Friday, January 2, 2026
26.4 C
Jayapura

KKB Kesulitan Dapatkan Amunisi dan Logistik

Irjen Pol Paulus Waterpauw ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diamankan Tim Gabungan di Puncak Jaya dan Kabupaten Mimika, sepanjang Mei tahun 2020 memiliki peran masing-masing.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw menyebutkan, untuk kelompok yang ada di wilayah Mimika, diperintahkan Lekagak agar  mencari amunisi serta mencari bahan pangan. 

Bahkan menurut Paulus Waterpauw, mereka (KKB-red) diperintahkan untuk berkebun di sekitar area Timika untuk pemenuhan pangan mereka.

“Kelihatannya mereka (KKB-red) sudah kesulitan mendapatkan amunisi dan logistik, karena anggota kita bekerja keras untuk menutup jalur mereka,” ungkapnya, Rabu (3/6).

Dikatakan, DPO KKB dengan inisial OW yang diamankan di Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya pada Jumat (29/5) merupakan pasukan dari KKB Pimpinan Purom Okiman Wenda. 

Baca Juga :  Miras Oplosan, Perintahnya Tangkap dan Tahan

OW diduga terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api pilik personil Polri di wilayah Pegunungan Tengah.

Sementara dua anggota KKB Kalikopi Kabupaten Mimika berinisial TW (25) dan SM (20). TW merupakan pasukan KKB Kodap III Kalikopi yang terlibat dalam aksi penembakan di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020.

Dari hasil pemeriksaan sementara lanjut Kapolda, TW yang bergabung menjadi anggota KKB wilayah Kalikopi sejak 30 Januari 2019 silam dan terlibat aksi penembakan terhadap kasryawan PT Freeport pada 30 Maret 2020 di Kuala kencana yang mengakibatkan satu WNA bernama Graeme Thomas Wall meninggal dunia serta beberapa kejahatan lainnya.

“Untuk kelompok yang ada di Mimika apakah mereka melakukan penyerangan secara sistematis atau secara kebetulan, sedang kami dalami,” pungkasnya.(fia/nat)

Baca Juga :  Satu Keluarga Jadi Tersangka Pencurian Kabel di Keerom
Irjen Pol Paulus Waterpauw ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diamankan Tim Gabungan di Puncak Jaya dan Kabupaten Mimika, sepanjang Mei tahun 2020 memiliki peran masing-masing.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw menyebutkan, untuk kelompok yang ada di wilayah Mimika, diperintahkan Lekagak agar  mencari amunisi serta mencari bahan pangan. 

Bahkan menurut Paulus Waterpauw, mereka (KKB-red) diperintahkan untuk berkebun di sekitar area Timika untuk pemenuhan pangan mereka.

“Kelihatannya mereka (KKB-red) sudah kesulitan mendapatkan amunisi dan logistik, karena anggota kita bekerja keras untuk menutup jalur mereka,” ungkapnya, Rabu (3/6).

Dikatakan, DPO KKB dengan inisial OW yang diamankan di Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya pada Jumat (29/5) merupakan pasukan dari KKB Pimpinan Purom Okiman Wenda. 

Baca Juga :  Jangan Lipat Tangan, Harus Pahami Kondisi di Papua

OW diduga terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api pilik personil Polri di wilayah Pegunungan Tengah.

Sementara dua anggota KKB Kalikopi Kabupaten Mimika berinisial TW (25) dan SM (20). TW merupakan pasukan KKB Kodap III Kalikopi yang terlibat dalam aksi penembakan di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020.

Dari hasil pemeriksaan sementara lanjut Kapolda, TW yang bergabung menjadi anggota KKB wilayah Kalikopi sejak 30 Januari 2019 silam dan terlibat aksi penembakan terhadap kasryawan PT Freeport pada 30 Maret 2020 di Kuala kencana yang mengakibatkan satu WNA bernama Graeme Thomas Wall meninggal dunia serta beberapa kejahatan lainnya.

“Untuk kelompok yang ada di Mimika apakah mereka melakukan penyerangan secara sistematis atau secara kebetulan, sedang kami dalami,” pungkasnya.(fia/nat)

Baca Juga :  Rawan Jika Pejabat Pusat Datang dengan Agenda Ganda

Berita Terbaru

Artikel Lainnya