Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah

Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun membongkar benda-benda yang dicurigai sebagai sisa peninggalan perang. Apabila menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus.

“Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman sehingga proses pencarian korban serta penanganan pasca-kejadian dapat berjalan optimal,” tutup IPTU Hidayatullah. Data Cenderawasih Pos diketahui ada 18 orang mengalami luka-luka, dua diantaranya masih dirawat di RSUD Biak. Sementara 56 orang juga dilaporkan mengungsi karena rumahnya mengalami rusak berat.

Dari jumlah pengungsi, 43 orang dewasa dan 13 balita. Dari hasil penyisiran lanjutan, tim Basarnas juga menemukan sejumlah potongan (serpihan) tubuh manusia, potongan itu diduga bagian dari tubuh para korban insinden meledaknya bom eks peninggalan perang kedua itu. Belum diketahui pasti identitas dari potongan tubuh itu, namun dari penyempaikan pihak Basarnas, bahwa ada dari bagian tubuh itu terdapat bekas atau tanda tato.

Baca Juga :  Optimis Pemilu 2024 Akan jadi Partai Pemenang di Papua

Untuk mengindentifikasi potongan tubuh itu, tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) dari Polda Papua dan RSUD Biak “Pencarian kita fokuskan di ring 2, dari hasil penyisiran tim gabungan dan dibantu masyarakat, Basarnas menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh manusia, namun kami belum bisa identifikasi,” tutup Kapolres. (rel/ito/il/de)

Lima korban yang dimakamkan dalam satu liang lahat
1. Israel Raubaba (7)
2. Yisrel Raubaba (5)
3. Karmila Ayorbaba (25)
4. Delfin Raubaba (41)
5. Moris Raubaba (24).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun membongkar benda-benda yang dicurigai sebagai sisa peninggalan perang. Apabila menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus.

“Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman sehingga proses pencarian korban serta penanganan pasca-kejadian dapat berjalan optimal,” tutup IPTU Hidayatullah. Data Cenderawasih Pos diketahui ada 18 orang mengalami luka-luka, dua diantaranya masih dirawat di RSUD Biak. Sementara 56 orang juga dilaporkan mengungsi karena rumahnya mengalami rusak berat.

Dari jumlah pengungsi, 43 orang dewasa dan 13 balita. Dari hasil penyisiran lanjutan, tim Basarnas juga menemukan sejumlah potongan (serpihan) tubuh manusia, potongan itu diduga bagian dari tubuh para korban insinden meledaknya bom eks peninggalan perang kedua itu. Belum diketahui pasti identitas dari potongan tubuh itu, namun dari penyempaikan pihak Basarnas, bahwa ada dari bagian tubuh itu terdapat bekas atau tanda tato.

Baca Juga :  Sempat Ricuh, Pendemo Dibubarkan Paksa

Untuk mengindentifikasi potongan tubuh itu, tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) dari Polda Papua dan RSUD Biak “Pencarian kita fokuskan di ring 2, dari hasil penyisiran tim gabungan dan dibantu masyarakat, Basarnas menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh manusia, namun kami belum bisa identifikasi,” tutup Kapolres. (rel/ito/il/de)

Lima korban yang dimakamkan dalam satu liang lahat
1. Israel Raubaba (7)
2. Yisrel Raubaba (5)
3. Karmila Ayorbaba (25)
4. Delfin Raubaba (41)
5. Moris Raubaba (24).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya