Monday, March 2, 2026
27.2 C
Jayapura

Pendidikan Jangan Dibebankan Satu Pihak Saja

Dinas Pendidikan sebagai instansi teknis harus benar-benar menjalankan fungsi pengawasan, pembinaan, dan pendampingan secara konsisten. Jangan sampai kebijakan hanya berhenti di level pernyataan kepala daerah, tetapi tidak diikuti oleh mekanisme kontrol yang jelas di lapangan. Kepala sekolah pada posisi ini sering berada di tengah, antara tuntutan regulasi dan kenyataan kebutuhan ril sekolah.

Dengan demikian PGRI Papua menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengawal implementasi kebijakan pendidikan. Orang tua bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengawas sosial terhadap jalannya pendidikan.

“Sekolah yang sehat tumbuh dari sinergi antara kepala sekolah yang profesional, dukungan penuh pemerintah, dan partisipasi aktif orang tua serta masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Dorong Penguatan SDM Lewat Program Beasiswa Terpadu

Karena itu pihaknya mengingatkan, jangan sampai peringatan yang tegas dari Walikota ini hanya menimbulkan efek takut pada kepala sekolah, tetapi tidak menyentuh akar masalah.

Kepala sekolah harus diperkuat kapasitasnya, diberikan ruang dialog, dan didukung penuh oleh sistem anggaran yang memadai agar mereka tidak terjebak dalam dilema kebijakan dan kebutuhan sekolah. Selaku ketua PGRI, Elia menegaskan pendidikan tidak boleh dilihat sebagai beban satu pihak saja. Bila ingin membangun generasi Papua yang unggul.

“Semua pihak, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus sama memikul tanggung jawab dengan cara yang benar, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya. (jim)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Siswa Semakin Rajin ke Sekolah, Program MBG di Biak Disambut Antusias

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Dinas Pendidikan sebagai instansi teknis harus benar-benar menjalankan fungsi pengawasan, pembinaan, dan pendampingan secara konsisten. Jangan sampai kebijakan hanya berhenti di level pernyataan kepala daerah, tetapi tidak diikuti oleh mekanisme kontrol yang jelas di lapangan. Kepala sekolah pada posisi ini sering berada di tengah, antara tuntutan regulasi dan kenyataan kebutuhan ril sekolah.

Dengan demikian PGRI Papua menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengawal implementasi kebijakan pendidikan. Orang tua bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengawas sosial terhadap jalannya pendidikan.

“Sekolah yang sehat tumbuh dari sinergi antara kepala sekolah yang profesional, dukungan penuh pemerintah, dan partisipasi aktif orang tua serta masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembakaran Sekolah, “Kado” Terburuk Jelang HAN

Karena itu pihaknya mengingatkan, jangan sampai peringatan yang tegas dari Walikota ini hanya menimbulkan efek takut pada kepala sekolah, tetapi tidak menyentuh akar masalah.

Kepala sekolah harus diperkuat kapasitasnya, diberikan ruang dialog, dan didukung penuh oleh sistem anggaran yang memadai agar mereka tidak terjebak dalam dilema kebijakan dan kebutuhan sekolah. Selaku ketua PGRI, Elia menegaskan pendidikan tidak boleh dilihat sebagai beban satu pihak saja. Bila ingin membangun generasi Papua yang unggul.

“Semua pihak, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus sama memikul tanggung jawab dengan cara yang benar, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya. (jim)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Tidak Lama Lagi Provinsi Papua Pegunungan Tengah Akan Disahkan

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya