WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menilai jika pelaksanaan acara kuali merah putih yang menghadirkan Yutuber Bobon Santoso dalam rangkaian Karya Bakti TNI berskala besar tersebut sangat didukung penuh oleh pemerintah daerah sebab yang dilihat ada acara tersebut bukan hanya untuk makan saja namun ini merupakan kebersamaan.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan yang dilihat sebenarnya adalah kebersamaan dalam satu kuali merah putih, bagaimana semua orang yang hadir kurang lebih 4000 orang bisa makan dalam dua kuali besar itu, suport dari pemerintah ini diperlihatkan dengan menyediakan menu yang dimasak dan disantap bersama.
“Ini salah satu dari kebersamaan, oleh karena itu, kami dari pemerintah Kabupaten Jayawijaya mensuport itu dengan menerdikan satu ekor sampi dan beberapa ekor wam (Babi) untuk dimasak dalam acara kuali merah putih dan ini pertama kalinya dilakukan dan dipusatkan Distrik Asolokobal,”ungkapnya Sabtu (25/7) di Wamena.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini sebenarnya sangat efektif dan sama sekali tidak menghilangkan kebiasaan dan budaya bakar batu, itu tetap ada, untuk kuali merah putih ini moment yang berbeda sehingga antusias masyarakat yang mendatangi lapangan sepak bola Kampung Hepuba, sehingga dapat dilihat 2 jam menganti untuk mengambil makanan belum habis.
WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menilai jika pelaksanaan acara kuali merah putih yang menghadirkan Yutuber Bobon Santoso dalam rangkaian Karya Bakti TNI berskala besar tersebut sangat didukung penuh oleh pemerintah daerah sebab yang dilihat ada acara tersebut bukan hanya untuk makan saja namun ini merupakan kebersamaan.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan yang dilihat sebenarnya adalah kebersamaan dalam satu kuali merah putih, bagaimana semua orang yang hadir kurang lebih 4000 orang bisa makan dalam dua kuali besar itu, suport dari pemerintah ini diperlihatkan dengan menyediakan menu yang dimasak dan disantap bersama.
“Ini salah satu dari kebersamaan, oleh karena itu, kami dari pemerintah Kabupaten Jayawijaya mensuport itu dengan menerdikan satu ekor sampi dan beberapa ekor wam (Babi) untuk dimasak dalam acara kuali merah putih dan ini pertama kalinya dilakukan dan dipusatkan Distrik Asolokobal,”ungkapnya Sabtu (25/7) di Wamena.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini sebenarnya sangat efektif dan sama sekali tidak menghilangkan kebiasaan dan budaya bakar batu, itu tetap ada, untuk kuali merah putih ini moment yang berbeda sehingga antusias masyarakat yang mendatangi lapangan sepak bola Kampung Hepuba, sehingga dapat dilihat 2 jam menganti untuk mengambil makanan belum habis.