KDM Siapkan Beasiswa untuk 40 Anak Papua Kuliah di Bandung

JAYAPURA-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan program beasiswa bagi 40 anak asli Papua untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Bandung, Jawa Barat. Program tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III Tahun 2026 di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Jumat (29/5).

“Silakan kuliah di Bandung, biaya hidupnya kami tanggung sampai selesai,” ujar Dedi dalam arahannya.

Menurutnya, pendidikan di luar Papua penting untuk membentuk karakter, mental bersaing, dan memperluas pengalaman generasi muda Papua agar mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Pria yang biasa disapa KDM ini mengatakan, mahasiswa Papua harus terbiasa hidup dan bersaing di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan pola pikir masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Kegagalan Komunikasi, Ketika Sistem tidak Berbicara dan Nyawa yang Menjawab

“Tapi kalau nanti saya galak-galak sama anak Papua di sana, sebenarnya itu bukan benci. Itu karena mereka tidak lagi bersaing hanya dengan orang Papua, tetapi dengan banyak orang yang punya strategi dan karakter persaingan yang keras,” katanya.

Ia menilai masyarakat Papua memiliki karakter terbuka dan mudah percaya kepada orang lain, sama seperti masyarakat Jawa. “Orang Papua sama dengan orang Jawa, tidak punya kecurigaan pada orang lain. Semua orang dianggap baik dan teman,” ujarnya.

Karena itu, menurut Dedi, generasi muda Papua perlu dipersiapkan secara pendidikan, ekonomi, dan kemampuan sosial agar mampu berkembang serta bersaing di tingkat nasional.

“Yang perlu didorong adalah kesejahteraan masyarakat, budayanya berkembang, ekonominya meningkat, dan generasinya siap menghadapi masa depan,” katanya.

Baca Juga :  KPK-Pemkab Merauke Siap Tarik 100 Unit Mobil Dinas 

JAYAPURA-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan program beasiswa bagi 40 anak asli Papua untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Bandung, Jawa Barat. Program tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III Tahun 2026 di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Jumat (29/5).

“Silakan kuliah di Bandung, biaya hidupnya kami tanggung sampai selesai,” ujar Dedi dalam arahannya.

Menurutnya, pendidikan di luar Papua penting untuk membentuk karakter, mental bersaing, dan memperluas pengalaman generasi muda Papua agar mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Pria yang biasa disapa KDM ini mengatakan, mahasiswa Papua harus terbiasa hidup dan bersaing di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan pola pikir masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

“Tapi kalau nanti saya galak-galak sama anak Papua di sana, sebenarnya itu bukan benci. Itu karena mereka tidak lagi bersaing hanya dengan orang Papua, tetapi dengan banyak orang yang punya strategi dan karakter persaingan yang keras,” katanya.

Ia menilai masyarakat Papua memiliki karakter terbuka dan mudah percaya kepada orang lain, sama seperti masyarakat Jawa. “Orang Papua sama dengan orang Jawa, tidak punya kecurigaan pada orang lain. Semua orang dianggap baik dan teman,” ujarnya.

Karena itu, menurut Dedi, generasi muda Papua perlu dipersiapkan secara pendidikan, ekonomi, dan kemampuan sosial agar mampu berkembang serta bersaing di tingkat nasional.

“Yang perlu didorong adalah kesejahteraan masyarakat, budayanya berkembang, ekonominya meningkat, dan generasinya siap menghadapi masa depan,” katanya.

Baca Juga :  KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Berita Terbaru

Artikel Lainnya