pukul 12.45 WIT terjadi penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali oleh kelompok masyarakat dari suku Kimyal. Massa suku Kimyal menggunakan 2 unit mobil minibus. Massa membawa alat tajam berupa busur panah dan parang mendatangi masyarakat suku Yali dan melakukan penyerangan.

Akibat penyerangan tersebut, enam orang meninggal dunia puluhan lainnya luka luka hingga ada yang terpaksa dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis. (fia/nat)

Baca Juga :  800 Polisi Amankan Pelantikan

JAYAPURA – Jumlah warga yang mengamankan diri di Mapolres Yahukimo, gereja GIDI Evanhastia dan Koramil Dekai semakin bertambah, dari sebelumnya 1.000 orang menjadi 3.609 jiwa.

Warga yang mengamankan diri di beberapa tempat tersebut akibat aksi penyerangan sekelompok orang terhadap suku tertentu. Dimana, akibat penyerangan yang terjadi Minggu (3/10) lalu mengakibatkan enam orang meninggal dunia, 41 orang luka luka dan rumah warga dibakar.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, logistik untuk masyarakat yang mengamankan diri tersebut kebutuhanya dipenuhi oleh pemerintah daerah, dibantu TNI-Polri dan masyarakat dari luar Kabupaten Yahukimo.  

“Polres Yahukimo sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan dengan langkah-langkah pemeriksaan kepada para saksi dan tersangaka serta olah TKP pasca kejadian penyerangan,” terang Kamal, Rabu (6/10).

Baca Juga :  Layani Masyarakat dengan Baik!

Dikatakan Kamal, 56 orang yang sebelumnya diamankan oleh Polres Yahukimo, 22 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan sisanya masih dalam pemeriksaan intensif Penyidik Satuan Reskrim Polres Yahukimo.

“Setelah dilakukan olah TKP di tempat kejadian, terdapat 5 unit mobil, 11 unit motor dan 7 unit rumah warga dalam keadaan terbakar,” kata Kamal.

Diketahui pada Minggu (3/10) sekira pukul 12.45 WIT terjadi penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali oleh kelompok masyarakat dari suku Kimyal. Massa suku Kimyal menggunakan 2 unit mobil minibus. Massa membawa alat tajam berupa busur panah dan parang mendatangi masyarakat suku Yali dan melakukan penyerangan.

Akibat penyerangan tersebut, enam orang meninggal dunia puluhan lainnya luka luka hingga ada yang terpaksa dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis. (fia/nat)

Baca Juga :  Satgas Nemangkawi Dikirim ke Beoga

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/