Saturday, January 17, 2026
29.1 C
Jayapura

Momen Idul Adha, Bupati Mimika Ajak Masyarakat Pererat Toleransi Umat Beragama

MIMIKA – Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh umat muslim di Kabupaten Mimika untuk mempererat ikatan silaturahmi antar umat beragama di Kabupaten Mimika pada momen Hari Raya Idul Adha 1445 hijriah, 2024.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri pelaksanaan Sholat Idul Adha yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, di lapangan Timika Indah, Senin (17/6/2024).

Memulai sambutannya, Johannes menyebutkan bahwa ada dua peristiwa yang kiranya tidak terlepas pisahkan dari peringatan Hari Raya Idul Adha. Yakni, ibadah haji dan kurban.

Ibadah berkurban bagi umat Islam, merupakan sunah muakkat yang dilaksanakan setiap 10 Dzulhijjah yakni melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Baca Juga :  PLN dan Pemkab Mimika Tingkatkan Kolaborasi Maksimalkan Layanan Kelistrikan

Peristiwa tersebut berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS kepada anaknya Nabi Ismail AS. Pada waktu zaman kenabian, Nabi Ibrahim diuji ketaqwaanya oleh Allah SWT.

Nabi Ibrahim diminta untuk mengorbankan anaknya Nabi Ismail sebagai kurban. Sang anak Nabi Ismail pun mengikhlaskan dirinya untuk menjadi kurban. Namun, pada akhirnya, Allah SWT meringankan ujian itu, dan memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih domba.

Peristiwa ini menunjukkan ketaqwaan dari Nabi Ibrahim dan anak-anaknya dalam menjalankan perintah Allah.

Menurut Johannes, ketulusan dan pengorbanan yang diriwayatkan dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail dapat memberikan suatu teladan bagi seluruh umat dalam berkorban dan ketulusan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Residivis Kasus Curanmor Kembali Dibekuk Polisi

MIMIKA – Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh umat muslim di Kabupaten Mimika untuk mempererat ikatan silaturahmi antar umat beragama di Kabupaten Mimika pada momen Hari Raya Idul Adha 1445 hijriah, 2024.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri pelaksanaan Sholat Idul Adha yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, di lapangan Timika Indah, Senin (17/6/2024).

Memulai sambutannya, Johannes menyebutkan bahwa ada dua peristiwa yang kiranya tidak terlepas pisahkan dari peringatan Hari Raya Idul Adha. Yakni, ibadah haji dan kurban.

Ibadah berkurban bagi umat Islam, merupakan sunah muakkat yang dilaksanakan setiap 10 Dzulhijjah yakni melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Baca Juga :  Resmi Pimpin Biak Numfor,  Markus-Jimmy Terima Jabatan dengan Amanah Besar

Peristiwa tersebut berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS kepada anaknya Nabi Ismail AS. Pada waktu zaman kenabian, Nabi Ibrahim diuji ketaqwaanya oleh Allah SWT.

Nabi Ibrahim diminta untuk mengorbankan anaknya Nabi Ismail sebagai kurban. Sang anak Nabi Ismail pun mengikhlaskan dirinya untuk menjadi kurban. Namun, pada akhirnya, Allah SWT meringankan ujian itu, dan memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih domba.

Peristiwa ini menunjukkan ketaqwaan dari Nabi Ibrahim dan anak-anaknya dalam menjalankan perintah Allah.

Menurut Johannes, ketulusan dan pengorbanan yang diriwayatkan dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail dapat memberikan suatu teladan bagi seluruh umat dalam berkorban dan ketulusan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Tersangka dan BB Kasus Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Moment Kudeta

Artikel Lainnya