SENTANI – Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jayapura hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
Menurutnya, pada perayaan Paskah hingga pelaksanaan pawai obor, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa gangguan berarti.
“Hal ini menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Jayapura sangat baik. Tingkat toleransi masyarakat sangat tinggi dan saling menghormati satu sama lain,” ujarnya.
Selain menjaga stabilitas kamtibmas, pihak kepolisian juga terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui operasi penertiban miras lokal (Milo).Kapolres mengungkapkan, pihaknya baru-baru ini berhasil mengamankan sejumlah besar minuman keras ilegal jenis boplas yang beredar di tengah masyarakat.
“Minuman ini sangat berbahaya jika dikonsumsi karena dapat merusak saraf otak manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan, peredaran boplas yang banyak dikonsumsi oleh kalangan anak muda, khususnya di wilayah Kabupaten Jayapura, menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena dampaknya terhadap kesehatan dan kondisi mental.
SENTANI – Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jayapura hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
Menurutnya, pada perayaan Paskah hingga pelaksanaan pawai obor, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa gangguan berarti.
“Hal ini menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Jayapura sangat baik. Tingkat toleransi masyarakat sangat tinggi dan saling menghormati satu sama lain,” ujarnya.
Selain menjaga stabilitas kamtibmas, pihak kepolisian juga terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui operasi penertiban miras lokal (Milo).Kapolres mengungkapkan, pihaknya baru-baru ini berhasil mengamankan sejumlah besar minuman keras ilegal jenis boplas yang beredar di tengah masyarakat.
“Minuman ini sangat berbahaya jika dikonsumsi karena dapat merusak saraf otak manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan, peredaran boplas yang banyak dikonsumsi oleh kalangan anak muda, khususnya di wilayah Kabupaten Jayapura, menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena dampaknya terhadap kesehatan dan kondisi mental.