JAYAPURA – Diskusi penguatan kapasitas yang dilakukan di Rumah Besar Ondoafi Hebeybhulu Kampung Yoka dengan narasumber seorang motivator muda, Kaka Jose dan melibatkan pemuda hingga janda dan duda di Kampung Yoka memberi pesan mendalam bagi Ondoafi Hebeybhulu, David Onsha Mebri. Ia mengaku ada konsep dan pola pikir yang kemudian bisa terbuka usai diskusi hampir 3 jam tersebut.
Ia menyimpulkan bahwa ada sebuah kesadaran dan gerakan yang harus dilakukan dan itu dimulai dari Yoka. Gerakan positif yang dimotori oleh anak-anak muda sebagai mesin perubahan. Ia memami bahwa banyak potensi generasi muda Yoka yang belum dibangunkan. Potensi yang sejatinya bisa dimulai dari hal kecil untuk capaian yang besar.
Ia melihat keseharian generasi muda Yoka selama ini hanya begitu-begitu saja sehingga dari diskusi peningkatan kapasitas ini dianggap ada siraman yang mencerahkan dan semangat baru untuk melakukan sesuatu yang lebih. Sebuah perubahan yang harusnya dimulai dari rumah sendiri.
“Ini nutrisi yang luar biasa sebab ada banyak potensi di kampung yang belum tergarap dan dari moment ini saya ajak untuk menggunakan potensi yang ada. Saya bangga dan ini baru pertama kali ada bicara-bicara begini di kampung dan kami hormat,” kata David Mebri usai kegiatan, Sabtu (4/7) di Yoka.
Ia menyebut Kaka Jose adalah salah satu anak adat tertua di Heram dan lewat peningkatan kapasitas ini ia ingin ada kelanjutan. Pemuda perlu diarahkan untuk terlibat dan berpartisipasi untuk menggali apa yang ada di Yoka. Tinggal nanti bagaimana ada kolaborasi dari pemerintahan kampung, pemerintahan distrik maupun kota untuk mendorong sama-sama. “Dari penyampaian saya kepada pemuda adat untuk lebih sering melibatkan diri ke kegiatan Pemuda Heram untuk sama-sama menggali potensi yang dimiliki,” tambahnya.
Ondoafi David Mebri melihat Yoka juga memiliki potensi sumber daya alam yang belum tergarap maksimal. Ada pantai yang bisa menawarkan view atau pemandangan indah jelang sore termasuk cerita sejarah yang saat ini rasanya sudah sulit diketahui jika tak diceritakan oleh orang-orang tua. Iapun berulang kali meminta harus ada perubahan di kampung ini dan itu dilakukan bersama-sama. Kaka Jose dan Pemuda Heram sudah memberi ruang tinggal disambut oleh pemuda dari Yoka.
Kepala Distrik Heram, Louis Mebri menyampaikan bahwa selama ini anak-anak muda di Heram termasuk Yoka kerap dianggap sebagai anak-anak yang nakal dan hanya tau palang dan mabuk padahal itu hanya kulit-kulit saja.
“Saya lama tinggal disini (Yoka) dan saya ingin katakan bahwa anak-anak Heram, Yoka sebenarnya anak-anak baik. Saya tahu itu. Hanya mereka perlu diberi kesempatan dan kepercayaan untuk melakukan hal-hal positif, jika itu diberikan saya yakin sekali mereka bisa menjadi pemuda unggulan,” beber Louis.
Dari pertemuan yang diinisiasi oleh Pemuda Heram ini ia berharap bisa menitipkan secercah harapan yang lebih baik. Mengangkat kembali generasi muda ke panggung yang sebenarnya. Sementara Kaka Jose dalam diskusinya mengambil tajuk yang masih sama yakni membangun kapasitas. Ia memahami betul bahwa ada hal yang harus diingatkan ke masyarakat khususnya pemuda di kampung terkait dampak dari kemajuan era.
Perubahan yang sangat besar terus bergulir dan generasi muda Papua harus segera bersikap, merespon perubahan itu dengan mindset yang lebih siap dan cerdas. Dan seperti gaya sebelum-sebelumnya, Kaka Jose bercerita dengan lepas dengan mengaitkan kondisi terkini kemudian dikaitkan dengan hal-hal yang sudah mengalami perubahan di luar. Cerita-cerita inspiratif dipasang dan dibeberkan.
Hanya saja dari hal mendasar ini jika tidak disikapi maka hasilnya akan begitu-begitu saja. Karenaya memang harus ada pergerakan dan ada yang memulai. Jose menyampaikan dengan gamblang bahwa ada kesadaran yang harus dimunculkan dan dari kesadaran itu patut dibarengi dengan perubahan.
“Orang Papua tak bisa lagi mengatakan semua masih baik-baik saja. Semua akan indah pada waktunya namun tidak melakukan apa-apa dan menganggap potensi sumber daya yang dimiliki masih bisa digunakan untuk hidup hari ini dan hari-hari ke depan sementara di luar sana semua orang sudah saling berpacu, saling berinteraksi dan menciptakan hal-hal baru yang jauh lebih modern,” kata Jose.
“Kita tertinggal jauh jika hanya duduk diam, malas-malasan, bermain HP apalagi saling menjatuhkan, menjelekkan dan tidak bersatu,” tambahnya.
Ia kembali mengingatkan Papua saat ini sedang tidak baik-baik saja dan gerakan ataupun gaya lama tak bisa terus dipertahankan. Harus ada pemikiran dan mendorong ke arah perubahan besar.
Jose memberi contoh soal kalimat tidak baik-baik saja itu dimana setiap tahunnya Pemkab Biak menyerahkan 600 lebih peti jenasah kepada rakyat yang tidak mampu. Ini artinya dengan jumlah penduduk Papua yang sudah sedikit, ternyata angka kematian masih saja tinggi. Ini baru di Biak dan baru soal mereka yang kurang mampu, belum mereka yang mampu.
Bagaimana dengan daerah lain yang kondisinya jauh lebih sulit. Jose lantas mengaitkan dengan fenomena di pekuburan kristen Buper Waena. Diambil dari pengamatan dan pengalamannya, ia menyebut bahwa jika ada jenasah yang ingin di kuburkan ke pemakaman umum kristen maka saat jenasah dan rombongan tiba tidak bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang liang lahat.
Pihak keluarga duka harus menunggu ibadah dari keluarga lain yang lebih dulu tiba. Nantinya setelah selesai baru bisa melakukan pemakaman. Dan menariknya, saat proses ibadah pemakaman biasa sudah ada keluarga duka lain yang menunggu. Ini artinya angka kematian khususnya bagi orang Papua juga masih tinggi. “Sehari bisa sampai 5 atau 6 orang Papua mati, ini ironi sekali,” beber Jose.
Nah dari situasi tersebut seharusnya menurut Jose, ada perubahan paradigma yang mengarah ke positif untuk berbagai hal. Menjaga antar sesama, memperbaiki pola hidup dan memperhatikan hal-hal yang berpotensi memberi dampak negatif.
“Jika melihat dari tingginya angka kematian, artinya dari aspek kesehatan, gizi dan lainnya bisa saja ada yang terganggu. Mengapa sekarang orang banyak yang meninggal, apakah karena sakit, kecelakaan, atau faktor kurang gizi. Ini harus kita cermati bersama-sama,” jelas Kaka Jose.
Ia menarik jauh ke belakang terkait awal mula peradaban. Kala itu Izaak Samuel Kiejne saat datang ke Mansinam dititipkan soal bangkitnya peradaban. Namun jika dkiaitkan dengan situasi saat ini maka yang menjadi pertanyaan adalah pemuda yang mana yang harus bangkit karena kebanyakan lebih memilih berada di zona nyaman dan begitu-begitu saja. Namun ini menjadi pengingat bahwa pesan itu sudah dititipkan dan harus disikapi.
Jose menegaskan bahwa saat titik utama untuk mendorong peradaban tersebut adalah dimulai dari negeri matahari terbit atau Tabi. Jose menjelaskan bahwa Tabi merupakan sikap hormat ketika situasi sedang terik. Itu untuk menutupi wajah dari panas matahari. Artinya orang-orang di negeri Tabi ini mendapatkan cahaya lebih dulu dibanding daerah lain sehingga mereka yang tinggal di pinggir-pinggir danau seharusnya menjadi sosok-sosok orang cerdas mengingat founding father asal Sentani sudah meletakkan cikal bakal perubahan itu.
“Banyak pemuda di Papua dari berbagai daerah namun saat ini mereka menunggu kakak tertua mereka memulai. Gerakan yang dimulai dari kesadaran. Ingat dulu almarhum Arnold Ap pernah bicara soal potensi dari pinggir danau ini. Lalu para antropolog juga berbicara hal yang sama karena disini ada kerajaan besar di pinggir danau,” ungkap Kaka Jose. Dikatakan saat ini pemuda asal Maybrat, asal Paniai dan berbagai daerah lainnya sudah bergerak maju tapi permasalahannya mereka tidak bisa mendahului karena ada sosok di pinggir danau ini yang harus melangkah lebih dulu.
“Tapi saya mau katakan bahwa tidak bisa jika bukan dari kesadaran tadi,”timpalnya. Image tentang Kampung Yoka dimana anak-anaknya dikenal nakal, suka palang, lalu ada sari buah Yoka (SBY) termasuk membakar jika tidak suka ini dulu yang perlu diperbaiki. Jangan cepat tersinggung, tersulut dan melakukan tindakan yang akhirnya merugikan diri sendiri. “Raja sedang tertidur dan siapa yang mau datang membangkitkan raja kalau pemudanya diam saja,” singgung Jose.
Meski begitu Josen meminta generasi muda jangan pesimis dengan situasi yang ada selama memiliki komitmen. Jose lantas memutar video pendek terkait kiprah sepakbola seorang pemuda asal Prancis, Michael Olise. Olise sejak kecil dikenal nakal, bengal dan sulit mengikuti aturan. Yang ia tahu hanyalah bermain bola. Itu saja yang ada dalam pikirannya. Dari keuletan dan ketekunannya Olise kini menjadi bintang muda Prancis.
Itu soal spirit muda. Jose juga memutar video soal salah satu gang di Duren Sawit Jakarta yang sejatinya tak memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan hanya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM). Namun dari ide dan komitmen bersama warga di gang tersebut akhirnya semua berubah. Gang sempit itu disulap menjadi tempat yang menarik dan memberi manfaat double – double.
Ada akuarium di sepanjang jalan yang menjadi ketahanan pangan termasuk sayur mayur. “Ini sampai media dari China datang meliput. Mereka ingin tahu mengapa dari tempat sempit ini bisa membawa hal yang luar biasa. Sementara di Yoka SDA maupun SDM ada tapi belum tergarap semua. “Ayolah, kita punya lengkap bahkan melebihi harusnya bisa lebih,” imbuhnya. Diakhir diskusi Jose menitipkan singkatan PAPEDA.
Penjelasannya yaitu Persistence (kegigihan/semangat pantang menyerah). Lalu Attitude atau sikap dari dalam dan Personal, Etos serta Disiplin. “Untuk kegigihan ini saya bisa memberi contoh dimana di media sosial banyak yang mengolok-olok saya. Saya tidak peduli, justru dengan itu saya akan semakin dikenal. Saya tomako batu,” tegas Jose disambut tepuk tangan.
Kemudian soal personal ini kembali ke managemen, bagaimana kita mengatur waktu, memanfaatkan sebaik mungkin dan Etos berbicara soal kebiasaan dan pola kerja. Jangan cepat menyerah, harus mau terbuka, belajar dan menerima masukan. Lie Kwan Yeuw Presiden Singapura menggunakan konsep ini dan ia merubah Singapura dari yang minim SDA namun masyarakatnya kini sangat sejahtera,” tutup Jose.
Sementara diakhir kegiatan panitia juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada janda dan duda yang sedari awal terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q