Penumpang Minim, Paket Sembako Ibarat Air di Tengah Savana

Penumpang Minim, Paket Sembako Ibarah Air di Tengah Savana

Di tengah kabut asap yang menyelimuti Pontianak, Dewi Sartika dan para pengemudi ojek online menerima bantuan sembako serta air bersih. Kepedulian Insan Maritim Peduli menjadi penguat bagi warga yang tetap bekerja di tengah udara yang tak bersahabat.

Laporan: Mirza Ahmad Muin_Pontianak

Kabut asap masih menggantung di langit Pontianak ketika Dewi Sartika tiba di Taman Alun Kapuas, Selasa (8/9). Sejak pagi, pengemudi ojek online itu sudah berkumpul bersama rekan-rekannya. Hari itu bukan sekadar rutinitas menunggu order penumpang. Dewi datang untuk menerima bantuan yang dibagikan Insan Maritim Peduli kepada warga dan para pengemudi ojek online.

Baca Juga :  Tak Sekedar Wishlist, tetapi Susun Prioritas Berdasar Urgensi dan Kesejahteraan

Di tengah udara yang kurang bersahabat akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bantuan tersebut terasa berarti bagi Dewi. Ia membawa pulang paket sembako yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Dengan adanya bantuan ini kami merasa sebagai ojol terbantulah, apalagi di musim kabut asap,” kata Dewi usai menerima bantuan.

Sedikitnya 1.000 paket sembako dan 10 ribu liter air bersih dibagikan dalam kegiatan tersebut. Paket sembako yang diterima Dewi berisi air mineral, mi instan, dan minyak goreng. Bagi pekerja seperti Dewi yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu di jalan, kabut asap membuat aktivitas menjadi lebih berat. Karena itu, perhatian yang datang di tengah situasi tersebut menjadi bentuk kepedulian yang ia syukuri.

Baca Juga :  Kekerasan di Tanah Papua Mengarah ke Kejahatan Kemanusiaan

“Kami sangat berterima kasih sekali, sudah peduli sama kami, ojol,” ujarnya.

Sandora, pengemudi ojek online lainnya, merasakan hal serupa. Menurut dia, bantuan tersebut akan sangat membantu para pengemudi yang tetap harus bekerja di luar rumah meski kondisi udara belum sepenuhnya membaik.“Semoga bencana ini cepat berlalu. Dan semoga pemerintah mendapatkan solusinya untuk kami sebagai ojol,” harapnya.

Penumpang Minim, Paket Sembako Ibarah Air di Tengah Savana

Di tengah kabut asap yang menyelimuti Pontianak, Dewi Sartika dan para pengemudi ojek online menerima bantuan sembako serta air bersih. Kepedulian Insan Maritim Peduli menjadi penguat bagi warga yang tetap bekerja di tengah udara yang tak bersahabat.

Laporan: Mirza Ahmad Muin_Pontianak

Kabut asap masih menggantung di langit Pontianak ketika Dewi Sartika tiba di Taman Alun Kapuas, Selasa (8/9). Sejak pagi, pengemudi ojek online itu sudah berkumpul bersama rekan-rekannya. Hari itu bukan sekadar rutinitas menunggu order penumpang. Dewi datang untuk menerima bantuan yang dibagikan Insan Maritim Peduli kepada warga dan para pengemudi ojek online.

Baca Juga :  Semangat Membangun  Papua, Tidak Hanya Berhenti di Kota Jayapura

Di tengah udara yang kurang bersahabat akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bantuan tersebut terasa berarti bagi Dewi. Ia membawa pulang paket sembako yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Dengan adanya bantuan ini kami merasa sebagai ojol terbantulah, apalagi di musim kabut asap,” kata Dewi usai menerima bantuan.

Sedikitnya 1.000 paket sembako dan 10 ribu liter air bersih dibagikan dalam kegiatan tersebut. Paket sembako yang diterima Dewi berisi air mineral, mi instan, dan minyak goreng. Bagi pekerja seperti Dewi yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu di jalan, kabut asap membuat aktivitas menjadi lebih berat. Karena itu, perhatian yang datang di tengah situasi tersebut menjadi bentuk kepedulian yang ia syukuri.

Baca Juga :  Enam Provinsi di Tanah Papua Masih Termiskin, Bukti Pembangunan SDM Jalan

“Kami sangat berterima kasih sekali, sudah peduli sama kami, ojol,” ujarnya.

Sandora, pengemudi ojek online lainnya, merasakan hal serupa. Menurut dia, bantuan tersebut akan sangat membantu para pengemudi yang tetap harus bekerja di luar rumah meski kondisi udara belum sepenuhnya membaik.“Semoga bencana ini cepat berlalu. Dan semoga pemerintah mendapatkan solusinya untuk kami sebagai ojol,” harapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya