Sunday, March 8, 2026
26.4 C
Jayapura

Admin Medsos Propaganda KKB Dilacak

JAYAPURA– Bagi warga yang selama ini senang atau memang kerap menjalankan misi propaganda dari kejadian atau aksi – aksi yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) harus berhati-hati. Pasalnya saat ini Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz terus melakukan pengembangan terhadap jaringan KKB namun yang berperan bermain dibalik layar.

Tidak ikut terlibat dalam aksi di lapangan namun menyiapkan narasi yang provokatif dan propaganda membela aksi sadis dan tak manusiawi dengan alasan untuk kepentingan rakyat maka aktor-aktor inilah yang sedang diselidiki.

Upaya penegakan hukum ini dilakukan menyusul penangkapan seorang pria yang diduga sebagai admin media sosial KKB di wilayah SP3 Trans DMT Utikini Tiga, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (1/3) sekitar pukul 15.00 WIT.

Baca Juga :  Mandenas: Belum Ada Pembahasan DOB di Papua Barat

Penangkapan itu dilakukan setelah aparat mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait aktivitas digital terduga pelaku yang dinilai memicu keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga diketahui merupakan bagian dari jaringan yang menamakan diri Papua Intelligence Service (PIS).

Ia diduga aktif mengunggah berbagai konten di media sosial yang berisi ujaran kebencian, narasi provokatif, serta materi kekerasan yang berkaitan dengan aktivitas KKB.

Kasatgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga berafiliasi dengan jaringan propaganda kelompok tersebut.

“Sejumlah akun media sosial yang diduga terlibat dalam penyebaran propaganda masih dalam proses profiling oleh tim,” ujar Yusuf melalui sambungan telpon, Kamis (5/3)

Baca Juga :  TPNPB Disorot, Pilot Glen Bawa Pesawat Sipil

Menurutnya, proses pemetaan terhadap akun-akun ini dilakukan dengan melibatkan tim siber guna memastikan keterkaitan para pemilik akun dengan jaringan KKB. “Ada beberapa target yang sedang kami dalami, namun saat ini masih dalam tahap profiling. Kami juga berkoordinasi dengan tim siber untuk merangkum seluruh data yang ada,” jelasnya.

JAYAPURA– Bagi warga yang selama ini senang atau memang kerap menjalankan misi propaganda dari kejadian atau aksi – aksi yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) harus berhati-hati. Pasalnya saat ini Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz terus melakukan pengembangan terhadap jaringan KKB namun yang berperan bermain dibalik layar.

Tidak ikut terlibat dalam aksi di lapangan namun menyiapkan narasi yang provokatif dan propaganda membela aksi sadis dan tak manusiawi dengan alasan untuk kepentingan rakyat maka aktor-aktor inilah yang sedang diselidiki.

Upaya penegakan hukum ini dilakukan menyusul penangkapan seorang pria yang diduga sebagai admin media sosial KKB di wilayah SP3 Trans DMT Utikini Tiga, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (1/3) sekitar pukul 15.00 WIT.

Baca Juga :  Mandenas: Belum Ada Pembahasan DOB di Papua Barat

Penangkapan itu dilakukan setelah aparat mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait aktivitas digital terduga pelaku yang dinilai memicu keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga diketahui merupakan bagian dari jaringan yang menamakan diri Papua Intelligence Service (PIS).

Ia diduga aktif mengunggah berbagai konten di media sosial yang berisi ujaran kebencian, narasi provokatif, serta materi kekerasan yang berkaitan dengan aktivitas KKB.

Kasatgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga berafiliasi dengan jaringan propaganda kelompok tersebut.

“Sejumlah akun media sosial yang diduga terlibat dalam penyebaran propaganda masih dalam proses profiling oleh tim,” ujar Yusuf melalui sambungan telpon, Kamis (5/3)

Baca Juga :  Panglima TNI dan Kapolri Penuhi Dua Permintaan Komnas HAM

Menurutnya, proses pemetaan terhadap akun-akun ini dilakukan dengan melibatkan tim siber guna memastikan keterkaitan para pemilik akun dengan jaringan KKB. “Ada beberapa target yang sedang kami dalami, namun saat ini masih dalam tahap profiling. Kami juga berkoordinasi dengan tim siber untuk merangkum seluruh data yang ada,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya