Pemprov Siapkan Strategi Ubah Situasi
JAYAPURA – Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Provinsi Papua mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Papua berada pada kisaran 6,92 hingga 6,99 persen atau sekitar 32 ribu orang yang belum memiliki pekerjaan. Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Papua, Jimmy Alberto Thesia mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program strategis pada tahun 2026 guna menekan angka pengangguran tersebut.
“Pemerintah daerah bersama mitra strategis telah menyusun beberapa langkah nyata untuk menciptakan lapangan kerja baru di Papua,” ujar Jimmy saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (6/1).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyelenggaraan Job Fair secara rutin dan inklusif, dilakukan minimal satu kali dalam setahun guna mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
Selain itu, Dinas Tenaga Kerja juga memperkuat kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta, khususnya perusahaan besar di bidang perkebunan, perbankan, dan ritel.
“Kami juga membuka akses bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan kuota khusus, agar ekosistem kerja di Papua semakin inklusif,” katanya.
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia turut dilakukan melalui penguatan Balai Latihan Kerja (BLK). Program pemagangan dalam negeri menjadi salah satu fokus utama, dengan tujuan mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar pencari kerja menjadi tenaga kerja siap pakai, bahkan wirausaha.
“Kami akan mengoptimalkan dana Otonomi Khusus untuk pelatihan teknis seperti montir, operator alat berat, teknologi informasi, hingga barista. Sertifikasi kompetensi juga kami dorong agar lulusan memiliki pengakuan nasional,” jelas Jimmy.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong keterlibatan generasi muda Papua dalam ekonomi kreatif dan digital melalui wadah Papua Youth Creative Hub.