Di Balik Hangatnya Herbal Kemasan, Ada Risiko untuk Hati

SEMARANG-Obat herbal kemasan cair seringkali menjadi pilihan instan yang praktis dan saat gejala masuk angin, batuk, atau perut mual menyerang. Karena terbuat dari rempah-rempah, produk ini kerap dianggap sebagai solusi alami yang sepenuhnya aman. Namun, di balik citranya yang “alami” tersebut, sejumlah studi dan pakar kesehatan memperingatkan adanya potensi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Salah satu bahan yang memberikan rasa hangat dan aroma khas pada banyak obat herbal kemasan adalah kayu manis. Yang jarang disadari konsumen, industri herbal sering menggunakan kayu manis jenis Cassia (Cinnamomum burmannii). Berbeda dengan kayu manis Ceylon yang kandungan kumarinnya sangat rendah (sekitar 0,004%), kayu manis Cassia bisa mengandung kumarin hingga 1 persen, atau 250 kali lipat lebih tinggi.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Awasi Kesehatan Hewan Kurban

Kumarin adalah senyawa alami yang, jika terakumulasi dalam jumlah besar, diketahui memiliki sifat hepatotoksik atau beracun bagi organ hati. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Dr.rer.nat. Muhaimin, M.Si., menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering abai terhadap takaran obat herbal. “Jadi walaupun kita menggunakan pengobatan yang berbasis bahan alam, tetap dosis itu diperhatikan,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Unpad.

Prof. Muhaimin menjelaskan bahwa tidak semua zat yang terlarut dari bahan alam itu bermanfaat bagi tubuh. Beberapa di antaranya bahkan bisa bersifat racun jika dikonsumsi melebihi batas kewajaran. “Kalau banyak akan menumpuk di tubuh,” ia memperingatkan, menepis anggapan bahwa semua yang alami pasti bisa dikonsumsi tanpa batas.Di negara lain, otoritas kesehatan telah lama mengambil langkah antisipatif. Badan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan batas aman konsumsi kumarin harian (TDI) hanya sebesar 0,1 miligram per kilogram berat badan.

Baca Juga :  Hingga Februari, Pembayaran Klaim JKN Capai Rp235 M

Sementara itu, Institut Penilaian Risiko Federal Jerman (BfR) mengeluarkan peringatan tegas: “Dari penggunaan kumarin sebagai obat, diketahui bahwa dosis yang relatif kecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan hati pada orang yang sensitif.” Studi toksikologi dalam jurnal Regulatory Toxicology and Pharmacology juga mengungkap bahwa penggunaan ekstrak kayu manis Cassia secara berlebihan tidak hanya mengancam hati, tetapi berpotensi memicu nefrotoksisitas (kerusakan ginjal).

SEMARANG-Obat herbal kemasan cair seringkali menjadi pilihan instan yang praktis dan saat gejala masuk angin, batuk, atau perut mual menyerang. Karena terbuat dari rempah-rempah, produk ini kerap dianggap sebagai solusi alami yang sepenuhnya aman. Namun, di balik citranya yang “alami” tersebut, sejumlah studi dan pakar kesehatan memperingatkan adanya potensi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Salah satu bahan yang memberikan rasa hangat dan aroma khas pada banyak obat herbal kemasan adalah kayu manis. Yang jarang disadari konsumen, industri herbal sering menggunakan kayu manis jenis Cassia (Cinnamomum burmannii). Berbeda dengan kayu manis Ceylon yang kandungan kumarinnya sangat rendah (sekitar 0,004%), kayu manis Cassia bisa mengandung kumarin hingga 1 persen, atau 250 kali lipat lebih tinggi.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Bakal Lanjutkan Program Kerja Jokowi

Kumarin adalah senyawa alami yang, jika terakumulasi dalam jumlah besar, diketahui memiliki sifat hepatotoksik atau beracun bagi organ hati. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Dr.rer.nat. Muhaimin, M.Si., menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering abai terhadap takaran obat herbal. “Jadi walaupun kita menggunakan pengobatan yang berbasis bahan alam, tetap dosis itu diperhatikan,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Unpad.

Prof. Muhaimin menjelaskan bahwa tidak semua zat yang terlarut dari bahan alam itu bermanfaat bagi tubuh. Beberapa di antaranya bahkan bisa bersifat racun jika dikonsumsi melebihi batas kewajaran. “Kalau banyak akan menumpuk di tubuh,” ia memperingatkan, menepis anggapan bahwa semua yang alami pasti bisa dikonsumsi tanpa batas.Di negara lain, otoritas kesehatan telah lama mengambil langkah antisipatif. Badan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan batas aman konsumsi kumarin harian (TDI) hanya sebesar 0,1 miligram per kilogram berat badan.

Baca Juga :  Gerindra Sebut MKMK Tidak Bisa Membatalkan Putusan Hakim MK yang Bersifat Final

Sementara itu, Institut Penilaian Risiko Federal Jerman (BfR) mengeluarkan peringatan tegas: “Dari penggunaan kumarin sebagai obat, diketahui bahwa dosis yang relatif kecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan hati pada orang yang sensitif.” Studi toksikologi dalam jurnal Regulatory Toxicology and Pharmacology juga mengungkap bahwa penggunaan ekstrak kayu manis Cassia secara berlebihan tidak hanya mengancam hati, tetapi berpotensi memicu nefrotoksisitas (kerusakan ginjal).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya