Monday, April 15, 2024
26.7 C
Jayapura

Update Penyakit Tropic Infeksi, IDI Gelar Simposium 

JAYAPURA-Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua menggelar Rapat kerja (Raker) dan symposium di Hotel Horison Kotaraja, Sabtu, (4/2). Ketua IDI Papua dr.Donal Willem Aronggear, mengatakan Raker tersebut membahas program kerja untuk tahun 2023, dimana program kerja ini sesuai dengan AD/ART IDI Papua.

  Raker tersebut dalam rangka mempersiapkan segala program kerja, sehingga semua pengurus IDI di masing masing bidang harus mempersiapkan program kerjanya masing masing dengan matang. “Rapat ini melibatkam seluruh pengurus IDI baik cabang maupun wilayah,” kata dr. Donald.

  Raker ini juga kata dr. Donal untuk memikirkan masa depan masyarakat yang ada di tanah Papua, terutama terkait peran dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya berbagai permsalahan di Papua salah satunya kekurangan fasilitas kesehatan, sehingga dalam rangka mematangkan persiapan untuk pelayanan kepada masyarakat, maka pihaknya menyelenggarakan rapat kerja.

Baca Juga :  Miris Wajah Pendidikan di Era Otsus Jilid II 

  “Rapat kerja hari ini pentingnya memikirkan masyarkat, sehingga kedepannya para Nakes di Papua dapat bekerja dengan baik,” ujar dr. Donal.

  Ia mengharapkan dengan adanya Raker ini, segala bentuk persoalan yang ada di internal IDI dapat menemukan titik terang sehingga kepengurusan IDI kedepan dapat berjalan maksimal. “Di awal tahun ini kita harus mematangkan segala persiapan, sehingga dalam pelaksananya kedepan tidak ada kendala,” ungkapnya.

  Sementara itu dr. Nikanon Wonatorery selaku Ketua Panitia Kegiatan mengatakan selain Raker IDI Papua, juga mengadakan kegiatan Simposium.  Simposium ini kata dia sebagai upaya untuk mengupdate penyakit tropic infeksi seperti malaria dan demam berdarah kepada para dokter muda.

Baca Juga :  Papua Youth Creative Hub Gelar Opening Papua Coffee Expo

  Ia menjelaskan pelaksanaan simposium sebagai penyergaran terhadap para dokter muda, terhadap penyakit tropkck infeksi, tentu tengan kegiatan tersebut, setiap peserta yang hadir akan dapat mengetahui segala perkembangan tentang penyakit tropic infeksi.   

  “Kegiatan ini kami libatkan para dokter muda, seperti doker umum, spesialis, dan pengurus IDI sendiri,” kata Nikanon.

  Semoga dengan kegiatan ini bisa menambah informasi bagi dokter muda, kita yang ada di Papua,” pungkasnya. (rel/tri)

JAYAPURA-Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua menggelar Rapat kerja (Raker) dan symposium di Hotel Horison Kotaraja, Sabtu, (4/2). Ketua IDI Papua dr.Donal Willem Aronggear, mengatakan Raker tersebut membahas program kerja untuk tahun 2023, dimana program kerja ini sesuai dengan AD/ART IDI Papua.

  Raker tersebut dalam rangka mempersiapkan segala program kerja, sehingga semua pengurus IDI di masing masing bidang harus mempersiapkan program kerjanya masing masing dengan matang. “Rapat ini melibatkam seluruh pengurus IDI baik cabang maupun wilayah,” kata dr. Donald.

  Raker ini juga kata dr. Donal untuk memikirkan masa depan masyarakat yang ada di tanah Papua, terutama terkait peran dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya berbagai permsalahan di Papua salah satunya kekurangan fasilitas kesehatan, sehingga dalam rangka mematangkan persiapan untuk pelayanan kepada masyarakat, maka pihaknya menyelenggarakan rapat kerja.

Baca Juga :  Momen Penangkapan Lukas Bisa Dimanfaatkan Isu Memisahkan Diri

  “Rapat kerja hari ini pentingnya memikirkan masyarkat, sehingga kedepannya para Nakes di Papua dapat bekerja dengan baik,” ujar dr. Donal.

  Ia mengharapkan dengan adanya Raker ini, segala bentuk persoalan yang ada di internal IDI dapat menemukan titik terang sehingga kepengurusan IDI kedepan dapat berjalan maksimal. “Di awal tahun ini kita harus mematangkan segala persiapan, sehingga dalam pelaksananya kedepan tidak ada kendala,” ungkapnya.

  Sementara itu dr. Nikanon Wonatorery selaku Ketua Panitia Kegiatan mengatakan selain Raker IDI Papua, juga mengadakan kegiatan Simposium.  Simposium ini kata dia sebagai upaya untuk mengupdate penyakit tropic infeksi seperti malaria dan demam berdarah kepada para dokter muda.

Baca Juga :  Usai Bunyi Tembakan, Camp Pekerja Dibakar OTK

  Ia menjelaskan pelaksanaan simposium sebagai penyergaran terhadap para dokter muda, terhadap penyakit tropkck infeksi, tentu tengan kegiatan tersebut, setiap peserta yang hadir akan dapat mengetahui segala perkembangan tentang penyakit tropic infeksi.   

  “Kegiatan ini kami libatkan para dokter muda, seperti doker umum, spesialis, dan pengurus IDI sendiri,” kata Nikanon.

  Semoga dengan kegiatan ini bisa menambah informasi bagi dokter muda, kita yang ada di Papua,” pungkasnya. (rel/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya