Sementara itu, dari pantauan wartawan Cenderawasih Pos di lokasi kebakaran, petugas dan mobil Damkar Kabupaten Jayapura pada siang harinya masih diterjunkan untuk melakukan pemadaman di titik titik api yang masih menyala sambil melakukan pendinginan karena masih banyak material yang terbakar mengeluarkan asap, jika tidak dilakukan pendinginan Dikhawatirkan dari asap itu bisa menimbulkan api lagi.
Selain itu, ada barang barang pedagang yang masih tersisa dan bisa diselamatkan para pedagang datang untuk menyelamatkan atau mengangkut barangnya. Terlihat kondisi pasar masih diselimuti panas dan terlihat berantakan karena sisa dari bahan material yang terbakar berserakan berhamburan khususnya seng maupun lapak dagangan berjualan yang ikut terbakar seperti meja kursi.
Ada banyak pedagang berdatangan melihat kondisi tempat mereka jualan seperti Haji Zainuddin yang kios kelontongannya terbakar ludes karena di bagian belakang, ia sendiri saat terjadi kebakaran tidak berada di tempat dan setelah dikasih kabar ia baru menuju Pasar Baru para Sentani namun kiosnya sudah habis terbakar.
Dari musibah tersebut, ia mengaku pasrah dan ia berharap ada kompensasi yang bisa diberikan oleh pemerintah daerah. Selain itu, ia berharap ada lokasi yang baru disediakan untuk berdagang yang kios dan lapaknya terbakar supaya mereka bisa kembali berjualan dan mencari nafkah.
Serta bisa mengusut tuntas apa penyebab kebakaran tersebut, karena di dalam pasar sudah ada penjaganya yang bertugas tiap malam. Hal senada juga dikatakan Maryam selaku penjual di pasar baru pharaa Sentani, Ia pasrah dengan musibah kebakaran tersebut, karena musibah kebakaran terjadi pada dini hari maka semua barang jualannya di dalam pasar tidak bisa diselamatkan sama sekali.
Dia hanya berharap ada perhatian dan bantuan yang diberikan kepada pemerintah untuk dirinya, supaya bisa kembali berjualan lagi. Karena selama ini hidupnya hanya bergantung berjualan di dalam pasar yakni jualan kopi, minuman dan makanan.
Sementara Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay mengatakan berdasarkan keterangan saksi Hj. IMA (58) kebakaran tersebut berawal dari api berasal dari salah satu lapak bagian belakang Blok C dari pasar itu yang kemudian merambat ke Blok B. Dengan cepat api merambat dikarenakan lapak-lapak tersebut terbuat dari kayu.
“Yang mana kebakaran tersebut berawal dari ruko yang merupakan gudang jarang terbuka, kemudian api tersebut menyebar melalui tenda-tenda yang tergantung dan kemudian merembes ke lapak miliknya saat itu,”lanjutnya dalam press rilis diterima Cenderawasih Pos, Senin (2/12) siang.