Friday, January 23, 2026
26.9 C
Jayapura

Kompetensi Penyuluh  Pertanian dan Perikanan Swadaya dan Swasta Tingkatkan

MERAUKE – Ratusan penyuluh pertanian dan perikanan swadaya dan swasta di Merauke diberikan pelatihan peningkatan kapasitas oleh Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan,  Jumat (1/12/2023).

     Ketua Panitia melaporkan,  peningkatan kompetensi bagi penyuluh pertanian dan perikanan  swadaya dan swasta ini  untuk memberikan motivasi, menciptakan mekanisme kerja  kemitraan dengan penyuluh pemerintah serta meningkatkan kinerja dan profesionalisme.

‘’Kedudukan penyuluh   pertanian swadaya dan swasta adalah mitra pemerintah sesuai UU Nomor 16 tahun 2016 tentang sistem penyuluh  pertanian, perikanan dan kehutanan. Dimana dalam Pasal 20 UU tersebut disebutkan , penyuluh pertanian terdiri dari penyuluh PNS, penyuluh swasta dan penuluh swadaya,’’ katanya.   

Baca Juga :  September, Tahapan Pilkada Merauke Dimulai

   Sementara itu, Pj Gubernur Papua Selatan dibacakan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan   dan  Perikanan Paino, SE, MT, menjelaskan penyuluhan merupakan bentuk pendidikan non formal bagi petani dan keluarganya. Penyuluhan pertanian juga  mempunyai sistem yang selalu berkembang  sesuai dengan tuntutan jaman. Sebelum tahun 1960, penyuluhan pertanian menggunakan sistem tetesan minyak atau lebih dikenal dengan istilah oil flek sistem. Pada waktu itu, tokoh petani, petani maju dan ketua kelompok tani dijadikan pintu masuk bagi program-program, penyuluh diantaranya diseminasi tehnologi, penerapan tehnologi baru informasi dan program baru lainnya.

‘’Tokoh-tokoh petani diberi kursus dan pelatihan  serta motivasi agar mereka tahu, mampu dan mau menerapkan tehnologi baru,’’ katanya.

Baca Juga :  Izin Pembangunan Perumahan di Daerah Resapan Air Dipertanyakan

Petani sebagai demonstrator yang menerapkan tehnologi baru pada lahan usahanya, hasilnya lebih baik daripada petani lainnya yang masih menerapkan tehnologi lama.  Pada kesempatan tersebut, para penyuluh  pertanian swadaya dan swasta tersebut diminta mengikuti pelatihan tersebut dengan baik, sehingga ketika pulang ke tempat masing-masing dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan  tersebut. (ulo)

MERAUKE – Ratusan penyuluh pertanian dan perikanan swadaya dan swasta di Merauke diberikan pelatihan peningkatan kapasitas oleh Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan,  Jumat (1/12/2023).

     Ketua Panitia melaporkan,  peningkatan kompetensi bagi penyuluh pertanian dan perikanan  swadaya dan swasta ini  untuk memberikan motivasi, menciptakan mekanisme kerja  kemitraan dengan penyuluh pemerintah serta meningkatkan kinerja dan profesionalisme.

‘’Kedudukan penyuluh   pertanian swadaya dan swasta adalah mitra pemerintah sesuai UU Nomor 16 tahun 2016 tentang sistem penyuluh  pertanian, perikanan dan kehutanan. Dimana dalam Pasal 20 UU tersebut disebutkan , penyuluh pertanian terdiri dari penyuluh PNS, penyuluh swasta dan penuluh swadaya,’’ katanya.   

Baca Juga :  Pangdam: Pilot Anton Berupaya Pasok Senjata untuk KKB

   Sementara itu, Pj Gubernur Papua Selatan dibacakan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan   dan  Perikanan Paino, SE, MT, menjelaskan penyuluhan merupakan bentuk pendidikan non formal bagi petani dan keluarganya. Penyuluhan pertanian juga  mempunyai sistem yang selalu berkembang  sesuai dengan tuntutan jaman. Sebelum tahun 1960, penyuluhan pertanian menggunakan sistem tetesan minyak atau lebih dikenal dengan istilah oil flek sistem. Pada waktu itu, tokoh petani, petani maju dan ketua kelompok tani dijadikan pintu masuk bagi program-program, penyuluh diantaranya diseminasi tehnologi, penerapan tehnologi baru informasi dan program baru lainnya.

‘’Tokoh-tokoh petani diberi kursus dan pelatihan  serta motivasi agar mereka tahu, mampu dan mau menerapkan tehnologi baru,’’ katanya.

Baca Juga :  Butuhkan Anggaran Rp 24 Miliar, Gedung Gereja Santa Theresia Mulai Dibangun

Petani sebagai demonstrator yang menerapkan tehnologi baru pada lahan usahanya, hasilnya lebih baik daripada petani lainnya yang masih menerapkan tehnologi lama.  Pada kesempatan tersebut, para penyuluh  pertanian swadaya dan swasta tersebut diminta mengikuti pelatihan tersebut dengan baik, sehingga ketika pulang ke tempat masing-masing dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan  tersebut. (ulo)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya