Sunday, March 29, 2026
24.4 C
Jayapura

Miris Siswa SD di Ngada NTT Diduga Tewas Gantung Diri

SURABAYA – Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berusia 10 tahun ditemukan tewas tergantung di dahan pohon cengkeh di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/). Lokasi kejadian berada tidak jauh dari pondok tempat korban tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban. Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus Pissort, mengatakan pihaknya menduga surat tersebut ditulis korban sebelum mengambil keputusan tragis.

“Kesimpulan ini berdasarkan hasil pencocokan tulisan dengan beberapa buku tulis milik korban. Tim penyidik menemukan kesamaan yang jelas antara tulisan di surat dengan tulisan di buku-buku tersebut,” ujarnya dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (3/2).

Baca Juga :  Bakal Beri Otonomi Lebih Luas ke Perguruan Tinggi termasuk Kurikulum

Surat yang ditulis dalam bahasa Ngada itu berisi pesan agar sang ibu merelakan kepergian korban, tanpa perlu menangis atau mencarinya. Pada bagian akhir surat, terdapat gambar menyerupai emoji wajah menangis. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu.

Salah satu saksi, Kornelis Dopo, mengaku menemukan jasad korban sekitar pukul 11.00 Wita saat hendak mengikat kerbau. Ia kemudian berteriak meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian ke polisi. Saksi lain, Gregorius Kodo dan Rofina Bera, mengatakan sempat bertemu korban pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita. Saat ditanya alasan tidak masuk sekolah, korban hanya menunduk dan terlihat sedih.

Baca Juga :  Prabowo Klaim Tingkat Pengangguran Turun ke Level Terendah Sejak Krisis 1998

SURABAYA – Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berusia 10 tahun ditemukan tewas tergantung di dahan pohon cengkeh di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/). Lokasi kejadian berada tidak jauh dari pondok tempat korban tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.

Dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban. Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus Pissort, mengatakan pihaknya menduga surat tersebut ditulis korban sebelum mengambil keputusan tragis.

“Kesimpulan ini berdasarkan hasil pencocokan tulisan dengan beberapa buku tulis milik korban. Tim penyidik menemukan kesamaan yang jelas antara tulisan di surat dengan tulisan di buku-buku tersebut,” ujarnya dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (3/2).

Baca Juga :  BGN Sebut Butuh 1.500 Peternak Ayam Petelur Baru pada 2026

Surat yang ditulis dalam bahasa Ngada itu berisi pesan agar sang ibu merelakan kepergian korban, tanpa perlu menangis atau mencarinya. Pada bagian akhir surat, terdapat gambar menyerupai emoji wajah menangis. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu.

Salah satu saksi, Kornelis Dopo, mengaku menemukan jasad korban sekitar pukul 11.00 Wita saat hendak mengikat kerbau. Ia kemudian berteriak meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian ke polisi. Saksi lain, Gregorius Kodo dan Rofina Bera, mengatakan sempat bertemu korban pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita. Saat ditanya alasan tidak masuk sekolah, korban hanya menunduk dan terlihat sedih.

Baca Juga :  Wapres Ajak Pihak yang Ingin Perbaiki KPK Daftar Jadi Capim

Berita Terbaru

Artikel Lainnya