Wednesday, February 25, 2026
30.9 C
Jayapura

DPA Diserahkan, Pelaksanaan APBD Papua 2026 Segera Dimulai

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Penyerahan tersebut dilakukan bertepatan dengan apel perdana ASN tahun 2026, di Sasana Krida, Senin (5/1).

  Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan, pembagian DPA sejak awal tahun bertujuan agar setiap OPD dapat segera memetakan anggaran serta menyusun rencana kerja secara matang dan terukur.

  “Dengan diterimanya DPA, OPD sudah bisa melihat dan memotret anggaran yang mereka terima. Anggaran itu harus dikerjakan sesuai program yang sudah direncanakan dan tidak boleh di luar ketentuan hukum,” tegas Gubernur.

  Ia mengingatkan seluruh pejabat agar bekerja secara teliti dan terencana sejak awal tahun anggaran, sehingga tidak terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun.

Baca Juga :  Gaji Guru Honorer Rp300 Ribu Disorot

  “Saya tidak mau lagi di akhir tahun kita bekerja secara paksa. Semua harus diprogramkan dengan baik sejak awal, sehingga pada akhir tahun tinggal melaporkan hasil kerja,” ujarnya.

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Penyerahan tersebut dilakukan bertepatan dengan apel perdana ASN tahun 2026, di Sasana Krida, Senin (5/1).

  Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan, pembagian DPA sejak awal tahun bertujuan agar setiap OPD dapat segera memetakan anggaran serta menyusun rencana kerja secara matang dan terukur.

  “Dengan diterimanya DPA, OPD sudah bisa melihat dan memotret anggaran yang mereka terima. Anggaran itu harus dikerjakan sesuai program yang sudah direncanakan dan tidak boleh di luar ketentuan hukum,” tegas Gubernur.

  Ia mengingatkan seluruh pejabat agar bekerja secara teliti dan terencana sejak awal tahun anggaran, sehingga tidak terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun.

Baca Juga :  Bahas Kerusuhan Wamena, Wagub Sumbar Temui Gubernur Papua

  “Saya tidak mau lagi di akhir tahun kita bekerja secara paksa. Semua harus diprogramkan dengan baik sejak awal, sehingga pada akhir tahun tinggal melaporkan hasil kerja,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya