Wednesday, January 14, 2026
24.7 C
Jayapura

Pendidikan Jangan Dibebankan Satu Pihak Saja

Dinas Pendidikan sebagai instansi teknis harus benar-benar menjalankan fungsi pengawasan, pembinaan, dan pendampingan secara konsisten. Jangan sampai kebijakan hanya berhenti di level pernyataan kepala daerah, tetapi tidak diikuti oleh mekanisme kontrol yang jelas di lapangan. Kepala sekolah pada posisi ini sering berada di tengah, antara tuntutan regulasi dan kenyataan kebutuhan ril sekolah.

Dengan demikian PGRI Papua menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengawal implementasi kebijakan pendidikan. Orang tua bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengawas sosial terhadap jalannya pendidikan.

“Sekolah yang sehat tumbuh dari sinergi antara kepala sekolah yang profesional, dukungan penuh pemerintah, dan partisipasi aktif orang tua serta masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Sejumlah Sekolah di Biak Gelar Ujian Tanpa Kertas

Karena itu pihaknya mengingatkan, jangan sampai peringatan yang tegas dari Walikota ini hanya menimbulkan efek takut pada kepala sekolah, tetapi tidak menyentuh akar masalah.

Kepala sekolah harus diperkuat kapasitasnya, diberikan ruang dialog, dan didukung penuh oleh sistem anggaran yang memadai agar mereka tidak terjebak dalam dilema kebijakan dan kebutuhan sekolah. Selaku ketua PGRI, Elia menegaskan pendidikan tidak boleh dilihat sebagai beban satu pihak saja. Bila ingin membangun generasi Papua yang unggul.

“Semua pihak, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus sama memikul tanggung jawab dengan cara yang benar, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya. (jim)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Negara Federal Ajukan Judicial Review Pasal Makar

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Dinas Pendidikan sebagai instansi teknis harus benar-benar menjalankan fungsi pengawasan, pembinaan, dan pendampingan secara konsisten. Jangan sampai kebijakan hanya berhenti di level pernyataan kepala daerah, tetapi tidak diikuti oleh mekanisme kontrol yang jelas di lapangan. Kepala sekolah pada posisi ini sering berada di tengah, antara tuntutan regulasi dan kenyataan kebutuhan ril sekolah.

Dengan demikian PGRI Papua menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengawal implementasi kebijakan pendidikan. Orang tua bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengawas sosial terhadap jalannya pendidikan.

“Sekolah yang sehat tumbuh dari sinergi antara kepala sekolah yang profesional, dukungan penuh pemerintah, dan partisipasi aktif orang tua serta masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Lestarikan Bahasa Ibu, Bahasa Marind Akan Masuk Muatan Lokal di Merauke

Karena itu pihaknya mengingatkan, jangan sampai peringatan yang tegas dari Walikota ini hanya menimbulkan efek takut pada kepala sekolah, tetapi tidak menyentuh akar masalah.

Kepala sekolah harus diperkuat kapasitasnya, diberikan ruang dialog, dan didukung penuh oleh sistem anggaran yang memadai agar mereka tidak terjebak dalam dilema kebijakan dan kebutuhan sekolah. Selaku ketua PGRI, Elia menegaskan pendidikan tidak boleh dilihat sebagai beban satu pihak saja. Bila ingin membangun generasi Papua yang unggul.

“Semua pihak, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus sama memikul tanggung jawab dengan cara yang benar, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya. (jim)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Pemkab Lanny Jaya Tak Lagi Tanggung Biaya Makan Minum Mahasiswa di Asrama

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya