Thursday, January 8, 2026
31.4 C
Jayapura

Polda Papua Antisipasi Potensi Gangguan Keamanan

JAYAPURA– Kapolda Papua, Irjen Polisi Patrige Renwarin, mengantisipasi gangguan keamanan oleh berbagai kelompok pada 2026 termasuk aksi kelompok bersenjata di sejumlah wilayah hukum Polda Papua.

“Memang benar diprediksi gangguan yang dilakukan mereka masih akan mewarnai keamanan terutama di Provinsi Papua Pegunungan.” ungkap Kapolda.

“Papua Pegunungan merupakan satu dari tiga provinsi yang berada di wilayah hukum Polda Papua yang memiliki delapan polres ,” sambungnya di Jayapura, Papua, Kamis (1/1).

Dikatakan, gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata selama 2025 tercatat 104 kasus yang menyebabkan 94 orang meninggal termasuk 15 personel TNI-Polri. Jika dirata-rata, terjadi satu gangguan keamanan bersenjata tiap hampir tiga hari sekali, dengan korban jiwa hampir satu jiwa tiap kejadian.

Baca Juga :  Jurnalis Kota Jayapura Gelar Lomba Stand up Comedy

Untuk meminimalisir gangguan keamanan itu, kata dia, mereka akan menggandeng pemda, DPRD serta para pihak dari wilayah itu dengan mengedepankan pendekatan manusiawi.

JAYAPURA– Kapolda Papua, Irjen Polisi Patrige Renwarin, mengantisipasi gangguan keamanan oleh berbagai kelompok pada 2026 termasuk aksi kelompok bersenjata di sejumlah wilayah hukum Polda Papua.

“Memang benar diprediksi gangguan yang dilakukan mereka masih akan mewarnai keamanan terutama di Provinsi Papua Pegunungan.” ungkap Kapolda.

“Papua Pegunungan merupakan satu dari tiga provinsi yang berada di wilayah hukum Polda Papua yang memiliki delapan polres ,” sambungnya di Jayapura, Papua, Kamis (1/1).

Dikatakan, gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata selama 2025 tercatat 104 kasus yang menyebabkan 94 orang meninggal termasuk 15 personel TNI-Polri. Jika dirata-rata, terjadi satu gangguan keamanan bersenjata tiap hampir tiga hari sekali, dengan korban jiwa hampir satu jiwa tiap kejadian.

Baca Juga :  Pakai Helm SNI Untuk Perkecil Resiko Cidera Fatal

Untuk meminimalisir gangguan keamanan itu, kata dia, mereka akan menggandeng pemda, DPRD serta para pihak dari wilayah itu dengan mengedepankan pendekatan manusiawi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya