Wednesday, May 29, 2024
28.7 C
Jayapura

Lantamal XI Dinilai Belum Optimal Awasi Laut Arafura

MERAUKE – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX Merauke dinilai belum optimal dalam melakukan pengawasan di sekitar Laut Arafura selama ini. Penilaian ini disampaikan anggota Komisi I DPR RI yang membidangi salah satunya pertahanan Yan Permenas Mandenas, SE, M.Si, kepada wartawan dalam kunjungan kerjanya di Merauke, Rabu (1/3) kemarin.

  Dalam kunjungan kerjanya di Merauke itu, Politisi dari Partai Gerindra asal Papua tersebut mengunjungi langsung Mako Lantamal IX dan diterima Danlantamal IX Merauke Brigjen TNI (Mar) Gatot Mardiyono, SH dan jajaran Lantamal IX Merauke.

Mandenas menjelaskan, pertemuan dengan Danlantamal IX Merauke tersebut untuk membicarakan banyak hal, termasuk banyak masalah di laut yang sering membuat Australia kerepotan menangani masalah nelayan asal Merauke.

Baca Juga :  Marinus Yaung Sinyalir Ada Penjualan Amunisi ke KKB

“Beberapa waktu lalu, saya kunjungan ke Australia dan ketemu dengan Dubes Indonesia dan banyak hal sudah kita bahas terkait dengan berbagai macam pelanggaran yang terjadi di wilayah kita Perairan Arafura.

Ini yang ingin  kita perkuat  Lantamal  supaya Lantamal IX Merauke dapat melakukan patroli rutin untuk melakukan pengawasan di laut terhadap ilegal fishing. Tapi juga kegiatan-kegiatan nelayan yang sudah sering dan berulang kali masuk ke wilayah hukumnya Australia,’’ katanya.

   Mandenas menilai pengawasan yang dilakukan Lantamal  IX Merauke selama ini belum optimal. Ini terjadi karena tidak ada ketersediaan bahan bakar Benol untuk  kapal-kapal KRI milik Lnatamal IX Merauke untuk melakukan patroli di luat.

Baca Juga :  Sepakat Diselesaikan Secara Adat

‘’Kita lagi upayakan agar di Merauke tersedia bahan bakar Benol untuk kapal patroli Lantamal Merauke bisa  parkir di sini untuk melakukan patroli. Karena kapalnya ada. Bukan tidak ada. Tinggal ketersediaan bahan bakar untuk dapat melakukan  patroli rutin,’’ pungkasnya. (ulo/wen)

MERAUKE – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX Merauke dinilai belum optimal dalam melakukan pengawasan di sekitar Laut Arafura selama ini. Penilaian ini disampaikan anggota Komisi I DPR RI yang membidangi salah satunya pertahanan Yan Permenas Mandenas, SE, M.Si, kepada wartawan dalam kunjungan kerjanya di Merauke, Rabu (1/3) kemarin.

  Dalam kunjungan kerjanya di Merauke itu, Politisi dari Partai Gerindra asal Papua tersebut mengunjungi langsung Mako Lantamal IX dan diterima Danlantamal IX Merauke Brigjen TNI (Mar) Gatot Mardiyono, SH dan jajaran Lantamal IX Merauke.

Mandenas menjelaskan, pertemuan dengan Danlantamal IX Merauke tersebut untuk membicarakan banyak hal, termasuk banyak masalah di laut yang sering membuat Australia kerepotan menangani masalah nelayan asal Merauke.

Baca Juga :  Marinus Yaung Sinyalir Ada Penjualan Amunisi ke KKB

“Beberapa waktu lalu, saya kunjungan ke Australia dan ketemu dengan Dubes Indonesia dan banyak hal sudah kita bahas terkait dengan berbagai macam pelanggaran yang terjadi di wilayah kita Perairan Arafura.

Ini yang ingin  kita perkuat  Lantamal  supaya Lantamal IX Merauke dapat melakukan patroli rutin untuk melakukan pengawasan di laut terhadap ilegal fishing. Tapi juga kegiatan-kegiatan nelayan yang sudah sering dan berulang kali masuk ke wilayah hukumnya Australia,’’ katanya.

   Mandenas menilai pengawasan yang dilakukan Lantamal  IX Merauke selama ini belum optimal. Ini terjadi karena tidak ada ketersediaan bahan bakar Benol untuk  kapal-kapal KRI milik Lnatamal IX Merauke untuk melakukan patroli di luat.

Baca Juga :  ADD untuk 179 Kampung Rp 307 Miliar 

‘’Kita lagi upayakan agar di Merauke tersedia bahan bakar Benol untuk kapal patroli Lantamal Merauke bisa  parkir di sini untuk melakukan patroli. Karena kapalnya ada. Bukan tidak ada. Tinggal ketersediaan bahan bakar untuk dapat melakukan  patroli rutin,’’ pungkasnya. (ulo/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya