Friday, August 29, 2025
22.4 C
Jayapura

155 Sekolah Dilatih Data Aset Sekolah Secara Elektronik 

MERAUKE– Dalam rangka  menertibkan asset daerah yang ada di sekolah-sekolah negeri, Pemeirntah Kabupaten Merauke melakukan pelatihan terhadap 155 sekolah negeri yang ada di Merauke mulai dari SD, SMP dan SMA-SMK selama 3 hari dimulai Senin (5/5).

  Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken seusai  membuka kegiatan itu mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam rangka menertibkan asset-aset daerah yang ada di sekolah.

‘’’Pelatihan  ini sangat penting dalam rangka pengelolaan asset daerah yang ada di sekolah. Setiap belanja modal yang dilakukan oleh sekolah maupun dinas yang dibiayai dari APBD kabupaten, provinsi atau APBN harus dicatatkan dalam asset sekolah secara elektronik,’’ katanya.

Baca Juga :  Dewan Beri Sejumlah Catatan Soal KUA PPAS dan R-ABPD Perubahan

Menurutnya, selama ini sekolkah melakukan belanja modal maupun ada barang yang dibeli oleh dinas yang diserahkan ke sekolah namun tidak dicatat dengan baik. Bahkan Ketika pejabatnya atau guru yang mengelola asset itu pindah, barang-barang sekolah juga ikut dibawa.

‘’Nah, itu tidak boleh lagi. Jadi pengelolaan asset secara elektronik ini  lebih pada transparansi,’’ jelasnya.

MERAUKE– Dalam rangka  menertibkan asset daerah yang ada di sekolah-sekolah negeri, Pemeirntah Kabupaten Merauke melakukan pelatihan terhadap 155 sekolah negeri yang ada di Merauke mulai dari SD, SMP dan SMA-SMK selama 3 hari dimulai Senin (5/5).

  Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken seusai  membuka kegiatan itu mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam rangka menertibkan asset-aset daerah yang ada di sekolah.

‘’’Pelatihan  ini sangat penting dalam rangka pengelolaan asset daerah yang ada di sekolah. Setiap belanja modal yang dilakukan oleh sekolah maupun dinas yang dibiayai dari APBD kabupaten, provinsi atau APBN harus dicatatkan dalam asset sekolah secara elektronik,’’ katanya.

Baca Juga :  Perlu Ada Pembatasan Kehadiran Ritel Modern

Menurutnya, selama ini sekolkah melakukan belanja modal maupun ada barang yang dibeli oleh dinas yang diserahkan ke sekolah namun tidak dicatat dengan baik. Bahkan Ketika pejabatnya atau guru yang mengelola asset itu pindah, barang-barang sekolah juga ikut dibawa.

‘’Nah, itu tidak boleh lagi. Jadi pengelolaan asset secara elektronik ini  lebih pada transparansi,’’ jelasnya.

Berita Terbaru

Bangkai Pesawat Mulai Dipindahkan

Wajar Masyarakat Marah

Tingkat BOR RSUD Yowari Capai 91 Persen

Artikel Lainnya