Sunday, March 1, 2026
26.7 C
Jayapura

Bahlil Janji Beri Lahan Tambang Terbaik untuk Muhammadiyah

JAKARTA – Kepastian keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menerima tawaran mengelola tambang disambut baik oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Bahlil bahkan menjanjikan siap memberikan lahan eks Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B) yang terbaik untuk Muhammadiyah.

  Meski, dia masih belum mau banyak bicara lahan tambang mana yang nanti akan dikelola Muhammadiyah. Menurutnya, ia harus terlebih dahulu melaporkan hal itu kepada Presiden Joko Widodo. Yang pasti, Bahlil menyebut lahan untuk Muhammadiyah bukan eks lahan Kaltim Prima Coal (KPC) yang lebih dulu diberikan ke PBNU.

  ’’Insyaallah kita akan berikan dari eks PKP2B yang paling bagus di luar KPC (Kaltim Prima Coal). Nah yang mananya saya lapor dulu ke presiden,’’ ujar Bahlil pada konferensi pers di kantornya, di Jakarta, kemarin (29/7).

Baca Juga :  Tidak Ada Lagi Hutan Tersisa di Papua Selatan untuk Investasi Baru

  Mantan Ketum Hipmi itu mengaku bersyukur karena Muhammadiyah menerima tawaran itu setelah melalui proses dan kajian yang panjang. Dia bahkan mengaku sudah berkomunikasi dengan Muhadjir Effendy yang ditunjuk oleh Muhammadiyah sebagai ketua tim pengelolaan tambang PP Muhammadiyah.

’’Saya sudah ditelepon Pak Muhadjir, dan saya pikir ini barang bagus. Kita saja yang terlalu berpikir negatif, banyak sekali ngomong ormas enggak punya pengalaman. Orang bilang nanti lingkungan rusak? Yang bener ajalah,’’ jelasnya.

   Kebijakan pemberian pengelolaan lahan tambang kepada ormas sebelumnya mendapat hujan kritik. Merujuk pada kritik itu, Bahlil menyebut banyak pengusaha yang saat ini mengelola tambang dulunya juga belum berpengalaman.

Baca Juga :  Sah, Partai Demokrat Resmi Dukung Prabowo

JAKARTA – Kepastian keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menerima tawaran mengelola tambang disambut baik oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Bahlil bahkan menjanjikan siap memberikan lahan eks Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B) yang terbaik untuk Muhammadiyah.

  Meski, dia masih belum mau banyak bicara lahan tambang mana yang nanti akan dikelola Muhammadiyah. Menurutnya, ia harus terlebih dahulu melaporkan hal itu kepada Presiden Joko Widodo. Yang pasti, Bahlil menyebut lahan untuk Muhammadiyah bukan eks lahan Kaltim Prima Coal (KPC) yang lebih dulu diberikan ke PBNU.

  ’’Insyaallah kita akan berikan dari eks PKP2B yang paling bagus di luar KPC (Kaltim Prima Coal). Nah yang mananya saya lapor dulu ke presiden,’’ ujar Bahlil pada konferensi pers di kantornya, di Jakarta, kemarin (29/7).

Baca Juga :  Investasi atau Beban? Menilik Transformasi Pendidikan Guru di Biak Numfor

  Mantan Ketum Hipmi itu mengaku bersyukur karena Muhammadiyah menerima tawaran itu setelah melalui proses dan kajian yang panjang. Dia bahkan mengaku sudah berkomunikasi dengan Muhadjir Effendy yang ditunjuk oleh Muhammadiyah sebagai ketua tim pengelolaan tambang PP Muhammadiyah.

’’Saya sudah ditelepon Pak Muhadjir, dan saya pikir ini barang bagus. Kita saja yang terlalu berpikir negatif, banyak sekali ngomong ormas enggak punya pengalaman. Orang bilang nanti lingkungan rusak? Yang bener ajalah,’’ jelasnya.

   Kebijakan pemberian pengelolaan lahan tambang kepada ormas sebelumnya mendapat hujan kritik. Merujuk pada kritik itu, Bahlil menyebut banyak pengusaha yang saat ini mengelola tambang dulunya juga belum berpengalaman.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Dimulai Hari Ini, 14 Juli 2025 di 63 Titik se-Indonesia

Berita Terbaru

Artikel Lainnya