JAYAPURA – Menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengamanan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, selama hari Raya Idul Fitri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di wilayah Papua memberi kesempatan keluarga bertemu Warga Binaan selama tiga hari di Lapas.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Papua, Herman Mulawarman mengatakan program tersebut merujuk pada arahan pimpinan pusat untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan merayakan Lebaran bersama keluarga meskipun masih menjalani masa pembinaan.

“Program ini berlaku untuk seluruh Lapas di wilayah Papua khusus Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi warga binaan. Layanan ini berlangsung selama tiga hari, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan pelayanan publik secara optimal,” kata Herman, Sabtu (21/3).
Kunjungan lebaran ini mulai Sabtu (21/3) hingga Senin (23/3). Kebijakan ini sekaligus menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek pengamanan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di Lapas Kelas IIA Abepura, kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid At-Tarbiyah yang diikuti oleh warga binaan dan petugas. Selanjutnya, dilakukan pemberian Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1447 H/2026, sebelum layanan kunjungan dibuka bagi keluarga warga binaan.
Suasana haru tampak mewarnai area kunjungan saat warga binaan bertemu langsung dengan keluarga mereka. Momen tersebut menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan emosional yang selama ini terpisah oleh masa pidana.
Dalam pelaksanaannya, seluruh pengunjung tetap diwajibkan mematuhi prosedur yang berlaku, termasuk pemeriksaan barang bawaan sebagai bagian dari standar pengamanan di lingkungan Lapas.
Tercatat sebanyak 92 warga binaan menerima kunjungan dari 288 orang keluarga mereka, yang terdiri atas 100 laki-laki, 89 perempuan, dan 99 anak-anak. Tingginya jumlah kunjungan ini mencerminkan antusiasme masyarakat sekaligus pentingnya momen Lebaran dalam memperkuat ikatan keluarga.
Kepala Kanwil Ditjenpas Papua, Herman Mulawarman, menegaskan bahwa pelayanan selama Lebaran harus tetap berjalan maksimal tanpa mengesampingkan faktor keamanan.
“Pelayanan harus tetap optimal, namun aspek keamanan tidak boleh diabaikan. Ini menjadi prioritas kami sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.