Menanggapi dugaan awal yang sempat mengarah ke Kodap Yahukimo, Yusuf menegaskan hal tersebut masih sebatas asumsi awal. “Itu baru dugaan awal dan belum bisa dipastikan. Proses penyelidikan masih berjalan tahap demi tahap,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa di wilayah Yahukimo terdapat sekitar tiga kelompok bersenjata yang aktif, termasuk kelompok-kelompok kecil yang kerap bergabung, seperti kelompok Sebyar.
Yusuf menilai pola teror belakangan ini didominasi oleh pelaku usia muda. “Ini kebanyakan anak-anak muda, Gen Z. Mereka bertindak tanpa mempertimbangkan akal sehat. Berbeda dengan kelompok lama, yang dulu tidak pernah menyerang guru, tenaga kesehatan, atau saat orang beribadah. Sekarang sudah tidak lagi berpedoman pada nilai budaya masyarakat Papua,” jelasnya.
Terkait pengamanan, Yusuf memastikan konsentrasi aparat di Yahukimo terus ditingkatkan. “Metode pengamanan sudah kami susun sejak akhir tahun lalu. Sekarang tinggal pelaksanaan dan penyesuaian strategi, karena pola aksi sudah bergeser dari dalam kota ke wilayah pinggiran,” ujarnya.
Ia menambahkan, penambahan pasukan telah dilakukan sejak awal Januari 2026, melibatkan unsur Brimob, Operasi Damai Cartenz, serta tim Gakkum Reskrim.
“Tidak ada kendala berarti. Fokus kami memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui patroli di titik-titik rawan. Sambil patroli berjalan, tim Gakkum terus melakukan identifikasi dan investigasi di lapangan. Kasus ini harus terungkap cepat atau lambat,” tegas Yusuf.(rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q