Saturday, January 17, 2026
24.9 C
Jayapura

Festival Cross Border Akan Digelar di Skouw

JAYAPURA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) akan menggelar Festival Cross Border di PLBN Skouw. Pemerintah Provinsi Papua sendiri menyambut baik terkait akan digelarnya kembali Festival tersebut.

Asisten Sekda Papua Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Suzana D Wanggai, S.Pd., MsocSc menyampaikan, Festival Cross Border direncanakan akan digelar pada tanggal 6 – 8 Juli.

“Kegiatan Festival Cross Borde sangat positif, bagaimana kita meningkatkan people to  people. Juga penting untuk hubungan dua negara, terutama di daerah perbatasan,” kata Susi, Selasa (4/7).

Dikatakan Susi, Festival Cross Border bukan hal baru. Tahun tahun sebelumnya juga pernah digelar dan sangat meriah penuh dengan antusias masyarakat, sempat terhenti akibat pandemi melanda Indonesia termasuk wilayah Provinsi Papua.

Baca Juga :  Sepanjang 30 Tahun, 50.011 Kasus HIV/AIDS di Papua

“Masyarakat begitu antusias dengan acara seperti ini, kita berharap lepas dari pandemi Covid-19. Kegiatan kegiatan Festival  kembali normal lagi, begitu juga dengan kegiatan yang selama ini sudah berjalan dan sempat terhenti, secara khusus untuk kegiatan lintas batas  dalam hal ini Festival Crosh Border,” terangnya.

Festival Cross Border sendiri kata Susi, lebih kepada sosial budaya. Ada pentas seni,  tarian, termasuk penampilan penyanyi dari saudara saudara asal PNG.

“Kegiatan ini dalam rangka menjaga hubungan baik dua negara, secara khusus di wilayah perbatasan. Bagaimana pun kita harus meningkatkan people to people antara kedua  masyarakat,” ungkapnya.

Susi juga berharap Festival tersebut untuk meningkatkan pendapatan bagi daerah juga pemasukan bagi pedagang yang ada di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Senggolan dengan Kontainer, Seorang Mahasiswa Kedokteran Tewas

“Dengan kembali digelar Festival Cross Border yang akan menarik jumlah pengunjung cukup banyak di daerah tersebut,” kata Susi.

Sekedar diketahui, Cross Border menyusul penyampaian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang akan kembali menggelar Festival Cross Border di PLBN Skouw.

Dalam kunjungan kerjanya mendampingi Presiden Jokowi pada Maret lalu. Sandiaga mengapresiasi PLBN Skouw yang menjadi gerbang terdepan di timur di Indonesia dikelola dengan baik pasca Covid-19 dengan adanya aktivitas perlintasan sekitar 1.500 orang per hari. (fia/wen)

JAYAPURA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) akan menggelar Festival Cross Border di PLBN Skouw. Pemerintah Provinsi Papua sendiri menyambut baik terkait akan digelarnya kembali Festival tersebut.

Asisten Sekda Papua Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Suzana D Wanggai, S.Pd., MsocSc menyampaikan, Festival Cross Border direncanakan akan digelar pada tanggal 6 – 8 Juli.

“Kegiatan Festival Cross Borde sangat positif, bagaimana kita meningkatkan people to  people. Juga penting untuk hubungan dua negara, terutama di daerah perbatasan,” kata Susi, Selasa (4/7).

Dikatakan Susi, Festival Cross Border bukan hal baru. Tahun tahun sebelumnya juga pernah digelar dan sangat meriah penuh dengan antusias masyarakat, sempat terhenti akibat pandemi melanda Indonesia termasuk wilayah Provinsi Papua.

Baca Juga :  Enggan Langsung Keluarkan Izin Keramaian

“Masyarakat begitu antusias dengan acara seperti ini, kita berharap lepas dari pandemi Covid-19. Kegiatan kegiatan Festival  kembali normal lagi, begitu juga dengan kegiatan yang selama ini sudah berjalan dan sempat terhenti, secara khusus untuk kegiatan lintas batas  dalam hal ini Festival Crosh Border,” terangnya.

Festival Cross Border sendiri kata Susi, lebih kepada sosial budaya. Ada pentas seni,  tarian, termasuk penampilan penyanyi dari saudara saudara asal PNG.

“Kegiatan ini dalam rangka menjaga hubungan baik dua negara, secara khusus di wilayah perbatasan. Bagaimana pun kita harus meningkatkan people to people antara kedua  masyarakat,” ungkapnya.

Susi juga berharap Festival tersebut untuk meningkatkan pendapatan bagi daerah juga pemasukan bagi pedagang yang ada di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Tanah Bermasalah,  9 Bulan Gaji Guru SMAK Belum Dibayarkan 

“Dengan kembali digelar Festival Cross Border yang akan menarik jumlah pengunjung cukup banyak di daerah tersebut,” kata Susi.

Sekedar diketahui, Cross Border menyusul penyampaian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang akan kembali menggelar Festival Cross Border di PLBN Skouw.

Dalam kunjungan kerjanya mendampingi Presiden Jokowi pada Maret lalu. Sandiaga mengapresiasi PLBN Skouw yang menjadi gerbang terdepan di timur di Indonesia dikelola dengan baik pasca Covid-19 dengan adanya aktivitas perlintasan sekitar 1.500 orang per hari. (fia/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya