Kuali Merah Putih Bukan Berbicara Soal Makan Saja, Tapi untuk Kebersamaan

“Kami sendiri sudah mencoba makan, masakan dari Bobon Santoso baik itu daging sapi maupun daging wam dan rasanya memgn luar biasa, dan momet ini memunculkan kebersamaan sesungguhnya, semua bersatu, bekerja dan makan bersama,”jelas Bupati Murib

Dikatakan, budaya di Papua Pegunungan ini sudah sering makan bersama dengan bakar batu, sedangkan untuk acara kuali merah putih ini juga sama makan bersama hanya saja ada hal baru yang dilakukan dan berjalan efektif serta semua merata.

“Kami juga sampaikan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya tak usah terpengaruh dengan isu -isu yang lain seperti militerisme atau  isu acara ini membawa isu politik atau pesan kemasan dari Jakarta untuk hal -hal negatif untuk masyarakat Jayawijaya tidak benar, sebab saya sendiri terlibat didalam kegiatan ini,”kata Bupati Jayawijaya.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Buka Penerimaan CPNS Khusus Anak Asli Amungme dan Kamoro

Mantan Dandim 1702/ Jayawijaya meminta kepada masyarakat untuk melihat sisi kebaikan yang dilakukan, rangkaian positif yang diterima adalah manfaat dari karya bakti TNI yang masuk dengan pembangunan di wilayah Jayawijaya, contoh seperti distrik Asolokobal ada dibangun jembatan di kampung hetapo dan satu jembatan lagi di Distrik Maima.(jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Kami sendiri sudah mencoba makan, masakan dari Bobon Santoso baik itu daging sapi maupun daging wam dan rasanya memgn luar biasa, dan momet ini memunculkan kebersamaan sesungguhnya, semua bersatu, bekerja dan makan bersama,”jelas Bupati Murib

Dikatakan, budaya di Papua Pegunungan ini sudah sering makan bersama dengan bakar batu, sedangkan untuk acara kuali merah putih ini juga sama makan bersama hanya saja ada hal baru yang dilakukan dan berjalan efektif serta semua merata.

“Kami juga sampaikan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya tak usah terpengaruh dengan isu -isu yang lain seperti militerisme atau  isu acara ini membawa isu politik atau pesan kemasan dari Jakarta untuk hal -hal negatif untuk masyarakat Jayawijaya tidak benar, sebab saya sendiri terlibat didalam kegiatan ini,”kata Bupati Jayawijaya.

Baca Juga :  Bapperinda Gelar Monitorong Meja Sebelum Turlap

Mantan Dandim 1702/ Jayawijaya meminta kepada masyarakat untuk melihat sisi kebaikan yang dilakukan, rangkaian positif yang diterima adalah manfaat dari karya bakti TNI yang masuk dengan pembangunan di wilayah Jayawijaya, contoh seperti distrik Asolokobal ada dibangun jembatan di kampung hetapo dan satu jembatan lagi di Distrik Maima.(jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya