Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas insiden pembakaran pesawat perintis jenis Pilatus milik Associated Mission Aviation (AMA)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula ketika personel militer mendeteksi pergerakan mencurigakan pada malam hari. "Personel yang sedang melaksanakan tugas pengamanan
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk. Menurutnya, sekitar pukul 12.00 WIT pasukan TPNPB melakukan penyerangan terhadap rombongan yang disebut terdiri dari lebih dari
Korban diketahui bernama Yones Yohame (35), seorang ASN Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian dada kanan. Pada dalam peristiwa yang terjadi di Kompleks Perumahan Eselon
Dalam pelaksanaan penyisiran di area Camp PT Indo Papua yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB Kodap XVI Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz turut mengamankan sejumlah barang, antara lain 133 anak panah, 17 busur
Ia dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah ditembak oleh seorang perwira berpangkat kapten dari Satgas Ketapang Swasembada. Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, kejadian berawal dari cekcok antara pelaku d
Laksono menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban mendatangi pelaku yang sedang berada di dalam mobil bersama seorang teman perempuan. Korban kemudian meminta uang parkir, namun permintaan itu ditolak. "Teman pere
Pelaku usai melepas tembakan kabarnya langsung kabur ke daerah Holtekamp dan sempat dilakukan pengejaran oleh aparat kepolisian. Hingga saat diamankan kemudian dilakukan pemeriksaan akhirnya diketahui status pelaku yang
Insiden tragis ini terjadi di area Jembatan Kali Biru, Seradala, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (16/6) sekitar pukul 10.45 WIT. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolon
Tim langsung melakukan penyisiran dan meminta dukungan personel tambahan dari Posko Belukar, mengingat wilayah belakang Kampung Aminggaru cukup luas dan rawan pergerakan kelompok bersenjata. Menjelang pukul 10.00 WIT, pe