"Soal pemindahan SMPN 1 Sentani ke toladan, kita selesaikan semua dulu karena SMPN 1 Sentani akreditasi A tentunya setelah semuanya disiapkan dengan baik kita lakukan pemindahan, karena kita pindahnya tidak mungkin setengah setengah,"ucapnya, Senin (6/11) kemarin.
Sejumlah penjual minuman dengan bahan utama dari kelapa muda, hingga saat ini masih tetap eksis berjualan di pinggir jalan sepanjang jalan skyline. Dengan pemandagan teluk Youtefa, lapak kelapa muda ini selain menawarkan pelepas dahaga, juga memberikan kesejukan pemandangan dari atas bukit Skyline ke arah Teluk Youtefa, Jembatan Merah hingga Holtekamp.
‘’Saya diundang dalam kapasitas sebagai penggagas atau konseptor lembaga pendidikan alternatif peradaban Papua dalam hal ini satu atap terintegradi berpola asrama di Wasur Kabupaten Merauke,’’ katanya. .
Kepala Dinas Pendidikan Natalis Mumpu Amd.Sos menyatakan apa yang terjadi tadi pagi yakni siswa dari SMK Yapis yang melakukan penyerangan ke SMA PGRI tidak meluas, kejadian itu bermula saat salah satu siswa SMK Yapis di aniaya ( Dipukul ) oleh sekelompok siswa yang dari SMA PGRI, hal ini membuat siswa SMK Yapis tak terima dan melakukan penyerangan ke PGRI.
 "Pergantian penerapan IKM di semua satuan pendidikan, memang dari jenjang SD SMP SMA SMK, belum semua sekolah melaksanakan. Harapan kami di tahun ajaran baru 2024 itu semua sekolah sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka di semua satuan pendidikan," kata Elen Montolalu, Jumat (3/11).
Dalam kunjungannya kali ini Bupati didampingi Sekda Keerom, Trisiswanda, Kadis Pendidikan, Stenly Moningka, tokoh agama, TNI-Polri, tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya menyambangi dua kampung diantaranya Kampung Molof dan Warlef di Distrik Senggi.
"Soal pembangunan gedung untuk SMPN 1 Sentani yang dipindahkan ke Toladan memang pembangunan sudah berjalan, tapi apakah nanti bisa langsung peserta didik belajar di sana atau tidak, nanti Pj Bupati Jayapura yang arahkan dan putuskan, karena saat ini baru dalam langkah pembangunan,"jelasnya.
"Kita harap 5 sekolah yang telah menerima Penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2023 bisa terus memacu dan memicu untuk kedepannya bisa meningkat lagi dalam meraih penghargaan menjadi Adiwiyata Mandiri,"ungkapnya kepada wartawan Cenderawasih Pos di Sentani, Jumat (27/10) kemarin.
  Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Abdul Majid menjelaskan, melalui kegiatan itu memberikan waktu dan panggung, apresiasi kepada para peserta didik untuk berkarakter mengapresiasi diri dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai profil belajar pancasila.
"Minggu lalu kami melakukan kunjungan untuk melihat pelayanan dan aktivitas belajar di Distrik Airu, dalam kesempatan penutupan TMMD Ke-118 bersama Pj Bupati Jayapura bersama rombongan,"ungkapnya, Rabu (25/10)kemarin