TP PKK Jayapura Siapkan Kebutuhan Ibu Hamil Lewat Program “SABUMIL”

JAYAPURA – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Jayapura, Papua menyiapkan kebutuhan ibu hamil melalui program Gerakan Sapa Ibu Hamil (SABUMIL).

Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis, mengatakan program “SABUMIL” adalah upaya pihaknya dan pemerintah daerah setempat untuk lebih dekat dengan ibu hamil khususnya yang berisiko dan yang sudah mendekati trimester akhir.

“Dalam program ini kami menyiapkan kebutuhan ibu hamil berupa bahan makanan, bahan pokok, vitamin, serta paket perlengkapan bayi,” katanya.

Menurut Anitha, semua bantuan tersebut diberikan untuk memberi semangat dan dukungan agar ibu hamil tetap kuat menjalani proses kehamilan hingga persalinan.

Baca Juga :  Masyarakat Minta Lampu Penerangan Jalan  Setiap Malam Harus Nyala

“Program ini secara khusus menyasar ibu hamil berisiko kurang gizi yang biasanya memiliki ciri fisik kurus, lingkar lengan kecil, dan wajah pucat karena kondisi ini umumnya disebabkan asupan gizi kurang, kelelahan, dan pola hidup tidak sehat,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya menegaskan pemenuhan gizi tidak harus mahal namun bahan pangan lokal seperti tahu, tempe dan sayuran dinilai cukup untuk menjaga ketahanan ibu dan janin.

JAYAPURA – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Jayapura, Papua menyiapkan kebutuhan ibu hamil melalui program Gerakan Sapa Ibu Hamil (SABUMIL).

Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis, mengatakan program “SABUMIL” adalah upaya pihaknya dan pemerintah daerah setempat untuk lebih dekat dengan ibu hamil khususnya yang berisiko dan yang sudah mendekati trimester akhir.

“Dalam program ini kami menyiapkan kebutuhan ibu hamil berupa bahan makanan, bahan pokok, vitamin, serta paket perlengkapan bayi,” katanya.

Menurut Anitha, semua bantuan tersebut diberikan untuk memberi semangat dan dukungan agar ibu hamil tetap kuat menjalani proses kehamilan hingga persalinan.

Baca Juga :  Pemkab Jayapura Lakukan Simulasi Pemilihan Sampah Plastik

“Program ini secara khusus menyasar ibu hamil berisiko kurang gizi yang biasanya memiliki ciri fisik kurus, lingkar lengan kecil, dan wajah pucat karena kondisi ini umumnya disebabkan asupan gizi kurang, kelelahan, dan pola hidup tidak sehat,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya menegaskan pemenuhan gizi tidak harus mahal namun bahan pangan lokal seperti tahu, tempe dan sayuran dinilai cukup untuk menjaga ketahanan ibu dan janin.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya