Saturday, January 10, 2026
25.3 C
Jayapura

Muhammadiyah Komitmen Bangun Pendidikan dan Kesehatan di Tanah Papua

JAYAPURA-Muhammadiyah Papua akan terus berkomitmen dalam memajukan pendidikan serta memperluas akses pendidikan berkualitas di tanah Papua, memperbaiki manajemen sekolah, meningkatkan kompetensi guru, hingga mendorong digitalisasi pembelajaran.
Demikian disampaikan Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Achmad Junaidi, S.Pd, M.Si di Abepura saat menggelar apel bersama dalam memperingati Milad Muhammadiyah ke-113 tahun pada, Selasa (18/11).

Muhammadiyah bertekad untuk terus memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan khususnya masyarakat di tanah Papua. Ini membuktikan keteguhan, komitmen, dan kematangan gerakan Muhammadiyah sebagai pelopor pembaruan Islam dan penggerak kemajuan bangsa.

Salah satu caranya adalah mengilhami refleksi perjalanan Muhammadiyah dituangkan dalam tema milad yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” dengan tujuan dan harapan sebagai berikut :

Baca Juga :  Tanpa PCR dan Antigen, Penumpang Kapal Pelni Masih Normal

Pertama, Muhammadiyah melalui gerakannya semakin memperkuat dan memperluas usaha dalam memajukan kesejahteraan masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan sosial-ekonomi.

Kedua, Muhammadiyah terus mendorong dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan umum. Wakil ketua Pimpinan itu mengatakan Milad tahun ini (2025) berada di tengah suasana dinamika kehidupan bangsa yang kompleks sehingga menuntut kesadaran kolektif untuk terus menurus mewujudkan cita-cita nasional, yakni Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Momentum milad bagi warga Muhammadiyah tentunya memiliki makna tersendiri yang sungguh berarti. Refleksi tentang semangat dakwah berkemajuan dan pembaruan Islam akan terus digaungkan oleh Muhammadiyah,” kata Junaidi.

Maka dari pada itu Muhamadiyah dari waktu ke waktu, telah hadir membangun peradaban melalui Dakwah Pencerahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, penanggulangan bencana, hingga diplomasi kemanusiaan.

Baca Juga :  Puncak Jaya Tunjukkan Semangat dan Kebanggaan dalam Rayakan Kemerdekaan

JAYAPURA-Muhammadiyah Papua akan terus berkomitmen dalam memajukan pendidikan serta memperluas akses pendidikan berkualitas di tanah Papua, memperbaiki manajemen sekolah, meningkatkan kompetensi guru, hingga mendorong digitalisasi pembelajaran.
Demikian disampaikan Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Achmad Junaidi, S.Pd, M.Si di Abepura saat menggelar apel bersama dalam memperingati Milad Muhammadiyah ke-113 tahun pada, Selasa (18/11).

Muhammadiyah bertekad untuk terus memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan khususnya masyarakat di tanah Papua. Ini membuktikan keteguhan, komitmen, dan kematangan gerakan Muhammadiyah sebagai pelopor pembaruan Islam dan penggerak kemajuan bangsa.

Salah satu caranya adalah mengilhami refleksi perjalanan Muhammadiyah dituangkan dalam tema milad yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” dengan tujuan dan harapan sebagai berikut :

Baca Juga :  Masyarakat di Papua Mulai Sadar Pentingnya Vaksinasi Covid-19

Pertama, Muhammadiyah melalui gerakannya semakin memperkuat dan memperluas usaha dalam memajukan kesejahteraan masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan sosial-ekonomi.

Kedua, Muhammadiyah terus mendorong dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan umum. Wakil ketua Pimpinan itu mengatakan Milad tahun ini (2025) berada di tengah suasana dinamika kehidupan bangsa yang kompleks sehingga menuntut kesadaran kolektif untuk terus menurus mewujudkan cita-cita nasional, yakni Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Momentum milad bagi warga Muhammadiyah tentunya memiliki makna tersendiri yang sungguh berarti. Refleksi tentang semangat dakwah berkemajuan dan pembaruan Islam akan terus digaungkan oleh Muhammadiyah,” kata Junaidi.

Maka dari pada itu Muhamadiyah dari waktu ke waktu, telah hadir membangun peradaban melalui Dakwah Pencerahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, penanggulangan bencana, hingga diplomasi kemanusiaan.

Baca Juga :  Perkuat Kapasitas Birokrasi yang Bersih Butuh Komitmen

Berita Terbaru

Artikel Lainnya