RPH  Poheram Yoka Terbengkalai

Sejumlah Peralatan dan Fasilitas Sudah Hilang

JAYAPURA – Rumah Potong Hewan (RPH) Poheram Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura yang berstatus RPH Tipe A dengan sistem line system terbengkalai dan tidak lagi beroperasi seperti tujuan awal pembangunan fasilitas ini.  Kondisi tersebut membuat fungsi pengawasan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) tidak berjalan.

   Pantauan langsung Cenderawasih Pos di lokasi RPH,  Rabu (4/11) siang, tidak ada aktivitas pemotongan hewan pun aktivitas pegawai. Selain itu, bangunan terlihat kusam, pintu ruang pemotongan terkunci, kandang penampungan kosong, tidak ada aktivitas pemotongan, rumput liar tumbuh di sekitar lokasi dan sebagian wilayahnya telah digunakan warga untuk berkebun.

Baca Juga :  Telkomsel Diminta Bantu Wifi Gratis dan Atasi Blank Spot    

   Anthonius Mebri, salah satu pegawai RPH yang ditemui Cenderawasih Pos,  menjelaskan RPH tersebut merupakan hibah dari Jepang semenjak tahun 2002 yang berikan kepada pemerintah Indonesia dan dikelola melalui Provinsi Papua.  “Ada 5 RPH di Indonesia, salah satunya dibangun di Yoka dan diresmikan langsung oleh Gubernur pak Salossa” ujarnya.

  Anthonius menjelaskan bahwa sejak awal operasional sebenarnya berlangsung baik, namun nasibnya berubah setelah dialihkan dari Provinsi Papua ke Kota Jayapura, RPH mengalami beberapa kendala.

   “Setelah sudah jalan beberapa tahun, sekitar tahun 2016 itu kita sudah tidak beroperasi lagi. kendala-kendalanya di RPH adalah biaya operasional, biaya pemeliharaan”, katanya.

   Sementara itu terkait peralatan dan fasilitas operasional yang kini tidak berada di dalam bangunan, Anthonius mengaku  ia tidak mengetahui keberadaanya, ia menduga telah disimpan oleh karyawan lainnya.

Baca Juga :  Gubernur: Tidak Boleh Ada Sekat-sekat!

Sejumlah Peralatan dan Fasilitas Sudah Hilang

JAYAPURA – Rumah Potong Hewan (RPH) Poheram Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura yang berstatus RPH Tipe A dengan sistem line system terbengkalai dan tidak lagi beroperasi seperti tujuan awal pembangunan fasilitas ini.  Kondisi tersebut membuat fungsi pengawasan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) tidak berjalan.

   Pantauan langsung Cenderawasih Pos di lokasi RPH,  Rabu (4/11) siang, tidak ada aktivitas pemotongan hewan pun aktivitas pegawai. Selain itu, bangunan terlihat kusam, pintu ruang pemotongan terkunci, kandang penampungan kosong, tidak ada aktivitas pemotongan, rumput liar tumbuh di sekitar lokasi dan sebagian wilayahnya telah digunakan warga untuk berkebun.

Baca Juga :  Fasilitas TPS Harus Ramah Disabilitas

   Anthonius Mebri, salah satu pegawai RPH yang ditemui Cenderawasih Pos,  menjelaskan RPH tersebut merupakan hibah dari Jepang semenjak tahun 2002 yang berikan kepada pemerintah Indonesia dan dikelola melalui Provinsi Papua.  “Ada 5 RPH di Indonesia, salah satunya dibangun di Yoka dan diresmikan langsung oleh Gubernur pak Salossa” ujarnya.

  Anthonius menjelaskan bahwa sejak awal operasional sebenarnya berlangsung baik, namun nasibnya berubah setelah dialihkan dari Provinsi Papua ke Kota Jayapura, RPH mengalami beberapa kendala.

   “Setelah sudah jalan beberapa tahun, sekitar tahun 2016 itu kita sudah tidak beroperasi lagi. kendala-kendalanya di RPH adalah biaya operasional, biaya pemeliharaan”, katanya.

   Sementara itu terkait peralatan dan fasilitas operasional yang kini tidak berada di dalam bangunan, Anthonius mengaku  ia tidak mengetahui keberadaanya, ia menduga telah disimpan oleh karyawan lainnya.

Baca Juga :  Bupati Keerom Bayar Ganti Rugi Lahan Empat Fasilitas Publik

Berita Terbaru

Artikel Lainnya