PMI Antisipasi Stok Darah Selama Ramadan

JAYAPURA-Palang Merah Indonesia (PMI) Papua mengantisipasi potensi kekurangan stok darah selama bulan Ramadan dengan memperkuat kegiatan donor darah di Kota Jayapura.
PMI mengajak gereja-gereja serta masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa untuk turut berpartisipasi mendonorkan darah. Selain itu, masyarakat yang berpuasa juga diimbau tetap dapat melakukan donor darah setelah berbuka puasa.

Ketua PMI Papua, Zakius Degei menyampaikan, berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir, sejumlah masjid di Jayapura rutin menggelar aksi donor darah usai salat tarawih. Bahkan, hampir seluruh masjid melaksanakan kegiatan tersebut selama Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Selama dua tahun terakhir, kegiatan donor darah di masjid setelah berbuka puasa berjalan cukup baik dan sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah. Kami harap, hal serupa bisa terjadi di tahun ini,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (19/2).

Baca Juga :  Pertemuan Bilateral Dua Menlu di Papua, Indonesia Siapkan 4 Proyek

Ia menyebut. secara umum, stok darah selama Ramadan tahun lalu tetap terpenuhi. Hingga saat ini, animo masyarakat untuk mendonorkan darah juga dinilai cukup tinggi. Pihaknya optimistis kebutuhan darah selama Ramadan tahun ini dapat tercukupi.

“Data kami menunjukkan pada Januari 2026 terjadi peningkatan jumlah pendonor sukarela. Tercatat sekitar 30 orang mendonorkan darah sepanjang bulan tersebut, dengan waktu kedatangan yang bervariasi, mulai pagi, siang hingga malam hari,” katanya.

Menurutnya, tren ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat. Adapun selama Ramadan, golongan darah yang paling banyak dibutuhkan biasanya adalah golongan O dan A. Namun, pada periode tertentu kebutuhan golongan darah A maupun B juga dapat meningkat.

Baca Juga :  Angin Kencang, Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi

JAYAPURA-Palang Merah Indonesia (PMI) Papua mengantisipasi potensi kekurangan stok darah selama bulan Ramadan dengan memperkuat kegiatan donor darah di Kota Jayapura.
PMI mengajak gereja-gereja serta masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa untuk turut berpartisipasi mendonorkan darah. Selain itu, masyarakat yang berpuasa juga diimbau tetap dapat melakukan donor darah setelah berbuka puasa.

Ketua PMI Papua, Zakius Degei menyampaikan, berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir, sejumlah masjid di Jayapura rutin menggelar aksi donor darah usai salat tarawih. Bahkan, hampir seluruh masjid melaksanakan kegiatan tersebut selama Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Selama dua tahun terakhir, kegiatan donor darah di masjid setelah berbuka puasa berjalan cukup baik dan sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah. Kami harap, hal serupa bisa terjadi di tahun ini,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (19/2).

Baca Juga :  Belum Pasti Karena Penolakan Pembangunan Mapolres

Ia menyebut. secara umum, stok darah selama Ramadan tahun lalu tetap terpenuhi. Hingga saat ini, animo masyarakat untuk mendonorkan darah juga dinilai cukup tinggi. Pihaknya optimistis kebutuhan darah selama Ramadan tahun ini dapat tercukupi.

“Data kami menunjukkan pada Januari 2026 terjadi peningkatan jumlah pendonor sukarela. Tercatat sekitar 30 orang mendonorkan darah sepanjang bulan tersebut, dengan waktu kedatangan yang bervariasi, mulai pagi, siang hingga malam hari,” katanya.

Menurutnya, tren ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat. Adapun selama Ramadan, golongan darah yang paling banyak dibutuhkan biasanya adalah golongan O dan A. Namun, pada periode tertentu kebutuhan golongan darah A maupun B juga dapat meningkat.

Baca Juga :  Bangun Pasar Induk Regional, Pemkot Jayapura Beli Lahan 5 Hektar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya