Pertamina Sebut Antrean di SPBU Karena Situasional Pagi Hari
MIMIKA- Antrean panjang kendaraan dilaporkan kembali melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (3/6) pagi.
Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah tersebut. Pantauan di lapangan menunjukkan salah satu titik kemacetan terparah berada di SPBU SP 2. Ratusan truk logistik dan angkutan barang terpaksa mengantre hingga ratusan meter, ekor antrean bahkan mencapai area depan Puskesmas SP 2.
Kondisi ini mulai mengganggu akses fasilitas publik dan memicu keluhan dari para pengguna jalan. Demi mendapatkan pasokan solar, para pengemudi truk mengaku harus mengorbankan waktu kerja mereka untuk mengantre sejak dini hari.
“Sa sudah parkir dari jam 2 lewat tadi malam. Karena sudah tau pasti banyak yang antri untuk isi solar toh,” jelas Anto, seorang sopir truk yang ditemui di lokasi, Rabu.
Para pengemudi menyatakan belum mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan tersebut serta informasi mengenai kepastian pasokan. Kendati demikian, mereka memilih tetap bertahan di jalur antrean agar tetap dapat beroperasi.
Pertamina Sebut Antrean di SPBU Karena Situasional Pagi Hari
MIMIKA- Antrean panjang kendaraan dilaporkan kembali melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (3/6) pagi.
Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah tersebut. Pantauan di lapangan menunjukkan salah satu titik kemacetan terparah berada di SPBU SP 2. Ratusan truk logistik dan angkutan barang terpaksa mengantre hingga ratusan meter, ekor antrean bahkan mencapai area depan Puskesmas SP 2.
Kondisi ini mulai mengganggu akses fasilitas publik dan memicu keluhan dari para pengguna jalan. Demi mendapatkan pasokan solar, para pengemudi truk mengaku harus mengorbankan waktu kerja mereka untuk mengantre sejak dini hari.
“Sa sudah parkir dari jam 2 lewat tadi malam. Karena sudah tau pasti banyak yang antri untuk isi solar toh,” jelas Anto, seorang sopir truk yang ditemui di lokasi, Rabu.
Para pengemudi menyatakan belum mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan tersebut serta informasi mengenai kepastian pasokan. Kendati demikian, mereka memilih tetap bertahan di jalur antrean agar tetap dapat beroperasi.