BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Daftar Penerima MBG

JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mencoret 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono mengatakan, sekolah yang dicoret dari daftar antara lain sekolah swasta internasional serta satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional.

Selain itu, ada juga sekolah yang dinilai sudah mampu membiayai operasionalnya secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah (BOS).

“Saya, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional hari ini telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerimaan manfaat, makan bergizi gratis di seluruh Indonesia,” kata Sudaryono dalam pernyataannya yang diunggah melalui instagram @sudaru_sudaryono, Kamis (10/9).

Baca Juga :  Usai Diusung Jadi Cawapres Prabowo, Gibran Datangi Rumah AHY di Jaksel

Penataan tersebut dilakukan setelah BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag) mendata satuan pendidikan yang menjadi sasaran program MBG. Dari sekitar 580.000 satuan pendidikan mulai dari sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan sekolah keagamaan lainnya, lebih dari 340.000 di antaranya telah mendapatkan MBG.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum menerima program tersebut. BGN menyebut permohonan dari sekolah yang belum mendapatkan layanan MBG terus berdatangan. Permohonan tersebut akan ditelusuri untuk menentukan tahapan pelayanan berikutnya.

“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai dengan saat ini, dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG itu secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai,” ujar Sudaryono.

Baca Juga :  Kejagung Terapkan Hukum Maksimal untuk Pelaku Judi Online Agar Beri Efek Jera

JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mencoret 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono mengatakan, sekolah yang dicoret dari daftar antara lain sekolah swasta internasional serta satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional.

Selain itu, ada juga sekolah yang dinilai sudah mampu membiayai operasionalnya secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah (BOS).

“Saya, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional hari ini telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerimaan manfaat, makan bergizi gratis di seluruh Indonesia,” kata Sudaryono dalam pernyataannya yang diunggah melalui instagram @sudaru_sudaryono, Kamis (10/9).

Baca Juga :  Diskominfo PPS Bantuan  Starlink di Sejumlah Sekolah

Penataan tersebut dilakukan setelah BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag) mendata satuan pendidikan yang menjadi sasaran program MBG. Dari sekitar 580.000 satuan pendidikan mulai dari sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan sekolah keagamaan lainnya, lebih dari 340.000 di antaranya telah mendapatkan MBG.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum menerima program tersebut. BGN menyebut permohonan dari sekolah yang belum mendapatkan layanan MBG terus berdatangan. Permohonan tersebut akan ditelusuri untuk menentukan tahapan pelayanan berikutnya.

“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai dengan saat ini, dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG itu secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai,” ujar Sudaryono.

Baca Juga :  Kemenag Usulkan Biaya Haji Rp 98,8 Juta

Berita Terbaru

Artikel Lainnya