Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

WAMENA – Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung Tulem Distrik Libarek Kabupaten Jayawijaya Selasa (5/5).
Dimana yang menjadi korban adalah DW dan Saudarinya YW yang dihadang 3 orang tak dikenal dan mengambil beberapa barang seperti HP, Dompet yang isinya KTP dan Kartu ATM serta tas noken.

Kapolsek Wamena Kota AKP Saharuddin, SH membenarkan adanya aksi pencurian dan kekerasan yang terjadi di Kampung Tulem Distrik Libarek Kabupaten Jayawijaya yang dilakukan terhadap 3 orang tidak dikenal dengan cara mencegat dengan sajam dan mengambil barang-barang milik korban.

“Benar, kita sedang mendalami 3 pelaku pencurian dan kekerasan yang beraksi di Tulem yang kian meresahkan masyarakat,”ungkapnya Selasa (6/5)

Baca Juga :  Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat, Pemkab Jayawijaya Gandeng Bulog Gelar GPM

Dari pengakuan korban berawal DW bersama saudarinya YW keluar dari rumah di musaima pukul 16.00 WIT, dan menuju kampung Tulem Distrik Libarek untuk berfoto – foto di salah satu tempat hiburan. Setelah selesai berfoto – foto, DW bersama saudarinya YW hendak pulang namun dihadang oleh 3 (tiga) orang tidak dikenal.

“Wajah dari ketiga OTK tersebut tidak dikenali oleh korban karena mereka memakai penutup wajah warna hitam,”ujar Saharuddin.

WAMENA – Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung Tulem Distrik Libarek Kabupaten Jayawijaya Selasa (5/5).
Dimana yang menjadi korban adalah DW dan Saudarinya YW yang dihadang 3 orang tak dikenal dan mengambil beberapa barang seperti HP, Dompet yang isinya KTP dan Kartu ATM serta tas noken.

Kapolsek Wamena Kota AKP Saharuddin, SH membenarkan adanya aksi pencurian dan kekerasan yang terjadi di Kampung Tulem Distrik Libarek Kabupaten Jayawijaya yang dilakukan terhadap 3 orang tidak dikenal dengan cara mencegat dengan sajam dan mengambil barang-barang milik korban.

“Benar, kita sedang mendalami 3 pelaku pencurian dan kekerasan yang beraksi di Tulem yang kian meresahkan masyarakat,”ungkapnya Selasa (6/5)

Baca Juga :  Pemkab Jayawijaya Kumpulkan 17 Denominasi Gereja

Dari pengakuan korban berawal DW bersama saudarinya YW keluar dari rumah di musaima pukul 16.00 WIT, dan menuju kampung Tulem Distrik Libarek untuk berfoto – foto di salah satu tempat hiburan. Setelah selesai berfoto – foto, DW bersama saudarinya YW hendak pulang namun dihadang oleh 3 (tiga) orang tidak dikenal.

“Wajah dari ketiga OTK tersebut tidak dikenali oleh korban karena mereka memakai penutup wajah warna hitam,”ujar Saharuddin.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya