WAMENA-Kodim 1702/ Jayawijaya membantah adanya kabar yang beredar di masyarakat jika adanya senjata dari anggota TNI yang dicuri. Tetapi yang sebenarnya adalah kelalaian dari anggota sehingga senjata tersebut tercecer atau jatuh di seputaran Wamena saat kembali dari Kabupaten Tolikara, dimana senjata tersebut sudah dikembalikan dan diamankan di Kodim.
Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Arif Budi Situmeang, SIP., menjelaskan bahwa informasi kehilangan senjata sebenarnya bukan kehilangan atau pencurian. Tetapi hanya kelalaian dari anggota yang memegang senjata, dimana senjata itu bukan hilang dicuri di rumah melainkan terjatuh dan tercecer di jalan.
โKita bersyukur salah seorang masyarakat yang tidak bisa menyebutkan identitasnya orang asli Papua yang menemukan tas tersebut saat ingin menyalakan mobilnya sehingga langsung menghubungi Babinsa dari Koramil Kota Wamena,โ ungkap Dandim Situmeang, Minggu (6/3) kemarin.
Dandim menyatakan dari warga yang menemukan itu menyampaikan kepada anggota Babinsa jika menemukan barang yang mencurigakan dalam tas. Karena menurutnya senpi itu kalau jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab akan membahayakan orang lain sehingga diserahkan kepada anggota Babinsa.
โDari Babinsa dan warga yang menemukan senpi itu telah diantar ke Kodim untuk diamankan dan sesuai dengan kewenangan kami, maka akan dilaporkan kepada Danrem selaku komando operasi di Pegunungan Tengah Papua,โjelasnya.
Untuk sangsi kepada anggota yang lalai, menurut Arif Situmeang, kemungkinan pihaknya akan menindaklanjuti. Karena masih dalam penyelidikan lebih lanjut apakah ini pencurian atau apa sehingga nantinya akan informasi selanjutnya, hilangnya senjata ini saat anggota tersebut usai kembali dari kabupaten Tolikara dan terjatuh di kota Wamena.
โAnggota yang melakukan kelalaian ini adalah anggota Kodim 1702/Jayawijaya. Karena operasi kita sudah berubah dimana yang bertugas di Lapago ini adalah organik Kodim dan melakukan pembinaan teritorial serta berbuat baik kepada semua orang,โ tandasnya.
Ia menambahkan, untuk pola sekarang lebih humanis. Dimana kekerasan dan pertempuran, pihaknya mencoba untuk meminimalisir. Oleh sebab itu, pihaknya menggalang dan turun untuk menghimpun tokoh-tokoh agar tidak terjadi pertumpahan darah.
โJadi dalam kesempatan ini saya membantah pemberitaan yang liar dalam masyarakat, dan informasi ini ditanggapi dengan tidak-tidak dan yang saya sampaikan ini adalah yang sebenarnya terjadi,โtutupnya. (jo/nat)