Saturday, April 13, 2024
25.7 C
Jayapura

Satu Jenazah Tak Dikenal Berhasil Dievakuasi

Senpi Milik Pratu Ferdian Masih Dicari

JAYAPURA – Tim Gabungan TNI-Polri dibantu masyarakat akhirnya kembali berhasil menemukan satu anggota Polres Pegunungan Bintang yang hilang di Sungai Digoel pada Sabtu (29/1) lalu.

  Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menyampaikan bahwa sekitar pukul 15.19 WIT , tim mendapat informasi bahwa telah ditemukan satu jenazah oleh masyarakat di Kampung Arim Distrik Iwur,” ucap Kabid Humas, Selasa (31/1) tadi malam.

Kabid Humas menambahkan sampai saat ini pihaknya belum bisa mengindentifikasi korban tersebut atas nama siapa karena korban langsung dievakuasi ke Pospol Iwur untuk selanjutnya dibawa ke Oksibil. “Dari lokasi ditemukan menuju Pospol Iwur juga belum ada jalan raya jadi tadi anggota langsung membopong, mengevakuasi jenazah dengan berjalan kaki dan jaraknya cukup jauh sekitar 6 jam perjalanan dari Pospol Iwur dan dilanjutkan menggunakan kendaraan ke Kota Oksibil sekitar 3 jam,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jenazah tersebut akan di semayamkan di Distrik Iwur dan besoknya akan dilakukan evakuasi menuju RSUD Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang. Lanjut Kabid Humas, selain penemuan satu jenazah, sekira pukul 16.30 WIT warga juga menemukan sepatu milik salah satu korban.  “Ada sepatu juga ditemukan warga,” imbuhnya. Dari kejadian ini dikatakan tersisa 2  korban yang belum ditemukan beserta 3 unit senjata api.

Baca Juga :  GPS Yang Dibawa Pilot Tidak Terdeteksi

Sementara itu pasca ditemukannya jenazah Pratu Ferdian Dwi Sukma yang hilang setelah insiden putusnya tali jembatan di Kampung Arim Distrik Iwur Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (28/1) lalu. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih masih mencari senjata yang ikut terbawa derasnya arus sungai Digoel.

Ya, hal ini karena senjata yang dibawa Pratu Ferdian sebanyak dua buah yakni Senapan SS1 dan Pistol Revolver.  “Sampai sekarang kedua pucuk senpi itu belum ditemukan masih kita cari,” kata Pangdam kepada wartawan di Koya Koso, Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Selasa (31/1) kemarin.

Salah satu upaya pencarian adalah dengan menggunakan magnet, lantaran arus sungai Digoel itu cukup deras sehingga tidak dapat dilakukan dengan cara menyelam.

Disisi lain pihaknya juga melakukan pendekatan dengan masyarakat sebab sesuai informasi yang diperoleh, senapan SS1 almarhum disandang sedangkan pistol Revolver ditaruh didalam tas kecil.

Baca Juga :  Capaian Pembangunan Papua Menunjukan Perkembangan Baik

“Tasnya sudah ditemukan tetapi pistolnya tidak ada. Alm juga sudah ditemukan tetapi senapan SS1 milik alm juga tidak ditemukan. Itu masih ditanyakan kepada masyarakat, apakah ada yang melihat,” tuturnya.

Pangdam menyebut, terkait putusnya tali jembatan, diduga karena sudah rapuh. Selain itu diduga karena rombongan yang melintasi jembatan tersebut cukup banyak sehingga tidak sesuai dengan daya tahan dari jembatan.

“Saya belum dengar soal sabotase itu, saya tidak ingin berspekulasi dulu. Tapi dari informasi kan rombongan pertama Kapolres dan rombongan kedua Dandim saat lewat lolos. Nah, saat rombongan ketiga lewat, mungkin karena terlalu banyak personel membuat jembatan dayanya berkurang dan akhirnya talinya putus,” bebernya.

Saleh mengatakan di Papua masih banyak Jembatan gantung, untuk mengantisipasi kejadian di Jembatan Digoel terulang ditempat lain, sehingga pihaknya telah bangun komunikasi bersama pihak Balai Jembatan.

“Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua agar kedepannya pembangunan infrastruktur harus lebih diperhatikan lagi kualitasnya,” ucapnya. (ade/rel/wen)

Senpi Milik Pratu Ferdian Masih Dicari

JAYAPURA – Tim Gabungan TNI-Polri dibantu masyarakat akhirnya kembali berhasil menemukan satu anggota Polres Pegunungan Bintang yang hilang di Sungai Digoel pada Sabtu (29/1) lalu.

  Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menyampaikan bahwa sekitar pukul 15.19 WIT , tim mendapat informasi bahwa telah ditemukan satu jenazah oleh masyarakat di Kampung Arim Distrik Iwur,” ucap Kabid Humas, Selasa (31/1) tadi malam.

Kabid Humas menambahkan sampai saat ini pihaknya belum bisa mengindentifikasi korban tersebut atas nama siapa karena korban langsung dievakuasi ke Pospol Iwur untuk selanjutnya dibawa ke Oksibil. “Dari lokasi ditemukan menuju Pospol Iwur juga belum ada jalan raya jadi tadi anggota langsung membopong, mengevakuasi jenazah dengan berjalan kaki dan jaraknya cukup jauh sekitar 6 jam perjalanan dari Pospol Iwur dan dilanjutkan menggunakan kendaraan ke Kota Oksibil sekitar 3 jam,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jenazah tersebut akan di semayamkan di Distrik Iwur dan besoknya akan dilakukan evakuasi menuju RSUD Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang. Lanjut Kabid Humas, selain penemuan satu jenazah, sekira pukul 16.30 WIT warga juga menemukan sepatu milik salah satu korban.  “Ada sepatu juga ditemukan warga,” imbuhnya. Dari kejadian ini dikatakan tersisa 2  korban yang belum ditemukan beserta 3 unit senjata api.

Baca Juga :  GPS Yang Dibawa Pilot Tidak Terdeteksi

Sementara itu pasca ditemukannya jenazah Pratu Ferdian Dwi Sukma yang hilang setelah insiden putusnya tali jembatan di Kampung Arim Distrik Iwur Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (28/1) lalu. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih masih mencari senjata yang ikut terbawa derasnya arus sungai Digoel.

Ya, hal ini karena senjata yang dibawa Pratu Ferdian sebanyak dua buah yakni Senapan SS1 dan Pistol Revolver.  “Sampai sekarang kedua pucuk senpi itu belum ditemukan masih kita cari,” kata Pangdam kepada wartawan di Koya Koso, Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Selasa (31/1) kemarin.

Salah satu upaya pencarian adalah dengan menggunakan magnet, lantaran arus sungai Digoel itu cukup deras sehingga tidak dapat dilakukan dengan cara menyelam.

Disisi lain pihaknya juga melakukan pendekatan dengan masyarakat sebab sesuai informasi yang diperoleh, senapan SS1 almarhum disandang sedangkan pistol Revolver ditaruh didalam tas kecil.

Baca Juga :  Aspirasi Dibawa ke Kantor DPRP dan Bukan ke Polda

“Tasnya sudah ditemukan tetapi pistolnya tidak ada. Alm juga sudah ditemukan tetapi senapan SS1 milik alm juga tidak ditemukan. Itu masih ditanyakan kepada masyarakat, apakah ada yang melihat,” tuturnya.

Pangdam menyebut, terkait putusnya tali jembatan, diduga karena sudah rapuh. Selain itu diduga karena rombongan yang melintasi jembatan tersebut cukup banyak sehingga tidak sesuai dengan daya tahan dari jembatan.

“Saya belum dengar soal sabotase itu, saya tidak ingin berspekulasi dulu. Tapi dari informasi kan rombongan pertama Kapolres dan rombongan kedua Dandim saat lewat lolos. Nah, saat rombongan ketiga lewat, mungkin karena terlalu banyak personel membuat jembatan dayanya berkurang dan akhirnya talinya putus,” bebernya.

Saleh mengatakan di Papua masih banyak Jembatan gantung, untuk mengantisipasi kejadian di Jembatan Digoel terulang ditempat lain, sehingga pihaknya telah bangun komunikasi bersama pihak Balai Jembatan.

“Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua agar kedepannya pembangunan infrastruktur harus lebih diperhatikan lagi kualitasnya,” ucapnya. (ade/rel/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya