alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, July 5, 2022

Diperpanjang Tiga Hari

PENCARIAN: Tim SAR gabungan TNI, Polri, basarnas dan masyarakat saat melakukan pencarian jalur darat terhadap helikopter MI-17 milik Penerbad yang hilang kontak, Jumat (28/6) lalu. ( FOTO : Pendam XVII/Cenderawasih for Cepos)

Panglima TNI Kawal Pencarian Helikopter MI-17

SENTANI-Pencarian terhadap helikopter MI-17 yang hilang kontak Jumat pekan lalu, Kamis (4/7) kemarin memasuki hari ketujuh. 

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian baik melalui darat maupun udara, belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan helikopter yang membawa 12 personel yang terdiri dari 7 kru helikopter dan 5 anggota Satgas Pamtas 725/Waroagi. 

Komandan Lanud Silas Papare Jayapura, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Tri Bowo Budi Santoso, mengatakan, upaya pencarian hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil. Oleh sebab itu pencarian terhadap helikopter MI-17 yang hilang kontak ini diperpanjang selama tiga hari ke depan. 

“Kita perpanjang tiga hari kedepan untuk melakukan pencarian terhadap helikopter MI-17. Nanti kalau belum ditemukan, kita akan melakukan evaluasi lagi,” ujarnya kepada wartawan di Base Ops Lanud Silas Papare Jayapura, Kamis (4/7).

Tri Bowo menyebutkan, penambahan tiga hari ini merupakan keputusan bersama tim SAR gabungan. Sebab pihaknya yakin dan optimis bisa menemukan helikopter yang hilang kontak tersebut.

“Kita optimis bisa menemukan dan selama enambahan pencarian ini kami menambah satu unit pesawat CN235 Maritim  Patroli Aircraft (MPA),” ucapnya.

Diakuinya, cuaca yang berubah-ubah setiap menit di Oksibil ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang menjadi penghambat proses pencarian yang dilakukan melalui jalur udara. “Semoga dengan penambahan tiga hari ke depan ini, helikopter MI-17 ini bisa ditemukan,” harapnya.

Untuk pencarian tiga hari ke depan, Danlanud Tri Bowo mengatakan, pencarian akan difokuskan di wilayah Distrik Oksob dan Distrik Okbape. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyisiran di wilayah Airu dan Lereh, Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :  Tegang, Sidang DPRP Diskors Dua Kali

“Dalam pencarian penambahan tiga hari kedepan kita akan meminta bantuan dari pihak swasta yang sering melakukan penerbangan ke sana,” pungkasnya. 

Secara terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. M. Aidi mengatakan, helikopter bell TNI AD ser HA-5185 yang melakukan pencarian, Kamis (4/7) kemarin terpaksa harus kembali mendarat sekira pukul 10.05 WIT akibat cuaca.

Aidi mengatakan, kabut tebal yang mendadak muncul, dengan cepat menutupi daerah lembah dan lereng di pegunungan Oksibil. 

“Pencarian hari ketujuh, Danrem 172/PWY Kol Inf. Binsar Sianipar selaku koordinator SAR di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang meluncurkan tim SAR darat untuk kembali melakukan penyisiran ke Distrik Oksob. Tim dipimpin langsung oleh Dansatgas Yonif 725/Wrg, Letkol Inf Hendry Ginting,” ungkap Kapendam, Kamis (4/7).

Tim SAR darat menurutnya juga menyempatkan diri melakukan doa bersama dan memohon restu dari tetua adat setempat untuk melanjutkan pencarian.

Dengan pertimbangan cuaca yang belum membaik, pada pukul 14.34 WIT proses pencarian melalui udara tidak dapat dilanjutkan dan dinyatakan dihentikan sementara. “Pencarian akan dilanjutkan Jumat (4/7),” tambahnya. 

Sementara itu, Mabes TNI optimistis tim pencari yang mereka kerahkan bisa menemukan helikopter itu. Bahkan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yakin betul pengawak maupun penumpang helikopter tersebut masih hidup. Untuk itu, upaya pencarian terus-menerus mereka laksanakan. 

Baca Juga :  Bupati Jadi Saksi Kasus Video Porno

Keterangan tersebut disampaikan Hadi ketika diwawancarai oleh awak media di SMA Pradita Dirgantara Kamis (4/7). Dia menyampaikan bahwa pihaknya mengawal proses pencarian yang tengah berlangsung. 

”Sampai sekarang masih terus dilakukan pencarian di udara untuk mencari kemungkinan titik hilangnya pesawat tersebut,” terang mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu. 

Sebagai orang nomor satu di tubuh TNI, Hadi sangat mafhum apabila tim pencari berhadapan dengan sejumlah kendala. Sebab, dia juga mengerti medan di Papua berat. Apalagi di Pegunungan Bintang. ”Terutama hutan dan pegunungan yang masih lebat,” imbuhnya. Untuk itu, dia berharap doa dari semua pihak agar proses pencarian segera berbuah hasil yang positif baik untuk TNI maupun keluarga prajurit TNI yang menumpang helikopter itu.

Hadi menekankan, dia termasuk salah seorang yang punya keyakinan kuat bahwa anak buahnya yang hilang bersama helikopter bernomor registrasi HA-5138 itu masih hidup. ”Saya juga masih meyakini (12 orang dalam helikopter) bisa ditemukan dengan selamat,” terang dia. Keyakinan itu kuat menancap dalam benaknya lantaran bukan kali pertama instansinya hilang kontak dengan alat angkut udara di Pegunungan Bintang. 

Menurut Hadi, sebelumnya insiden serupa pernah terjadi. ”Pesawat TNI AU dengan jenis yang sama, helikopter, juga bisa ditemukan dengan keadaan selamat,” bebernya. Karena itu, dia percaya semua prajurit yang ada dalam helikopter tersebut bisa ditemukan dalam keadaan hidup. (bet/fia/nat/JPG)

PENCARIAN: Tim SAR gabungan TNI, Polri, basarnas dan masyarakat saat melakukan pencarian jalur darat terhadap helikopter MI-17 milik Penerbad yang hilang kontak, Jumat (28/6) lalu. ( FOTO : Pendam XVII/Cenderawasih for Cepos)

Panglima TNI Kawal Pencarian Helikopter MI-17

SENTANI-Pencarian terhadap helikopter MI-17 yang hilang kontak Jumat pekan lalu, Kamis (4/7) kemarin memasuki hari ketujuh. 

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian baik melalui darat maupun udara, belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan helikopter yang membawa 12 personel yang terdiri dari 7 kru helikopter dan 5 anggota Satgas Pamtas 725/Waroagi. 

Komandan Lanud Silas Papare Jayapura, Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Tri Bowo Budi Santoso, mengatakan, upaya pencarian hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil. Oleh sebab itu pencarian terhadap helikopter MI-17 yang hilang kontak ini diperpanjang selama tiga hari ke depan. 

“Kita perpanjang tiga hari kedepan untuk melakukan pencarian terhadap helikopter MI-17. Nanti kalau belum ditemukan, kita akan melakukan evaluasi lagi,” ujarnya kepada wartawan di Base Ops Lanud Silas Papare Jayapura, Kamis (4/7).

Tri Bowo menyebutkan, penambahan tiga hari ini merupakan keputusan bersama tim SAR gabungan. Sebab pihaknya yakin dan optimis bisa menemukan helikopter yang hilang kontak tersebut.

“Kita optimis bisa menemukan dan selama enambahan pencarian ini kami menambah satu unit pesawat CN235 Maritim  Patroli Aircraft (MPA),” ucapnya.

Diakuinya, cuaca yang berubah-ubah setiap menit di Oksibil ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang menjadi penghambat proses pencarian yang dilakukan melalui jalur udara. “Semoga dengan penambahan tiga hari ke depan ini, helikopter MI-17 ini bisa ditemukan,” harapnya.

Untuk pencarian tiga hari ke depan, Danlanud Tri Bowo mengatakan, pencarian akan difokuskan di wilayah Distrik Oksob dan Distrik Okbape. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyisiran di wilayah Airu dan Lereh, Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :  Putra Papua Nakhodai IKAPTK Kampus IPDN Kalbar

“Dalam pencarian penambahan tiga hari kedepan kita akan meminta bantuan dari pihak swasta yang sering melakukan penerbangan ke sana,” pungkasnya. 

Secara terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. M. Aidi mengatakan, helikopter bell TNI AD ser HA-5185 yang melakukan pencarian, Kamis (4/7) kemarin terpaksa harus kembali mendarat sekira pukul 10.05 WIT akibat cuaca.

Aidi mengatakan, kabut tebal yang mendadak muncul, dengan cepat menutupi daerah lembah dan lereng di pegunungan Oksibil. 

“Pencarian hari ketujuh, Danrem 172/PWY Kol Inf. Binsar Sianipar selaku koordinator SAR di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang meluncurkan tim SAR darat untuk kembali melakukan penyisiran ke Distrik Oksob. Tim dipimpin langsung oleh Dansatgas Yonif 725/Wrg, Letkol Inf Hendry Ginting,” ungkap Kapendam, Kamis (4/7).

Tim SAR darat menurutnya juga menyempatkan diri melakukan doa bersama dan memohon restu dari tetua adat setempat untuk melanjutkan pencarian.

Dengan pertimbangan cuaca yang belum membaik, pada pukul 14.34 WIT proses pencarian melalui udara tidak dapat dilanjutkan dan dinyatakan dihentikan sementara. “Pencarian akan dilanjutkan Jumat (4/7),” tambahnya. 

Sementara itu, Mabes TNI optimistis tim pencari yang mereka kerahkan bisa menemukan helikopter itu. Bahkan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yakin betul pengawak maupun penumpang helikopter tersebut masih hidup. Untuk itu, upaya pencarian terus-menerus mereka laksanakan. 

Baca Juga :  Gubernur Enembe: Saya Lahir Untuk Papua

Keterangan tersebut disampaikan Hadi ketika diwawancarai oleh awak media di SMA Pradita Dirgantara Kamis (4/7). Dia menyampaikan bahwa pihaknya mengawal proses pencarian yang tengah berlangsung. 

”Sampai sekarang masih terus dilakukan pencarian di udara untuk mencari kemungkinan titik hilangnya pesawat tersebut,” terang mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu. 

Sebagai orang nomor satu di tubuh TNI, Hadi sangat mafhum apabila tim pencari berhadapan dengan sejumlah kendala. Sebab, dia juga mengerti medan di Papua berat. Apalagi di Pegunungan Bintang. ”Terutama hutan dan pegunungan yang masih lebat,” imbuhnya. Untuk itu, dia berharap doa dari semua pihak agar proses pencarian segera berbuah hasil yang positif baik untuk TNI maupun keluarga prajurit TNI yang menumpang helikopter itu.

Hadi menekankan, dia termasuk salah seorang yang punya keyakinan kuat bahwa anak buahnya yang hilang bersama helikopter bernomor registrasi HA-5138 itu masih hidup. ”Saya juga masih meyakini (12 orang dalam helikopter) bisa ditemukan dengan selamat,” terang dia. Keyakinan itu kuat menancap dalam benaknya lantaran bukan kali pertama instansinya hilang kontak dengan alat angkut udara di Pegunungan Bintang. 

Menurut Hadi, sebelumnya insiden serupa pernah terjadi. ”Pesawat TNI AU dengan jenis yang sama, helikopter, juga bisa ditemukan dengan keadaan selamat,” bebernya. Karena itu, dia percaya semua prajurit yang ada dalam helikopter tersebut bisa ditemukan dalam keadaan hidup. (bet/fia/nat/JPG)

Artikel SebelumnyaMasih Sulit Menang
Artikel SelanjutnyaPerlu kompensasi Jika PLN Tak Becus

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/