Saturday, April 5, 2025
26.7 C
Jayapura

Fasilitas Pelabuhan Poumako  Jauh dari Layak

MIMIKA – Fasilitas penunjang yang ada di Pelabuhan Poumako Timika menjadi sorotan Kepala Pelni Cabang Timika, Rachmansyah Chaidir.

Menurut Rachmansyah, saat ini Pelni Cabang Timika tak dapat berbuat banyak untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut yang akan berangkat menggunakan armada-armada Pelayaran Indonesia.

Pasalnya, akibat sengketa tanah yang tak kunjung usai di kawasan tersebut mengakibatkan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana pendukung mulai dari terminal hingga ruang tunggu penumpang serta dermaga belum terlaksana.  Akibatnya, aktivitas di Pelabuhan Poumako saat kedatangan kapal terkesan sangat tidak terurus. Baik dari parkiran hingga tidak adanya tempat berlindung bagi penumpang.

“Fasilitas dan sarana prasarana di Pelabuhan Poumako ini sampai sekarang tidak jelas. Terminal penumpang sampai sekarang tidak dibikin-bikin,” ungkap Rachmansyah saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (3/4) kemarin.

Baca Juga :  Kasus Penikaman di Lorong SMA Taruna Timika Naik Tahap I

Rachmansyah melanjutkan, masalah sengketa tanah sempat disinggung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika saat pihaknya melaksanakan rapat koordinasi bersama Pemimpin Daerah yang saat itu masih dijabat oleh Yonathan Demme Tangdilintin yang merupakan seorang pejabat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

“Padahal kalau itu sudah selesai mungkin dari Kementerian Perhubungan mungkin sudah kirim dana untuk bangun itu terminal dan sarana prasarana lain di pelabuhan Poumako,” ungkapnya.

Rachmansyah mengatakan, selain masalah pelabuhan, pembangunan insfrastruktur pelabuhan tersebut akan terkendala kondisi sosial masyarakat yang hidup di sekitaran pelabuhan.  “Yah semoga tahun ini mungkin ada perubahan lah,” ungkap Rachmansyah.

Untuk diketahui, Pelabuhan Poumako hingga kini masih jauh dari standar operasional seperti pelabuhan di daerah lainnya lantaran belum memiliki fasilitas yang memadai. Standar operasional sebuah pelabuhan harus memiliki fasilitas penunjang, seperti terminal penumpang, ruang tunggu, parkiran, tempat kontainer, portal masuk hingga MCK

Baca Juga :  Miris, Ribuan Anak di Mimika Tak Bersekolah

Untuk sementara, di ruang tunggu dijadikan sebagai tempat untuk Tim Distributed Control System (DCS) Pelni melakukan Boarding Pass. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MIMIKA – Fasilitas penunjang yang ada di Pelabuhan Poumako Timika menjadi sorotan Kepala Pelni Cabang Timika, Rachmansyah Chaidir.

Menurut Rachmansyah, saat ini Pelni Cabang Timika tak dapat berbuat banyak untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut yang akan berangkat menggunakan armada-armada Pelayaran Indonesia.

Pasalnya, akibat sengketa tanah yang tak kunjung usai di kawasan tersebut mengakibatkan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana pendukung mulai dari terminal hingga ruang tunggu penumpang serta dermaga belum terlaksana.  Akibatnya, aktivitas di Pelabuhan Poumako saat kedatangan kapal terkesan sangat tidak terurus. Baik dari parkiran hingga tidak adanya tempat berlindung bagi penumpang.

“Fasilitas dan sarana prasarana di Pelabuhan Poumako ini sampai sekarang tidak jelas. Terminal penumpang sampai sekarang tidak dibikin-bikin,” ungkap Rachmansyah saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (3/4) kemarin.

Baca Juga :  Freeport Dukung Asosiasi Wartawan Papua Gelar Pelatihan Pengelolaan Media

Rachmansyah melanjutkan, masalah sengketa tanah sempat disinggung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika saat pihaknya melaksanakan rapat koordinasi bersama Pemimpin Daerah yang saat itu masih dijabat oleh Yonathan Demme Tangdilintin yang merupakan seorang pejabat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

“Padahal kalau itu sudah selesai mungkin dari Kementerian Perhubungan mungkin sudah kirim dana untuk bangun itu terminal dan sarana prasarana lain di pelabuhan Poumako,” ungkapnya.

Rachmansyah mengatakan, selain masalah pelabuhan, pembangunan insfrastruktur pelabuhan tersebut akan terkendala kondisi sosial masyarakat yang hidup di sekitaran pelabuhan.  “Yah semoga tahun ini mungkin ada perubahan lah,” ungkap Rachmansyah.

Untuk diketahui, Pelabuhan Poumako hingga kini masih jauh dari standar operasional seperti pelabuhan di daerah lainnya lantaran belum memiliki fasilitas yang memadai. Standar operasional sebuah pelabuhan harus memiliki fasilitas penunjang, seperti terminal penumpang, ruang tunggu, parkiran, tempat kontainer, portal masuk hingga MCK

Baca Juga :  Wakili Papua Tengah ke Ajang PPKN di Jakarta

Untuk sementara, di ruang tunggu dijadikan sebagai tempat untuk Tim Distributed Control System (DCS) Pelni melakukan Boarding Pass. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/