Wednesday, January 14, 2026
27 C
Jayapura

Aksi Unjuk Rasa Bentuk Tuntutan Keadilan atas Tindakan Rasisme

SENTANI – Ratusan masyarakat dari suku Lapago dan Mepago menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan Kantor Bupati Jayapura, Rabu (31/12).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan pernyataan bernuansa rasis yang disampaikan oleh oknum kepala kampung di Kabupaten Jayapura.

Dalam aksi tersebut, para pendemo menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah bersikap tegas terhadap segala bentuk rasisme yang dinilai dapat memecah persatuan masyarakat di Tanah Tabi, khususnya di Kabupaten Jayapura.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, yang menemui langsung massa aksi demo, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan diteruskan kepada Bupati Jayapura untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Kecelakaan Karena Miras, Silahkan Tanggung Biaya Sendiri

“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini kami terima dan akan kami sampaikan kepada Bupati Jayapura. Jika saya berada di posisi saudara-saudara, saya juga akan merasakan hal yang sama,” ujarnya di hadapan massa, Rabu (31/12).

Ia menegaskan bahwa rasisme tidak boleh tumbuh dan berkembang di atas tanah Indonesia, khususnya di Tanah Tabi. Menurutnya, aksi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak agar menjaga persatuan dan saling menghormati.

“Kami berterima kasih karena aksi ini telah mengingatkan kita semua bahwa rasis tidak boleh bertumbuh di atas tanah yang kita cintai ini. Pemerintah akan menyiapkan regulasi untuk melindungi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Baca Juga :  Berubah Nama Karena Tetap Dinaungi Pemprov

Menjelang tahun baru, Yusuf juga mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayapura terpilih, Yunus Wonda dan Haris R. Yocku, dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah terjadi di daerah tersebut.

SENTANI – Ratusan masyarakat dari suku Lapago dan Mepago menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan Kantor Bupati Jayapura, Rabu (31/12).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan pernyataan bernuansa rasis yang disampaikan oleh oknum kepala kampung di Kabupaten Jayapura.

Dalam aksi tersebut, para pendemo menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah bersikap tegas terhadap segala bentuk rasisme yang dinilai dapat memecah persatuan masyarakat di Tanah Tabi, khususnya di Kabupaten Jayapura.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, yang menemui langsung massa aksi demo, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan diteruskan kepada Bupati Jayapura untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Pensiun dari ASN, Alpius Toam Siap Maju jadi Calon Bupati Jayapura 2024-2029

“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini kami terima dan akan kami sampaikan kepada Bupati Jayapura. Jika saya berada di posisi saudara-saudara, saya juga akan merasakan hal yang sama,” ujarnya di hadapan massa, Rabu (31/12).

Ia menegaskan bahwa rasisme tidak boleh tumbuh dan berkembang di atas tanah Indonesia, khususnya di Tanah Tabi. Menurutnya, aksi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak agar menjaga persatuan dan saling menghormati.

“Kami berterima kasih karena aksi ini telah mengingatkan kita semua bahwa rasis tidak boleh bertumbuh di atas tanah yang kita cintai ini. Pemerintah akan menyiapkan regulasi untuk melindungi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Baca Juga :  Belum jadi Pindah, Tahun ini SMPN 1 Sentani Masih di Gedung Lama

Menjelang tahun baru, Yusuf juga mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayapura terpilih, Yunus Wonda dan Haris R. Yocku, dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah terjadi di daerah tersebut.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya