Deddy Sitorus Ungkap Dana Otsus Sering “Dimainkan” Elit Daerah
JAKARTA– Selama puluhan tahun, muncul persepsi di masyarakat bahwa Pemerintah Pusat mengabaikan pembangunan di daerah luar Pulau Jawa, khususnya Aceh dan Papua. Ketimpangan infrastruktur dan ekonomi memicu narasi bahwa negara hanya mengambil kekayaan alam tanpa memberikan perhatian yang sepadan bagi warga lokal.
Namun, fakta mengejutkan diungkap oleh politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, dalam evaluasi otonomi daerah di Jakarta pada Senin (13/04). Beliau menyatakan bahwa stagnasi pembangunan di daerah tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya kucuran anggaran dari pemerintah pusat. Negara telah mengucurkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam jumlah yang sangat fantastis sebagai bentuk kewajiban menjaga integritas bangsa.
Sayangnya, dana besar tersebut seringkali tidak terserap untuk pelayanan dasar masyarakat karena buruknya tata kelola oleh pemerintah daerah. “Persoalan yang terjadi sekarang tidak melulu karena kesalahan pusat, kesalahan elit daerah juga banyak sekali,” ungkap Deddy Sitorus secara lugas. Ia menyoroti bagaimana elit lokal di Aceh dan Papua seringkali tidak memiliki visi pembangunan yang sejalan dengan rancangan teknokratik pusat.
Deddy Sitorus Ungkap Dana Otsus Sering “Dimainkan” Elit Daerah
JAKARTA– Selama puluhan tahun, muncul persepsi di masyarakat bahwa Pemerintah Pusat mengabaikan pembangunan di daerah luar Pulau Jawa, khususnya Aceh dan Papua. Ketimpangan infrastruktur dan ekonomi memicu narasi bahwa negara hanya mengambil kekayaan alam tanpa memberikan perhatian yang sepadan bagi warga lokal.
Namun, fakta mengejutkan diungkap oleh politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, dalam evaluasi otonomi daerah di Jakarta pada Senin (13/04). Beliau menyatakan bahwa stagnasi pembangunan di daerah tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya kucuran anggaran dari pemerintah pusat. Negara telah mengucurkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam jumlah yang sangat fantastis sebagai bentuk kewajiban menjaga integritas bangsa.
Sayangnya, dana besar tersebut seringkali tidak terserap untuk pelayanan dasar masyarakat karena buruknya tata kelola oleh pemerintah daerah. “Persoalan yang terjadi sekarang tidak melulu karena kesalahan pusat, kesalahan elit daerah juga banyak sekali,” ungkap Deddy Sitorus secara lugas. Ia menyoroti bagaimana elit lokal di Aceh dan Papua seringkali tidak memiliki visi pembangunan yang sejalan dengan rancangan teknokratik pusat.